• Home
  • Agama
  • Alquran Berbahasa Batak Angkola Dirilis
KSP Makmur Mandiri
Senin, 05 Desember 2016 18:51:00

Alquran Berbahasa Batak Angkola Dirilis

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak

Medan (Pelita Batak) :
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekda Provsu) Hasban Ritonga mengapresiasi dan berterimakasih serta menyambut gembira atas penyusunan dan penerbitan terjemahan Alquran bahasa Batak Angkola oleh Badan Litbang Kementerian Agama RI. Rencananya peluncuran buku Terjemahan Alquran Bahasa Batak Angkola akan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember mendatang oleh Menteri Agama RI.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kami sangat berterimakasih dan menyambut gembira penerbitan terjemahan Alquran berbahasa Batak Angkola ini. Kami yakin buku ini akan sangat bermanfaat,” kata Hasban.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Kepala Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan  Kementerian Agama Republik Indonesia Dr. H. Choirul Fuad Yusuf, M.Si  dan tim  penyusun di Kantor Gubsu, Senin (5/12). Hadir mendampingi Sekda Assisten Administrasi Umum dan Asset Jumsadi Damanik, Assisten Kesra OK Zulkarnain, Kepala Dinas Kominfo HM Fitriyus dan Kabag Agama Biro Binsos Muhammad.

Menurut Hasban, terjemahan Alquran berbahasa Angkola sangat berharga bagi khazanah pustaka di tanah air khususnya Sumatera Utara. “Ini merupakan karya yang sangat berharga terutama dalam upaya melestarikan bahasa Batak Angkola,” kata Hasban.

Selain itu, Alquran bahasa Batak Angkola menurutnya sangat bermanfaat bagi warga masyarakat yang belum faham bahasa Indonesia  untuk bisa lebih memahami makna kandungan kitab suci Al Quran. “Kita yakin penerbitan ini sangat bermanfaat dan kami sangat berterimakasih kepda Badan Litbang Kemenag Ri,” ujar Hasban.

Dalam kesempatan itu, Sekda menerima Buku Terjemahan Al quran bahasa Batak Angkola oleh Kepala Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan  Kementerian Agama Republik Indonesia Dr. H. Choirul Fuad Yusuf.  Choirul menjelaskan kunjungan ke Sumut dalam rangka  menyampaikan informasi tentang peluncuran Produk Litbang Kemenag RI,  terkait dengan terjemahan Al Quran bahasa daerah yakni bahasa Batak Angkola dan dua terjemahan Alquran lain. Yaitu terjemahan Alquran dengan bahasa Bolaang Mangondow Sulawesi Utara dan Bahasa Toraja juga turut diluncurkan.  Selain itu pihaknya juga akan meluncurkan Ensiklopedi pemuka agama multikultural nusantara.

“Tujuannya penerjemahan Al Quran berbahasa daerah yang pertama untuk  melakukan konservasi bahasa daerah dimana berdasarkan beberapa indikator saat ini muncul fenomena kepunahan bahasa daerah yang sedang terjadi. Inilah satu upaya untuk melestarikan bahasa daerah,” kata Choirul. Berdasarkan salah satu penelitian LIPI,  dari 600 bahasa daerah di Indonesia, saat ini hanya tinggal separuh saja yang bisa dipakai.

Tujuan kedua, lanjutnya, adalah untuk memperkuat pemahaman al quran bagi masyarakat yang belum bisa berbahasa Indonesia. Tujuannya agar bisa meningkatkan pemahaman dan pengamalan Alquran. “Dengan adanya terjemahan Al quran berbahasa daerah tentunya diharapkan dapat membantu dan meningkatkan pemahaman Al Quran bagi masyarakat berbahasa Angkola yang belum bisa berbahasa Indonesia. Dengan demikian, pemahaman masyarakat  terhadap Al quran bisa lebih baik terutama dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Kenapa bahasa angkola yang dipilih, menurut dia itu berasal dari kesepakatan hasil diskusi Tim Penerjemahan Litbang. “Kita tahu,  bahwa bahasa batak itu ada beragam. Namun bahasa angkola nahasa Lingua Franca yang merupakan bahasa yang bisa dipakai dan difahami oleh sub bahasa batak lainnya,” jelasnya.(TAp)

  BeritaTerkait
  • Di Mana Tanah Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung

    2 tahun lalu

    Oleh: Ronsen LM PasaribuPepatah Melayu ini sudah kita dengar ketika akan berangkat merantau disampaikan oleh orangtua sebagai sebuah bekal diperjalanan bahkan resep utama dalam kehidupan ditempat yang

  • Wapres Buka Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016

    4 tahun lalu

    Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, perbedaan suku, adat istiadat dan agama justeru membuat Indonesia kuat. Perbedaan tersebut juga merupakan kekayaan khazanah bangsa yang tidak dimiliki bangsa lain.

  • Nikson Silalahi, Membangun Kabupaten Dairi Lewat Pendidikan

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sebagai anak dari seorang petani, Nikson Silalahi yang lahir dan besar di Parongil/Dairi merupakan anak kampung tulen. Dia penggemar olahraga bola kaki dan bulu tangkis yang k

  • Investor Asal Australia Lirik Danau Toba

    4 tahun lalu

    Gencarnya promosi dan rencana pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan Danau Toba menarik perhatian para investor. Informasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi minat investasi dari Australia di

  • "Hancur Demi Kawan" Prinsip yang Hanya Dimiliki Orang Batak!

    4 tahun lalu

    BUDAYA Batak memang paling beda dari budaya-budaya lain yang ada di Indonesia bahkan dunia. Mulai dari adat istiadat, kekerabatan, bahasa, kesenian, kepercayaan, serta tidak kalah juga prinsip orang Batak itu sendiri.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb