• Home
  • Agama
  • Khotbah Minggu Misericordias Domini, 26 April 2020: "KESETIAAN ALLAH" (Roma 3: 1-8)
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 23 April 2020 08:08:00

Khotbah Minggu Misericordias Domini, 26 April 2020: "KESETIAAN ALLAH" (Roma 3: 1-8)

BAGIKAN:
ist
Pdt Dr Robinson Butarbutar
Oleh Pdt. Dr. Robinson Butarbutar (Ketua Rapot Pandita HKBP)

Saudara-saudara seiman di dalam Kristus Yesus

Setiap kali kita memasuki Minggu Misericordias Domini, Firman Tuhan mengarahkan hati, pikiran, jiwa, serta perasaan kita agar semakin mengenal dan meyakini kabar baik berikut yang senantiasa mengikuti perjalanan kehidupan kita, bagaimanapun situasi kehidupan yang tengah kita hadapi. Apakah itu? Yaitu: "Kasih Karunia Tuhan memenuhi dunia ini, bahkan semua ciptaan, baik yang ada di luar bumi ini seperti planet/bintang yang tidak terhitung jumlahnya itu." Sangatlah penting bagi kita meyakininya, terlebih saat-saat kita sedang menghadapi satu kondisi/situasi yang belum pernah kita alami selama ini, bahkan tidak mungkin kita hadapi jika hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan kita sendiri, namun kita bisa hadapi dengan  mengandalkan Firman Tuhan yang menyatakan: "Bumi penuh dengan Kasih Karunia Tuhan (Ibrani: khesed adonai)." Bumi ini tidak dipenuhi penghukumanNya. Sangatlah penting hal itu kita camkan. 

Untuk itu, khotbah bagi kita didasarkan pada satu teks dari surat yang dituliskan Rasul Paulus kepada Jemaat Roma yang, dari awal sampai akhir, menekankan kasih karunia Tuhan kepada orang-orang berdosa, tidak pandang bulu siapakah dia, anak-anak Allah. Teks itu adalah Roma 3:1-8 yang menekankan dua hal tentang Kesetiaan Tuhan: 

Pertama, masih adanya orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan tidak mungkin  membatalkan Kesetiaan (Yunani: pistis) Tuhan untuk mengasihi dunia ini. Seandainya Dia merupakan Allah yang tidak setia pada kasih karuniaNya, maka sudah lebih awal kita umat manusia dihukum dan semua dimusnahkanNya. Oleh karena itu, orang-orang tidak percaya bahkan dosa manusia sekalipun tidak mungkin dapat menghentikan kasih karunia Tuhan itu. Itulah sebabnya, walaupun Tuhan senantiasa memanggil kita untuk bertobat dari perilaku meninggalkan Tuhan dan dari tindakan yang tidak dikehendakiNya agar tidak terhukum, Ia  menyampaikan janji pengampunan atas dosa-dosa kita berikut, malah sebelum kita terhukum, yaitu: "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba" (Yes.1:18). 

Oleh karena itu saudara-saudara, sangatlah penting bagi jiwa kita dan melalui tindakan kita untuk memuliakan Tuhan kita itu, yang setia berbelas kasihan pada kita, terlebih di masa wabah Pandemi Covid 19 ini. Mari dengan teguh meyakininya. Ia akan memampukan kita menghentikan penyebaran Covid 19. Karena kita mengenal kesetiaanNya berbelas kasihan pada kita, mari juga berusaha setia mengasihi saudara-saudara kita yang berkekurangan di masa Covid 19 sebagai cara kita berterima kasih pada Allah.

Kedua, pelaku kejahatan, pribadi maupun sekelompok orang tidak bisa mempermainkan Kesetiaan Allah mengasihi pendosa, dengan berkata ia dapat berulang-ulang dan semakin melakukan kejahatan karena pikirnya Allah toh suatu waktu akan berbelas kasihan padanya. Tidak mungkin. Allah juga setia menghukum orang-orang jahat saat ini maupun esok. Penting sekali hal ini kita ketahui saat ini, agar kita tidak mengira bahwa karena Allah berbelas kasihan pada kita maka kita dapat melakukan hal-hal yang menyebabkan virus Covid 19 semakin menyebar dan menyusakan kita semua, karena kita pikir kita lepas dari pantauan penegak hukum polisi dan jaksa, sehingga kita tidak mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah memutus mata rantai covid 19 ini. 

Camkanlah Kesetiaan Allah menghukum itu, misalnya dengan - akibat tindakan kita yang melawan anjuran pemerintah memutus penyebaran Covid 19 - menderitanya diri kita sendiri, kawan se-keluarga, se-kampung, se-kecamatan, se-Kabupaten, se-Propinsi, bahkan se-Indonesia pada hari-hari ini. Malah Tuhan akan menghukum kita dengan kematian selamanya pada akhir zaman. Ingatlah Firman Tuhan dalam Bilangan 14:18-19 ini: "TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat." Marilah setia melakukan aturan dan himbauan pemerintah memutus mata rantai Covid 19 bersama Allah yang setia menganugerahi kita dengan kasih karuniaNya. Amen
  BeritaTerkait
  • Jamita Evangelium, Minggu Misericordias Domini 15 April 2018: "Mangolu di bagasan Asi ni roha ni Debata"(Mika 7: 14-20)

    2 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, sian Parsameanta, STT-HKBP Pematangsiantar.1.Dung songon i tangkas jala bagas di ari Minggu na salpu di panghulingi hata ni Tuhan Jesus Kristus ganup siseanNa mamun

  • Khotbah Jumat Agung, Peringatan Hari Kematian Tuhan Yesus, 10 April 2020

    2 bulan lalu

    Oleh Pdt Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBP"Pengorbanan Yesus yang Menyelamatkan" (Mat. 27: 45-56)Damai  Sejahtera Allah yang melampaui segala akal dan pikiran kiranya menyertai ha

  • Khotbah Minggu Quasimodogeniti, 19 April 2020

    2 bulan lalu

    Oleh Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBP"Jiwaku Haus kepada Allah" (Maz. 42:1-6)Saudara-saudara seiman di seluruh tanah air, biasanya, ketika menghadapi kesusahan dan penderita

  • Tulisan Kedua: Menyambut Seminar Ekklesiologi HKBP - Komisi Teologi HKBP Menuju Sebuah Gereja Pendeta?

    3 tahun lalu

    Oleh: Ephorus Emeritus HKBP Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk   Paparan ini merupakan lanjutan dari paparan terdahulu yang telah terkirim kepada Komisi Teologi HKBP via email, 17 April lalu

  • Khotbah Evangelium Minggu XXIII Dung Trinitatis 19 Nopember 2017 Teks: Zephania 1: 7, 12-18 "Bersiaplah Menyambut Hari Tuhan"

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt Dr Robinson Butarbutar, Parsamean STT-HKBP Pematangsiantar. 1.Bagi komunitas orang-orang yang percaya kepada Allah yang tidak hanya menciptakan umat manusia tetapi  juga menuntunny

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb