• Home
  • Turi-turian
  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (1)
Rabu, 31 Agustus 2016 16:44:00

Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (1)

BAGIKAN:

II. Cerita Sigalegale

Pada masa yang silam, apabila seorang terkemuka meninggal sebelum mempunyai anak sebagai penyambung keturunan, dianggap merupakan kesialan. Untuk mencegah supaya nestapa seperti itu tidak berulang kembali, maka diadakanlah tarian duka menggunakan boneka dari kayu.

Boneka tersebut bentuknya seperti manusia, kepalanya dilumuri dengan kuning telur. Giginya dicat hitam menggunakan jelaga baja, pada lekuk mata dilekatkan buah berwarna merah. Boneka diberi pakaian ulos Batak, di atas kepalanya dilekatkan rambut kuda atau ijuk, atau diberi ikat kepala. Selanjutnya boneka diletakkan di atas papan beroda, lalu ditarik berkeliling kampung. Kaum kerabat memeluk boneka sambil menangis tersedu-sedu, sebagai tanda perpisahan untuk selamanya. Jika boneka duka diarak di kala terang bulan, akan membawa suatu perasaan pilu dan mengharukan. Pada malam terakhir acara tari-tari duka itu, boneka dibawa keluar kampung, lalu dicampakkan ke Danau Toba, maksudnya supaya di masa yang akan datang, tidak berulang lagi nasib seperti yang dialami oleh keluarga yang malang itu.

Sigalegale adalah sebuah patung yang terbuat dari kayu. Konon, kayu yang digunakan untuk membuat patung tersebut adalah “Hau Pokki” (Kayu Pokki). Di daerah Kalimantan, kayu tersebut dikenal dengan sebutan “Kayu Ulin” (Kayu Besi). Berdasarkan informasi yang ada, pada tahun 1980-an, Sigalegale dimainkan dengan diiringi Gondang Hasapi (Alat musik yang menggunakan alat musik kecapi, dan dalam memainkan Gondang Kecapi ini sangat diperlukan unsur perasaan. Alasannya adalah karena Gondang Kecapi ini terkesan lebih syahdu dan lembut) dan bukan Gondang Bolon (Alat musik yang tidak menggunakan alat musik kecapi) dan tidak lagi mengandung unsur mistis. (Dulu, pada waktu Dr. I. L. Nommensen datang ke tanah Batak, Gondang Bolon tersebut adalah salah satu kebudayaan yang sangat ditentang oleh Nommensen dari sekian banyak kebudayaan lainnya, karena dulu pemakaian Godang Bolon tersebut identik dengan magis atau mistik). Pertunjukan Sigalegale pun sudah menggunakan tali yang kemudian ditarik oleh dua orang dalang dan lima orang pemain musik.

Seiring dengan majunya zaman, apalagi di zaman sekarang ini, maka dengan sendirinya pemikiran manusia pun akan berubah, terutama dalam hal kebudayaan. Akhirnya, keinginan masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan Sigalegale pun semakin berkurang dan dalang yang memainkan Sigalegale ini pun berkurang menjadi satu orang dan alat musik yag digunakan pun menjadi alat musik yang sudah dikasetkan.

Bersambung >>> hal 1 | hal 3 | hal 4 | hal 5 | hal 6 | hal 7

  BeritaTerkait
  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak

    tahun lalu

    I. Pendahuluan   Tapanuli sebagai kampung halaman suku Batak memiliki berbagai cerita rakyat sebagaimana cerita rakyat yang dimiliki suku-suku lain di Indonesia.  Berbagai peristi

  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (2)

    tahun lalu

    Tidak ada sumber yang pasti untuk legenda Sigalegale ini. Banyak versi yang beredar untuk menceritakan legenda tersebut. Namun semuanya itu mengandung makna dan pesan yang sama. Untuk itu kami memi

  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (3)

    tahun lalu

    Akhirnya, ia mengumpulkan datu-datu besar sebanyak enam orang. (Menurut cerita dari Bapak Jimmy Sigiro, salah satu dari para datu yang membuat patung tersebut adalah marga Sinaga yang sampai saat i

  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (4)

    tahun lalu

    Di dalam sebuah kampung di Toba, terjadi duka yang sangat dalam karena putra, tunggal seorang pemimpin yang terpandang meninggal dunia. Ayahnya sangat terpukul, karena tidak ada lagi anaknya yang a

  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (5)

    tahun lalu

    Diciptakan sebuah boneka kayu yang diberi peran sebagai anak kandung almarhum. Di atas mata boneka tersebut, ditempelkan lumut berisi air dan jika ditekan akan mengeluarkan air, seakan-akan air mat

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online