Jumat, 22 Maret 2019 13:06:00

Pengusaha Deklarasi Mendukung, Jokowi : Tunjukkan, Presiden Mana yang Ngecek Jalan Sampai 8 Kali

Dapat Dukungan dari 10.000 Pengusaha, Jokowi Diberi Helm Proyek
Jakarta (Pelita Batak):
 Bagi Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo, pembangunan infrastruktur sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi salah satu prasyarat agar Indonesia tak terjebak dalam perangkap negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Demikian isi pidato Jokowidalam acara deklarasi dukungan pengusaha pekerja pro-Jokowi di Istora Senayan, Jakarta pada Kamis malam, (21/3/2019). Jokowi menyatakan komitmen untuk terus memperhatikan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh di Indonesia.

Tidak dipungkiri Jokowi, dulu banyak yang meragukan komitmennya untuk membangun infrastruktur dari pusat sampai ke pelosok. Sehingga, dia nyaris tiap hari ke lapangan demi memastikan setiap program berjalan dengan semestinya. "Saya datang ke tol Trans Sumatera sudah 8 kali. Tunjukkan kepada saya, presiden mana yang ngecek jalan sampai delapan kali?" ujar Jokowi seperti diberitakan tempo.co.

Menurut Jokowi, jika presiden bisa turun sampai delapan kali, maka menterinya pasti datang 16 kali untuk memastikan target dan kualitas proyek tersebut berjalan. Dia menilai, memantau langsung adalah suatu keharusan agar tidak ada proyek yang mangkrak.

Tol Trans Sumatera telah di groundbreaking sebanyak tiga kali sebelum pemerintahannya, tapi tak kunjung rampung. Baru sekarang jalan tol itu bisa selesai dan membentang dari Lampung hingga Terbanggi Besar.

"Tol Trans Sumatera yang sudah operasional dari Bakauheni sampai Terbanggi Besar, sudah bisa dipakai. Nanti Juni (tersambung) sampai ke Palembang sepanjang 380 kilometer," ujar bekas Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurut Jokowi, pembangunan yang dilakukan pada periode pertama pemerintahannya belum cukup. Musababnya, pembagunan infrastruktur di Indonesia sudah sangat terlambat.

Dia menyebutkan, selama 40 tahun hingga 2014, Indonesia baru bisa membangun 780 kilometer jalan tol. Padahal, Malaysia selama periode yang sama telah memiliki 1800 kilometer jalan tol. Tiongkok bahkan telah membangun jalan tol sepanjang 280 ribu kilometer. "Inilah yang ingin kami kejar. Tapi memang bangun seperti itu ada pahitnya, pasti ada sakitnya, tapi ini obat bagi ekonomi ke depan," kata Jokowi.(TAp|TC)