Jumat, 12 Agustus 2016 13:35:00

Ada legenda Ular Menjadi Batu di Humbahas

BAGIKAN:
Abed Ritonga
Lokasi ular menjadi batu di Humbahas
Terletak di Dusun Parduaduaan Desa Sihas Tonga Kecamatan Parlilitan. Desa ini merupakan batas Kecamatan Parlilitan dengan Kecamatan Tarabintang Kabupaten Humbanghasundutan.
 
Kalau kita melakukan perjalanan ke Tarabintang dari Parlilitan, tersuguh pemandangan yang sangat indah, antara lain lereng gunung dan hutan yang asri serta dilengkapi dengan persawahan warga serta kebun karet di areal sekitar. Ini merupakan milik warga sebagai mata pencaharian di wilayah tersebut.
 
Sisi kiri menuju Tarabintang lewat Desa Sihas Tonga Kecamatan Parlilitan, terdapat pemandangan yang menakjubkan kembali yakni air terjun yang tingginya kira-kira 100 meter yang mengalir deras. Warga menyebutnya air terjun Cenduh. Di aliran air ini banyak terdapat Ihan Batak.
 
Di sekitar lokasi sungai ada legenda tentang ular menjadi batu. Pada sisi air terjun ada sebuah  batu besar dan panjang kurang lebih 30 meter . Konon, dahulu kala ada seekor ular besar yang memiliki kelakuan yang sangat kejam. Ular tersebut  membuat resah warga. Manusia sering menjadi korban ketika melewati jalan melintas Ke daerah  Tarabintang.
 
Raja Sigunja yang merupakan penguasa di daerah Papatar yang terkenal sakti. Konon ia ini bisa menghilang dan dan sangat dikagumi warga kehebatannya. Kenapa Raja Sigunja Terlibat dalam cerita ini? Suatu waktu putri Raja Sigunja menghilang dan tidak diketahui keberadaanya  .
 
Saat Raja melintas hendak mencari ke daerah Tarabintang, ia pun bertemu dengan ular raksasa itu. Raja bertanya pada ular tentang keberadaan putrinya, namun ditanggapi dingin dan menjawab tak tahu, Raja curiga putrinya dimakan sang ular. Dia lalu mengambil tombaknya dan sembari martonggo (berdoa) selama tujuh hari tujuh malam meminta petunjuk Yang Maha Kuasa bagaimana untuk membunuh ular raksasa tersebut.
 
Selesai martonggo Raja mendapat petunjuk dan ia segera menggunakan tombaknya menusuk sekitar kepala ular. Akhirnya ularnya mati dan beberapa lama kemudian menjadi batu. Konon jeruk purut yang digunakan dalam pemujaan itulah yang menjadi pohon jeruk purut yang masih kokoh berdiri di lokasi sampai sekarang.
 
Kemudian di lokasi matinya ular, mengalir air warna merah sampai sekarang  yang menurut warga sebagai bukti legenda tersebut dulunya benar-benar terjadi.Batu yang merupakan dahulukala menurut warga adalah ular sekarang membentang di sekitaran air terjun dengan panjang 20 Meter. Di sekitarnya, terdapat dua buah gua yang diyakini sebagai tempat persemedian Raja Sigunja. Konon sekali setahun di lokasi ini ada saja ayam yang selalu berkokok.(Abed Ritonga)
 
  BeritaTerkait
  • Wagub Nurhajizah Marpaung: Remaja Harus Jadi Pelopor Gerakan Memakmurkan Masjid

    7 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Wakil Gubernur Sumut Brigjen TNI Purn Dr Nurhajizah Marpaung SH MH mengharapkan para pemuda dan remaja menjadi pelopor menggerakan masyarakat ke Masjid. Hal ini dikatakan Wagub

  • Bishop GKPI Resmikan Koordinasi Wilayah VII untuk Dukung Perayaan Natal Nasional di Doloksanggul

    tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Bishop GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) Pdt Oloan Pasaribu MTh meresmikan wilayah VII yang meliputi Humbang Hasundutan - Tobasa – Samosir, dan sekaligus m

  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak

    2 tahun lalu

    I. Pendahuluan   Tapanuli sebagai kampung halaman suku Batak memiliki berbagai cerita rakyat sebagaimana cerita rakyat yang dimiliki suku-suku lain di Indonesia.  Berbagai peristi

  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    8 bulan lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Dirgahayu ke 14 Humbahas: Sekilas Sejarah Peran Serta Masyarakat yang Ada di Parserahan Atas Berdirinya Kabupaten Humbang Hasundutan

    5 bulan lalu

    Oleh: Gandhi PakpahanPARNADOS (PARSAHUTAON NAHUMALIANG DOLOKSANGGUL)PARNADOS yang berdiri pada tanggal 27 Januari 1995 mempunyai benang merah dengan PERNADOS yang berdiri sebelumnya dan wadah lain set

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online