Rabu, 12 Juni 2019 18:15:00

Laosma Purba Hibahkan Lahan untuk Pembangunan SMK Negeri di Pagaran

Gubsu Edy Rahmayadi dan Laosma Purba saat menerima ulos Batak.
Tapanuli Utara (Pelita Batak):
Tidak pemandangan jarang jika tokoh dan para orangtua di Tapanuli Utara getol dengan dunia pendidikan. Seperti yang dilakukan Laosma Purba, yang menghibahkan lahan seluas 2.000 meter persegi untuk pembangunan SMK Negeri Pagaran.

Dataran Tapanuli umumnya adalah orang-orang yang haus dan cinta akan dunia pendidikan. Meski bagi seorang gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi hal ini membuatnya kagum.

"Berani hibahkan tanah untuk kemajuan pendidikan adalah sangat luar biasa. Laosma Purba ini sebenarnya cocok menjadi gubernur dan bukan saya," kata Edy Rahmayadi mengapresiasi Laosma Purba, Rabu (12/6/2019).

Bagi warga Tapanuli Utara khususya suku Batak, pendidikan adalah satu-satunya cara untuk menempuh kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Hal itu jugalah yang ada dalam benak Laosma Purba, mau menghibahkan lahan seluas 2.000 meter persegi untuk pengembangan SMK Negeri Pagaran berjarak 20 kilometer dari Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit.

Rombongan Gubsu Edy Rahmayadi tiba di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit pukul 9.00 WIB dan langsung menuju lokasi SMK Negeri Pagaran.

Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat beserta pimpinan organisasi perangkat daerah Tapanuli Utara menyambut rombongan dan ikut menuju sekolah tersebut.

Edy Rahmayadi mengatakan, ke depan akan dilakukan perampingan jumlah SMA dan fokus pengembangan pendidikan SMK di 33 kabupaten kota di Sumatera Utara.

"Ke depan kita rencanakan perbandingan 70:30, antara SMA dengan SMK. Tetapi bukan SMK ecek-ecek ya," katanya.

Edy Rahmayadi mengingatkan semua pihak untuk selalu introspeksi diri, mengedepankan kepentingan masyarakat. Jangan mendahulukan egoisme pasca pemilihan umum.

"Kalau saya ikuti emosional saya saat pilgubsu yang hanya memperoleh 17 persen suara, tidak mungkin saya hadir di sini. Namun saya terpilih jadi gubernur adalah untuk mensejahterakan masyarakat Sumut," katanya.

Tidak luput Edy Rahmayadi mengapresiasi kemampuan putra Batak dari Tapanuli Utara yang berhasil berkarier seperti di dunia militer.

"Ada seperti Hinca Siburian, ada tiga orang Simbolon, dan tahun 2011 Hendrik Hutagalung berhasil meraih nilai yang tidak tersaingi. Mereka itu semua pintar-pintar. Dari tahun ke tahun putra Tapanuli berhasil masuk ke Akademi Militer. Namun semua itu adalah berkat jasa guru membimbing dan mengajar di sekolah. Hanya sayangnya putra Batak itu terakhir berpangkat mayor jenderal," kata Edy Rahmayadi disambut tawa undangan.

Pada akhir acara, tokoh masyarakat Pagaran menyerahkan ulos Batak jenis "Ragi Idup Sampe Sahala Raja" kepada Gubsu Edy Rahmayadi dan istri.

Diberikan juga ulos Batak "Ragi Idup Sampe Sahala Gabe" kepada penghibah tanah Laosma Purba. Penyerahan ulos Batak diwakili oleh Oppu Garuda Purba kepada dua pihak sebagai lambang penghargaan. (TAp|tgr)