KSP Makmur Mandiri
Jumat, 20 Juli 2018 15:28:00

Cerpen

"Kugenggam Asa dan Cita Bersama Cintamu Ibu"

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
AKU terlahir dari seorang wanita mulia bernama ibu.Seorang wanita yang kukenal sebagai sosok yang kuat, sabar dan tabah. Wanita yang kuanggap sebagai pahlawan hidupku.

Aku terlahir dari keluarga besar dilahirkan dengan keterbatasan ekonomi bahkan hidup prihatin namun aku bersama kelima saudaraku tetap mensyukuri apa yang ada pada kami.

Sejak aku kecil yang aku tahu ibuku bekerja keras, berbagai pekerjaan ditekuninya demi kelanjutan hidup kami anak anaknya. Ibuku ladang sebagai penjaja makanan kecil kecilan, berdagang apa saja yang bisa menghasilkan uang halal demi aku dan kelim saudaraku. Seorang ibu menafkahi keluarga ? Mengapa bukan bapak ? Sederet pertanyaan muncul dibenak. Bapakku seorang pengangguran sejak menikah dengan ibuku. Terkadang jika ada bisnis serabutan disitulah bapak bisa membantu ibu sedikit. Meski begitu ibuku tidak pernah menyesali perkawinannya dengan bapakku meski untuk menafkahi kami ibu harus banting tulang, sepanjang hari berjualan kalau tidak memulung barang bekas kadang  mengambil upahan jika ada orang yang membutuhkan tenaganya.

Ibuku selalu tersenyum meski rasa capek selalu menderanya, hampir tidak ada waktu baginya beristirahat selain jika sudah larut malam dan bangun sbelum subuh menyiapkan jualannya dan sarapan kami. Kerap bila aku terbangun tengah malam ibuku belum tidur masih mengerjakan pekerjaan rumah yang tidak tersentuh tangan keriputnya saat hari terang karena sibuk mencari nafkah.

Sering terdengar sayup ibuku berdoa sembari berurai air mata, kuintip dari beliau dari balik selimut tuaku beliau bersimpuh memohon kekuatan dari Tuhan, dalam doanya kudengar nama kami anak anaknya selalu disebut. Hal ini bisa kupahami bagaimana hancurnya hati seorang ibuku disaat beliau lelah menyaksikan pemandangan bapakku selalu pulang larut malam dan sering marah marah bila ibuku tak membuka pintu cepat cepat karena lama terbangun, tak jarang bapakku memukul ibuku jika bapak tak diberi uang beli rokok saat bapak tak memiliki uang.

Aku sangat bangga punya ibu yang meskipun profesinya sebagai pemulung dan penjaja makanan ibuku sangat bersemangat memotivasi kami agar sekolah setinggi tingginya. Beliau mengajarkan mengajarkan banyak hal tentang pentingnya pendidikan.
"Hidup ini adalah kesempatan dan perjuangan nak, usaha kita setiap saat pasti Tuhan perhitungkan, dan ibu yakin suatu saat perjuangan keras kita ini akan dijawab Tuhan. Semua air mata kita akan Tuhan ganti menjadi permata. Untuk otu apa dan bagaimanapun keadaan kita harus tetap bersyukur dan beraukacita, ibu menyayangi kalian anakku dan ibu percaya kelak kalian akan sukses," katanya.

Begitu bijaksana beliau menyikapi hidup,ketika saya bertanya bagaimana ibu bisa bertahan menghadapi karakter bapak yang selalu kasar dan marah marah, bagaimana ibu seorang diri banting tulang demi kami keenam anaknya, mengapa ibu harus bangun sebelum subuh lalu menyiapkan jualannya selesai berjualan beliau  ganti baju dengan baju compang camping mengais sampah sebagai pemulung karena beliau tahu sebagai penjaja makanan saja tidak akan cukup membutuhi keluarganya.

Setiap bagi raport disekolah ibuku sangat bangga karena keenam anak anaknya selalu dapat ranking. Jika hari H pembagian rapor beliau tidak memulung pulang berjualan, dia dengan bangganya akan tampil didepan barisan menerima hadiah bergantian dari ibu bapak guru kami.

Lalu usai mendampingi kami menerima hadiah juara dan berbagai prestasi kami ibuku kembali berkeliling berjalan kali memikul goni besar berisi barang bekas, berpanas panasan demi menyambung hidup dan menyekolahkan kami anak anaknya.

            *************
Kemauan dan motivasi ibu mendorong kami bersekolah menjadi alasan mengapa saya dan saudaraku semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan untungnya semua anak anaknya boleh lolos di PTN terbaik diindonesia seperti Unpad dan UGM bahkan UI, bahkan sewaktu SMA kami bersekolah di sekolah terbaik yang dimiliki negeri ini kini tanggung jawab ibuku semakin beratuntungnya seieing dengan itu bapakku mulai berubah dan membiayai kuliah kami. Ibuku tetap semangat mencari nafkah meski akhir akhir ini terkena asam lambung, penyakitnya tak membuatnya surut sedikit pun mencari nafkah. Beliau tetap berjuang.Ternyata begitu besar perjuangan ibu dari dulu hingga saat ini, selama 30 tahun beliau banting tulang untuk keluarga inidan itu bukanlah waktu yang singkat. Dari perjalanan ibuku mengambil ilmu beliau tentang perjuangan seorang ibu berhati mulia. Dia tidak pernah meninggalkan kami ketika bapakku kurang bertanggung jawab, ibu tetap semangat menyekolahkan kami meski hidup susah dan saki sakitan, beliau tetap semangat memberi motivasi bagi kami .

