• Home
  • Turi-turian
  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (6)
Rabu, 31 Agustus 2016 16:54:00

Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (6)

BAGIKAN:

III. Penutup

Perlu kita ketahui bahwa masyarakat Batak sangat kaya akan kebudayaan. Salah satunya adalah kebudayaan berupa legenda atau mitos. Legenda merupakan suatu cerita dari generasi ke generasi suatu bangsa atau suku, khususya masyarakat Batak. Legenda Sigalegale merupakan suatu warisan yang sangat berharga bagi orang Batak, karena dalam legenda tersebut tersimpan suatu bentuk kehidupan orang-orang Batak pada masa dulu dan tentunya masih memberi makna pada kehidupan sekarang dan akan datang.

Sigalegale yang pada saat ini menjadi sumber objek wisata di Tomok sesungguhnya dulu adalah suatu patung yang memiliki kesan magis dimana dalam pembuatannya itu digabungkan kekuatan batin tujuh orang dukun ternama pada masa itu sehingga patung itu dapat bergerak sendiri. Patung tersebut memberikan suatu pesan kehidupan yang menjunjung tinggi silsilah atau garis keturunan keluarga. Begitu besarnya kedudukan laki-laki dalam orang Batak sehingga patung Sigalegale tercipta sebagai ungkapan kesedihan yang mendalam dari keluarga yang kehilangan garis keturunannya.

Begitu juga dengan unsur-unsur yang digunakan untuk membuat sebuah patung. Bagi orang Batak, misalnya “kuning telur”, mempunyai arti tersendiri bagi orang Batak yaitu sebagai simbol kehidupan dan unsur kuning telur menunjukkan raut wajah yang cerah dan lebih hidup. Begitu juga dengan warna “putih, merah dan hitam”. Bagi orang Batak, warna-warna tersebut mempunyai arti tersendiri.

Ada umpama/umpasa orang Batak mengatakan: “Ompu Raja di jolo martungkot sialagundi; Angka na uli tinonahon ni angka ompunta na parjolo, siihuthonon ni hita angka na di pudi”. Maka dengan itu, kita sebagai orang Batak, hendaknya ikut berperan serta dalam melestarikan budaya kita dan menjunjung tinggi kebudayaan kita, karena hal itu sangatlah berharga bagi kita. Satu hal lagi umpama/umpasa orang Batak mengatakan: “Sinuan bulu, sibahen na las; Sinuan adat dohot uhum, sibahen na horas”. Dari umpama/umpasa tersebut kita bisa mengetahui bahwa, legenda-legenda atau mitos-mitos yang ada dalam orang Batak mempunyai tujuan yang baik bagi kita semua.

Kembali<<<< hal 1 | hal 2 | hal 3 | hal 4 | hal 5 |

Sumber:Bisuk Siahaan, BATAK TOBA: Kehidupan di Balik Tembok Bambu, Jakarta: Kempala Foundation, 2005

(https://sinambelafamily.wordpress.com)

  BeritaTerkait
  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (5)

    tahun lalu

    Diciptakan sebuah boneka kayu yang diberi peran sebagai anak kandung almarhum. Di atas mata boneka tersebut, ditempelkan lumut berisi air dan jika ditekan akan mengeluarkan air, seakan-akan air mat

  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak

    2 tahun lalu

    I. Pendahuluan   Tapanuli sebagai kampung halaman suku Batak memiliki berbagai cerita rakyat sebagaimana cerita rakyat yang dimiliki suku-suku lain di Indonesia.  Berbagai peristi

  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (1)

    tahun lalu

    Pada masa yang silam, apabila seorang terkemuka meninggal sebelum mempunyai anak sebagai penyambung keturunan, dianggap merupakan kesialan. Untuk mencegah supaya nestapa seperti itu tidak berulang kembali, maka diadakanlah tarian duka menggunakan boneka d

  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (2)

    tahun lalu

    Tidak ada sumber yang pasti untuk legenda Sigalegale ini. Banyak versi yang beredar untuk menceritakan legenda tersebut. Namun semuanya itu mengandung makna dan pesan yang sama. Untuk itu kami memi

  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (3)

    tahun lalu

    Akhirnya, ia mengumpulkan datu-datu besar sebanyak enam orang. (Menurut cerita dari Bapak Jimmy Sigiro, salah satu dari para datu yang membuat patung tersebut adalah marga Sinaga yang sampai saat i

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online