Kamis, 18 Juli 2019 12:12:00

Sebidang Tanah "Berpindah Tangan" Jadi Milik Kades, Warga Batangtoru Merasa Ditipu Ngadu ke Wartawan

Zul Helen Nainggolan
Tapsel (Pelita Batak) :
Zul Helen Nainggolan warga Batangtoru didampingi istri dan seorang anaknya mengadukan nasibnya yang merasa ditipu atas tanah miliknya yang menjadi lokasi proyek Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kepada wartawan di Padangsidimpuan, Rabu 17 Juli 2019, Zul Helen Nainggolan menuturkan kisah yang mengakibatkan tanahnya menjadi di hibahkan kepada Zulkarnaen Siregar (Kepala Desa Hapesong Baru).

"Awal masalah, kebun saya yang terletak di Desa Hapesong Baru di masuki sejumlah orang, Tanaman berupa kopi, coklat dan pisang di tebangi dan tanahnya di keruk tanpa sepengetahuan saya. Melihat hal itu, saya melarang dan menanyakan atas ijin siapa mereka berada di kebun milik saya itu," ujarnya.

Atas kejadian itu, Zul Helen mengaku melaporkan ke Polsek Batangtoru, tetapi tidak diterima dengan alasan katanya Kapolsek tidak sedang ditempat.

Singkat cerita, Zul Helen yang diketahui mengalami kekurangan penglihatan itu mengatakan terjadi mediasi di polsek Batangtoru antara ia dengan pihak dari dinas PU dihadiri Muspika dan beberapa kepala desa.

"Pada saat itu, disepakati pemberian pago pago atas bagian tanah saya yang dipergunakan sebagai lokasi pekerjaan proyek dan oleh pihak dinas PU akan diserahkan pada 4 Juli 2019," ungkapnya.

Pada 4 Juli 2019, bertempat di Kantor Camat Batangtoru, pihak dinas PU merealisasikan pago pago tersebut, namun disitu ia harus menandatangani sebuah surat yang awalnya ia memperkirakan surat itu hanya sekedar surat pernyataan tidak keberatan atas penebangan tanaman dan penggunaan lahan  kebun nya sebagai lokasi pekerjaan proyek pembangunan bak kontrol dan saluran irigasi (pipanisasi).

Namun ternyata surat yang ia tanda tangani itu adalah surat penyerahan/hibah sebidang tanahnya kepada Zulkarnaen Siregar (Kepala Desa Hapesong Baru) dengan beberapa orang saksi serta di tanda tangani Muspika Batangtoru.

"Mereka memanfaatkan kekurangan penglihatan saya sehingga saya merasa dijebak dan keberatan dengan isi surat itu. Saya tidak keberatan bila sebagian tanah saya dipergunakan untuk proyek pemerintah, tapi bukan untuk dihibahkan kepada seseorang," pungkasnya seraya berharap agar wartawan bersedia mendampingi nya untuk menuntaskan masalah yang ia alami. (Saut Togi Ritonga)