Selasa, 04 Juni 2019 07:36:00

Segudang Cara Pemkab Taput Tarik Minat Pariwisata, Kali Ini Digelar Gebyar Seni Budaya

Taput (Pelita Batak):

Segudang ide kreatif digali dan dikembangkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) untuk meningkatkan nilai pariwisata di kawasan Bona Pasogit tersebut. Dengan harapan, kunjungan wisatawan akan bertambah dan perekonomian masyarakat bisa bertumbuh.

Kali ini, dengan bekerja sama dengan Komunitas Pecinta Pariwisata Seni dan Budaya (K2PSB) gelar Gebyar Seni Budaya di Panatapan Huta Ginjang Tapanuli Utara, Minggu (2/6/2019).

Gebyar seni Budaya tersebut bertajuk, Hutaginjang Art Festival. Kemasan acara ini dipelopori, siborong borong Creative in Art (SCAT) dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara.

Gebyar seni dan budaya ini, di isi berbagai kegiatan seni dan budaya, seperti, manortor, martumba, musik akustic, tari kreasi, menampilkan kepiawian berbagai group band bataktrio, sembari menikmati "PESONA INDAH BONAPASOGIT" dengan memandang dan menatap Danau Toba dari Huta Ginjang.

Adapun rangkaian acara Gebyar seni dan Budaya sembari menikmati indahnya pemandangan Huta gonjang, dimulai dengan, Penampilan oleh Trio SMP N 3 Pagaran, Tortor SMP N 4 Siborong2 borong, Gondang SMP 3 Pagaran.

Kemudian dilanjutkan dengan, Vocal Group SMP N 4 Siborong borong, Tortor Akper Tarutung, Dance kreasi Like Toba dan penampilan lagu viral Sayur Kol dari SMP N 4 Siborong borong memikat perhatian para pengunjung yang hadir di Gantole Huta Ginjang.

"Hutaginjang Art menggelar Festival ini dilaksanakan, dalam rangka, menggenjot daya tarik pariwisata. Dengan memperkenalkan potensi dan kekayaan alam, serta budaya masyarakat Batak," sebut Toni Pakpahan yang juga sebagai panitia acara.

Husor S, salah seorang pengunjung asal Pahae yang merantau di jakarta, seperti dirilisTransparannews mengatakan, bahwa Festival ini tidak hanya memberikan hiburan kepada masyarakat setempat. Namun, juga memikat semangat dari para pengunjung yang datang dari berbagai daerah untuk memandang keindahan danau toba.

"Ini akan menjadi salah satu media daerah dan pengunjung untuk mempromosikan tempat ini yang masih sulit dijangkau. Dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pariwisata dan mendukung percepatan Tapanuli Utara sebagai destinasi wisata," papar Husor S.

Kemeriahan festival ini dirancang secara bersamaan oleh Jannes Gultom, Toni Pakpahan, Warkopas dan Gompang Gultom dengan melibatkan Dinas Pariwisata Tapanuli Utara dan komunitas seperti Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa. (TAp|NT)