Rabu, 11 September 2019 12:06:00

Marga Situmorang Ambil Bagian dalam Pembangunan Pariwisata Danau Toba

Ketua Umum PSSAB Ir JB Siringoringo dan Ketua Umum Pantia Syukuran Revitalisasi Tugu, Edwin P Situmorang,SH,MH bersama yang lainnya saat meninjau proses revitalisasi
Medan (Pelita Batak):
Ribuan keturunan (Pomparan) marga Situmorang Sipitu Ama dari seluruh penjuru dunia akan turut memeriahkan Syukuran atas selesainya Revitalisasi Tugu Ompu Tuan Situmorang di Desa Parsaoran Urat, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir pada tanggal 13-15 September 2019. Ke depan tugu yang sebelumnya dimaknai sebagai simbol secara fisik saja, akan dikembangkan menjadi Taman Budaya yang menjadi tujuan wisata mendukung program pemerintah.

Revitalisasi tahap pertama yang menggunakan dana sekitar Rp 3 miliar itu, menjadi bukti kelanjutan kesatuan hati Pomparan Ompu Tuan Situmorang yang terus menyatukan hati dalam satu wadah Pomparan Situmorang Sipitu Ama dohot Boruna (PSSAB) yang kini sudah terbentuk 6 DPW dan 40 DPC di seluruh penjuru.

Dikatakan Ketua Umum Panitia Edwin P. Situmorang,SH.,MH pelaksanaan revitalisasi dilakukan bukan hanya memugar atau merehab bentuk tugu dari semula ke bentuk saat ini. "Proses revitalisasi tahap pertama ini, memakan waktu sekitar 2 tahun tiga bulan. Kenapa dikatakan revitalisasi. Bukan rehab atau pemugaran? Karena kita ingin meningkatkan makna tugu ini menjadi tugu namangolu (yang hidup), memberikan manfaat secara sosial budaya mendukung kepariwisataan, serta mampu memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar dan juga PSSAB," kata mantan Jaksa Agung Muda Kejagung RI ini kepada wartawan di Medan, kemarin.

Edwin yang juga bersama Ketua Umum PSSAB Indonesia Ir JB Siringoringo, Sekretaris St Drs Jonter Situmorang,STh, wakil bendahara Drs Edward Sihombing, mengatakan bahwa lewat kebersamaan seluruh keluarga besar PSSAB lah cita-cita besar ini bisa terwujud. "Situmorang adalah marga besar di pulau Samosir, kita juga ingin untuk bisa membantu pemerintah menjadikan Parsaoran Urat sebagai tujuan wisata setelah Tomok dan Pangururan. Wisatawan akan hadir untuk menikmati karya-karya seni budaya Situmorang dan Bona pasogit yang indah dan menawan di tepian danau Toba itu," katanya.

Besarnya berkat Tuhan di tengah-tengah keluarga PSSAB menurut Edwin, lewat berbagai profesi bahkan keahlian di bidang seni menjadi potensi besar bagi pihaknya untuk mendukung pembangunan dimaksud. Diperkirakan, revitalisasi tahap II akan menelan biaya Rp 10 miliar dengan harapan bisa berdiri sebuah kawasan yang dilengkapi dengan gedung teater, museum Ompu Tuan Situmorang dan fasilitas lainnya.

"Kita harus akui, berkat Tuhan melimpah bagi keluarga Situmorang. Ada tokoh di berbagai bidang seperti seniman, penyair, artis, musisi, pengusaha bahkan diberbagai posisi pemerintahan dari beberapa masa pemerintahan yang sudah berlalu hingga kini," kata Ketua Yayasan Sopo Marpikkir HKBP ini.

Kemudian ditambahkan Ketua Umum PSSAB Indonesia, Ir JB Siringoringo acara akan dibuka denga bakti sosial berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis dilanjutkan dengan Pagelaran Seni Dan Budaya Situmorang Sipitu Ama yang terbuka untuk umum. Perhelatan akbar ini ditargetkan disaksikan dua ribu warga yang merupakan keturunan Ompu Tuan Situmorang dan wisatawan yang sedang berada di pulau Samosir. Disebut Pagelaran Seni Dan Budaya Situmorang Sipitu Ama, dikarenakan yang akan dipertunjukkan adalah karya seni keturunan Ompu Tuan Situmorang seperti lagu ciptaan Nahum Situmorang, Buttora Situmorang, kemudian puisi karya Sitor Situmorang dan berbagai karya seni yang merupakan bagian kekayaan keturunan Ompu Tuan Situmorang.

"Juga akan dilakukan drama kolosal tentang sejarah perjalanan Ompu Tuan Situmorang hingga generasi yang ada saat ini yang berasal dari Samosir," ujar mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumut ini. Menurutnya kehadiran seluruh keturunan Ompu Tuan Situmorang akan menambah semangat persaudaraan dalam ikatan kekeluargaan sebagaimana pesan leluluhur.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai Jumat 13 September akan digelar pengobatan  gratis, 'Mambuat Tua Nigondang', Pagelaran Seni dan Budaya Situmorang Sipitu Ama. Sabtu, 14 September merupakan puncak acara diawali kebaktian, penyerahan revitalisasi tugu dari panitia ke DPP PSSAB, peresmian selesainya revitalisasi tugu, makan bersama, gondang/manortor. Minggu, 15 September diawali kebaktian, 'Mangan Sipitu Dai'.
Momentum ini menjadi catatan bersejarah bagi keturunan Oppu Tuan Situmorang. Undangan yang hadir diperkirakan empat ribu orang, dan untuk dresscode Pria mengenakan jas hitam/gelap, kemeja putih dan dasi merah; paniaran (nyonya situmorang) kebaya nuansa merah; boru mengenakan kebaya nuansa pink muda. Khusus tanggal 13 September, pakaian bebas.

"Ini adalah momentum bersejarah bagi kita, terlebih untuk melangkah lebih maju ke depan," ujar mantan Plt Bupati Pakpak Bharat itu.

Sementara itu, Sekretaris PSSAB, St Drs Jonter Situmorang mengatakan, dari 6 DPW dan 40 DPC PSSAB se Indonesia telah konfirmasi akan menghadiri acara tersebut. "Dimanapun keluarga besar Ompu Tuan Situmorang berada, mari kita sama-sama hadir dan berdoa bersama di bona pasogit," ujarnya.

Jonter menambahkan, para orangtua/keturunan Situmorang yang tinggal di Bona Pasogit, Urat untuk membuka diri dapat menyiapkan rumah masing-masing sebagai tempat menginap para undangan yang belum mendapat penginapan. "Mari kita tunjukkan kebersamaan 'na marhaha Maranggi' dalam syukuran ini agar marga Situmorang Sipitu Ama semakin diberkati Tuhan, kata Majelis Pekerja Simone (MPS) HKBP itu yang akrab dipanggil Pak Tom Parlaksus Jl Gandi Medan ini yang juga diamini Drs Edward Sihombing.(TAp)