Brurrr, brurrrr..ponsel saya bergetar diatas meja kerjaku..duh tiba tiba saya tersadar dari lamunanku tentang ibuku dikampung halaman. Ibuku yang saat ini sudah bisa bahagia melihat kami anak anaknya sukses. Saya melihat ada panggilan dari kakak saya yang paling besar, Eca namanya. Dia seorang apoteker terkenal di kota ini. Banyak perusahaan farma yang menunggu dia untuk bersedia bergabung namun kakak ku ini memilih  sebagai pengusaha toko sembari bekerja sebagai tenaga ahli di sebuah perusahaan farmasi di ibukota Jakarta.

Kuangkat panggilannya di ponselku, kudengar suara nya yang lembut namun tegas dari seberang sana.

"Dek.. saya sudah boking tiket untuk kita semua anak anak mama. minggu depan kita pulang ke Tobasa, kita bantu mama membuat acara amal untuk orang kristen yang membutuhkan uluran tangan kita, saya sudah transfer dana 100 juta di rekening mama," terang kakakku.

"Siap kak..saya sudah siapkan 10 rekan dokter untuk bantu saya pengobatan gratis dalam acara amal itu," jawabku.

Tiba tiba saya dikejutkan suara adekku datang dari arah pintu.
"Telponan siapa kak ?" katanya.
"Bos," sahutku menyerahkan ponsel saya kepadanya,dia mengerti karena kami sering juluki kakak Eca dengan sebutan boss biar adik perempuan bontot kami Kapolres di Kupang namun tetap rasa hormat pada kakak tertua berkurang.

Kudengar mereka bercerita kutarik kesimpulan kami siap mendukung ibu kami melakukan pelayanan Tuhan setelah kami semua anak anaknya berhasil.

"Okey kak,saya sedang libur dua hari, saya bisa ikut, saya tidak ada tugas keluar negeri, sudah saya telpon ibu kalaw saya sudah siapkan dana untuk semua kegiatan amal sekaligus Kebaktian Kebangunan Rohani itu, bapak pendetanya sudah setuju," ujarnya.

Aku terharu, kuingat ibuku yang saat ini tidak pernah lelah melayani bersama bapakku dan tim pendeta, ibuku bersama tim berkeliling mengunjungi dan membantu orang orang tak mampu,beliau membantu siapa saja orang yang ditemuinya yang butuh bantuan, berkat yang ada padanya dan anak anaknya disalurkannya buat orang lain. Kini dimasa tuanya dia menikmati hidupnya dengan melayani orang susah dan berbagi dengan mereka.

"Terimakasih Tuhan , Kau telah memberi ibu yang luar biasa dalam hidup kami ibu yang baik dan tunduk pada Tuhan sehingga kami berhasil, terimakasih buat pertobatan bapakku," bisikku dalam hati sembari menitikkan air mata haru. Betapa ingin hari cepat berlalu aku ingin cepat cepat kekampung dan memeluk ibi dan bapakku bersimpuh dikakinya.

(Maria )
  BeritaTerkait
  • Nikson Silalahi, Membangun Kabupaten Dairi Lewat Pendidikan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sebagai anak dari seorang petani, Nikson Silalahi yang lahir dan besar di Parongil/Dairi merupakan anak kampung tulen. Dia penggemar olahraga bola kaki dan bulu tangkis yang k

  • Zulkaidah Harahap dengan Opera Batak

    2 tahun lalu

    PelitaBatak.com : Hiburan pementasan yang menghiasi perjalanan sejarah bangso Batak, opera batak, kini nyaris tidak dipentaskan lagi. Masuknya media televisi dan jejaring sosial, mengalihkan perhatian warga Bangso Batak dan masyarakat modern pada umumnya

  • Kopi Sidikalang Dipamerkan di MICF 2016

    2 tahun lalu

    Diungkapkan Akhyar, Indonesia merupakan negara terbesar ketiga penghasil kopi di dunia setelah Brazil dan Vietnam dengan produksi rata-rata sebesar 685 ribu ton per-tahun (8,9 %) Dari produksi kopi dunia. Saat ini ada 11 kopi Indonesia yang telah mempunya

  • Kalung Bunga Sambut Rombongan Gubernur di Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung

    tahun lalu

    Tarutung (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry  Nuradi bersama Ibu Evi Diana br Sitorus disambut penuh suka cita Ephorus HKBP  Pdt Dr Darwin Lumban Tobing di kantor Pus

  • Ini isi Lengkap Nota Keberatan Ahok di Pengadilan

    2 tahun lalu

    Jakarta Pelita Batak): Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Majelis Hakim yang saya muliakan, Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati, Penasihat Hukum dan Para Hadirin yang saya hormati, &

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb