• Home
  • Agama
  • Pdt Dr Albertus Patty: Demokrasi Cacat Jika Abaikan Perempuan
KSP Makmur Mandiri
Senin, 04 November 2019 14:54:00

Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PRPrG) Pra-Sidang Raya PGI

Pdt Dr Albertus Patty: Demokrasi Cacat Jika Abaikan Perempuan

BAGIKAN:
Martin
Pdt Dr Albertus Patty terima cinderamata dari panitia
Weetabula, Tambolaka(Pelita Batak): Pendiri bangsa yang dari Kristen menolak dengan tegas negara agama. Mereka menuntut negara harus didasarkan pada demokrasi. Sebab sesuai prinsip Firman Tuhan, manusia adalah "Imago Dei" bermakna penghormatan martabat manusia, penghargaan hak asasi manusia dan terhapusnya hierarki sosial.

Demikian disampaikan Albertus Patty, Ketua PGI ketika membahas Demokrasi dari Prespektif Teologis, pada Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PRPrG) Pra-Sidang Raya PGI dengan tajuk "Peran Perempuan dalam Demokrasi", di Gereja Kristen Sumba Jemaat Mata, Weetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Senin (4/11). Hadir pembicara yang lain Puansari Siregar, Institute Leimena (Demokrasi Indonesia dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika Dalam Konteks NKRI), Prof. Dr. Musdah Mulia, M.A, Dosen UIN Syarif Hidayatullah, 
Jakarta (Perempuan dan Demokrasi).

Albertus Partty menegaskan penolakan terhadap negara agama atau negara khilafah yang menciptakan polarisasi sosial dan diskriminasi terhadap non-Islam serta perempuan.

Kemudian, demokrasi menurutnya menjadi cacat jika mengabaikan pengalaman ketertindasan kaum perempuan.
"Masih ada anggapan perempuan sebagai properti, objek nafsu, pembawa dosa, dan kaum lemah.
Diskriminasi yang cacat diabsahkan institusi agama dan UU serta perda-perda diskriminatif," jelasnya.(**)
  BeritaTerkait
  • Calon Ketua Umum PGI Albertus Patty: Pelajaran Multikulturalisme Harus Masuk Kurikulum Sekolah

    4 minggu lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Albertus Patty mengusulkan pelajaran tentang multikulturalisme masuk dalam kurikulum pendidikan Indonesia sebagai sala

  • Pdt Dr Albertus Patty: Perempuan Gereja Lawan Radikalisme dan Diskriminasi

    2 minggu lalu

    Weetabula, Tambolaka(Pelita Batak): Ketua PGI Albertus Patty menyebutkan dengan memilih demokrasi, bangsa  Indonesia bisa mengontrol pejabat dan  penguasa, mencegah anarkisme masyarakat. Kem

  • Prof Dr Musdah Mulia MA, Dosen UIN Syarif Hidayatullah :Ada 400 Perda yang Diskriminasi Perempuan

    2 minggu lalu

    Weetabula, Tambolaka(Pelita Batak): Prof Dr Musdah Mulia MA, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, meminta perempuan gereja tidak diam terhadap diskriminasi. Sebab dengan diam, petaka akan muncul bag

  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  • Maraknya Persekusi terhadap Jurnalis, Dampak dari Kinerja Dewan Pers yang Salah Arah

    tahun lalu

    Berbagai peristiwa miris, menyedihkan, bahkan mengerikan yang menimpa para jurnalis di berbagai tempat di Indonesia merupakan dampak dari lemah dan mandulnya kinerja Dewan Pers selama ini. Kejadian pe

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb