Sabtu, 09 Februari 2019 14:00:00

Marsekal Pertama TNI Raja Humuntal Manalu Beri Motivasi pada Mubes PTMBB di Medan

Laksamana Pertama Raja Humuntal Manalu memberikan motivasi saat Mubes PTMBB di Hotel Grand Kanaya Medan
Medan (Pelita Batak):
Marsekal Pertama TNI Raja Humuntal Manalu turut memberikan motivasi bagi peserta Musyawarah Besar Parsadaan Toga Manalu Boru Bere (PTMBB) Indonesia di Hotel Grand Kanaya Medan, Sabtu (9/2/2019). Mubes berlangsung sejak Jumat (08/02/2019) yang dihadiri perwakilan wilayah-wilayah yang ada di Indonesia.

Raja menyampaikan, sejak kecil ia terus termotivasi untuk membangun diri karena melihat kondisi kehidupan keluarga, termasuk keluarga Manalu. "Selama ini hanya Tuhan Yesus yang menjadi andalan saya, saya merasa sendirian," kata anak bungsu dari delapan bersaudara ini.

Dia mengaku bangga bisa selama ini menjadi pembicara bahkan di luar negeri, namun teristimewa ketika bisa berdiri dihadapan keluarga besar marganya sendiri. Menjadi seorang yang lahir dari keluarga Manalu, ia berharap keluarga Manalu menjadi kekuatan bagi seluruh keturunannya. 

"Kita harus kompak, jangan mau terkotak-kotak. Memang banyak hal yang bisa membuat kita terkotak-kotak, tapi saya pikir kalau kita sudah tidak apa-apanya terus kita tidak kompak, mau apa lagi?" kata pria kelahiran Desa Sibambanon Pakkat, Humbahas ini.

Hadir dalam Mubes ini, Ketua PTMBB Sumut Sabam Parulian Manalu, SE., Ketua PTMBB Medan Romein Manalu,ST, Ketua Panitia Mubes Eddi Manalu,SH, dan para panitia lainnya.

Kembali diingatkannya agar tidak terkotak-kotak seluruh keluarga Manalu. "Kita harus sepakat kompak, Manalu ya Manalu, kitalah yang bersaudara semuanya," katanya.

Dia menyebutkan bagaimana tema pelaksanaan Mubes yang mengusung "Membangun Masa Depan Manalu untuk Manalu Masa Depan" menjadi hal yang sangat baik. "Karena sudah saatnya, siapa yang pertama sekali mendapat informasi, maka dia yang akan memperoleh kemajuan," kata pria yang sudah mengikuti Lemhanas di Thailand pada waktu yang lalu.

Raja juga menyampaikan agar seluruh keluarga Manalu menggantungkan mimpi setinggi-tinggi nya. "Setelah kita buat visi atau mimpi, maka kita rumuskan bagaimana mencapainya," katanya. (TAp)