Rabu, 12 Juni 2019 22:33:00

Penertiban Pedagang K5 di Padangsidimpuan Jangan Hanya "Seremonial"

Padangsidimpuan (Pelita Batak) :

Penegakan Peraturan Daerah terkait Daerah Milik Jalan (Damija) yang kerap di gunakan jadi lokasi pedagang kaki lima khususnya di seputaran Pasar Sagumpal Bonang hendaknya tidak hanya jadi kegiatan seremonial belaka.

"Di seputaran pasar Sagumpal Bonang, jangan Damija, badan jalan saja sudah menjadi lokasi pedagang kaki lima dan "pemandangan" ini bukan hal yang baru, sudah terjadi sejak lama namun hingga kini tak ada penertiban yang berkelanjutan," ujar aktifis Sutan Maruli Ritonga kepada wartawan di Padangsidimpuan, Rabu 12 Juni 2019.

Dikatakannya, Perda Kota Padangsidimpuan Nomor 41 tahun 2003 telah mengatur fungsi jalan dan peruntukannya sehingga tindakan pedagang yang berjualan di badan jalan dan trotoar jelas melanggar Perda dan juga mengganggu tertib lalu lintas.

Acap kali jalan seputaran Pasar Sagumpal Bonang terjadi kemacetan yang selain akibat pedagang di badan jalan, juga parkir kendaraan yang sering terlihat menggunakan kanan kiri badan jalan.

Kondisi badan jalan yang berlubang juga sering tergenangi air limbah pedagang tidak jarang menimbulkan bau tidak sedap.

Dikatakannya, tidak jarang pihak Pemko Padangsidimpuan melalui Satpol PP melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima pengguna badan jalan itu, dan terakhir dilakukan pada Selasa 11 Juni 2019, namun terkesan hanya seremonial belaka, sebab sehari sesudahnya, terpantau wartawan,  pedagang kaki lima kembali berjualan di badan jalan.

"Penertiban terhadap penggunaan badan jalan yang bukan peruntukannya dan penegakan perda 41 tahun 2003 hendak nya berkelanjutan dengan target tujuan akhir yang jelas untuk menciptakan Padangsidimpuan yang bersinar, bukan menjadi kegiatan seremonial yang rutin dilakukan setiap tahun anggaran yang mungkin saja hanya sekedar menyerap anggaran semata," pungkasnya. (Saut Togi Ritonga)