Selasa, 14 Mei 2019 12:11:00

Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Aduhot Simamora Ajak 'Halak Hita' Dukung Protap

Aduhot Simamora
Medan (Pelita Batak):
Pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) menunggu dukungan semua stakeholder 'halak hita' untuk menuju pembangunan wilayah Tapanuli. Selain berkas secara administratif sudah lengkap, Protrap memiliki nilai sejarah dan perjuangan masyarakat Tapanuli.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua DPRD Sumut, Aduhot Simamora diminta tanggapannya mengenai munculnya kembali keinginan masyarakat untuk dicabutnya moratorium pemekaran Protrap dari Provinsi Sumut, Selasa (14/5/2019).

"Protap ini kan perjuangan yang sudah memiliki sejarah, tidak perlu lagi kita ragukan. Semua persyaratan administratif sudah lengkap. Kita harapkan sembari menunggu proses Pilpres, semua halak hita duduk bersama mendukung. Setelah presiden dilantik, kita harapkan moratorium sudah dicabut dan Pengesahan Protap masuk dalam prolegnas," ujar politisi Hanura tersebut.

Sejarah Protap, lanjut Aduhot, tidak juga terlepas dari peran Jenderal TNI Luhut Binsar Panjaitan yang sejak awal bagian dari perjuangan pembentukan Protap. "Kita harapkan juga dengan keberadaan Pak Luhut di pemerintah pusat akan bisa mendorong ini," ujarnya.

Disinggung dengan adanya upaya kelompok lain untuk memunculkan Provinsi Danautoba, menurut Aduhot ini adalah hanya upaya memecah konsentrasi pergerakan ini. Perlu dipahami, bahwa pembentukan dan pengajuan pemekaran sebuah provinsi tidak semudah membalikkan tangan. "Kurang kerjaan itu. Itu pasti mengganggu," katanya.

Bahkan, Aduhot mengatakan, dari 8 kabupaten yang digadang-gadang turut cakupan Prodato tersebut, tidak ada kepala daerahnya yang mau bergabung. "Itu tidak perlu dibahaslah. Mari duduk bersama untuk Prorap," katanya lagi.

Aduhot juga mengajak seluruh halak hita, untuk kembali merenungkan setiap kegagalan yang dialami Bangso Batak dalam setiap kontestasi politik. Akibat ketidak kompakan, bahkan kerap jadi dinilai sebagai peserta pelengkap saja bahkan di tingkat provinsi Sumut hanya karena tidak pernah bisa duduk bersama dan menjadi satu perjuangan.

"Kita buanglah dulu Hotel (hosom, teal, elat, late) itu. Mari kita pikirkan bagaimana untuk mendorong kemajuan di kawasan Tapanuli, tidak lagi menjadi daerah tertinggal," ajaknya.

Menurutnya, bagaimana cara memakmurkan bona pasogit harus menjadi prioritas. "Siapa yang akan memimpin nantinya disana, tidak perlu kita bahas sekarang, tapi kita fokus bagaimana caranya agar moratorium itu dicabut," ujarnya. (TAp)