Senin, 20 Agustus 2018 19:25:00

HKBP Pabrik Tenun Diminta Terapkan RPP Terhadap Ruasnya

Medan (Pelita Batak):
Dua tahun kerja berjalan sejak 06 November 2016 surat Hukum Siasat Gereja HKBP nomor 077/HKBP-PT/HI/R22/D.X-M.A/X/2016 yang ditandatangani Pdt Elier Mungkur, STh di HKBP Pabrik Tenun, belum ada tindaklanjut. Surat tentang gugatan cerai yang dilakukan oleh Riris Endang Sianipar, sesuai dengan Surat Keputusan Pengadilan Negeri Medan No.45/Pdt.6/2015/PN MDN yang telah menetapkan bahwa penggugat Ibu Riris Eva Endang Sianipar, SP dan tergugat cerai Eden Manalu,SE sudah bercerai.

Eden Manalu, SE (47) warga Jalan Priok Gang Subur No.12-B, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan  Petisah kepada wartawan, Senin (20/8/2018) mengatakan harapannya agar Parhalado melalui Pendeta Resort HKBP Pabrik Tenun untuk menindaklanjuti surat tersebut.

Sebab, lanjut Eden, sesuai aturan dan peraturan gereja HKBP maka Eva Endang Sianipar, SP harus dikenakan sanksi RPP oleh gereja, namun sudah 2 tahun berjalan, belum ada RPP yang dilakukan oleh pihak gereja terhadap Eva Endang Sianipar yang secara sah sudah bercerai.

"Kenapa surat yang telah dikeluarkan dan di tanda tangani oleh Pendeta Ressort tidak di tindak lanjuti," terang Eden Manalu.

Dijelaskan dia, sesuai dengan buku Hukum Siasat HKBP (Ruhut Paminsangan HKBP) halaman dua puluh tiga point O, yang menyatakan: "Sipabalion do halak na mangoloi sirang parsaripeonna tung pe na sirang sian pengadilan, ia so sinirang ni hamatean manang ala parmainanon".

Menurut informasi yang diterima dari Pak E Manalu, tidak ada tindakan dari surat yang sudah dikeluarkan oleh Gereja. "Saya merasa pendeta tidak menanggapi dan melaksanakan surat yang telah dikeluarkan oleh Pendeta sendiri, kenapa terhadap orang lain itu bisa terlaksana, sementara terhadap saya tidak dilakukan, ada apa?" ujarnya.

Tambah E Manalu lagi, sebelumnya, selama tiga kali dalam percakapan pengembalaan, dirinya menyatakan dengan rela dan senang hati bersedia untuk rujuk kembali, namun Riris Eva Endang, SP (Mantan Istri dari E Manalu) tidak bersedia dan tidak mau bersatu kembali.

"Sesuai surat yang dikeluarkan HKBP Pabrik Tenun Medan, berdasarkan keputusan Rapat Parhalado HKBP Pabrik Tenun pada hari Selasa, 25 Oktober 2016, setelah mempertimbangkan semua langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Parhalado, yaitu telah menjalankan pengembalaan selama tiga kali pertemuan, maka  dengan ini menjatuhkan Hukum Siasat Gereja (RPP HKBP) kepada Ibu Riris Eva Endang Sianipar, SP. Dan keputusan tersebut berlaku terhitung sejak surat tersebut di wartakan di Gereja HKBP Pabrik Tenun Medan pada tanggal 06 November 2016," terang  E Manalu.

Untuk itu, E Manalu meminta agar Pendeta Gereja HKBP Pabrik Tenun Medan segera melaksanakan RPP yang merupakan aturan dan peraturan yang sudah ada sejak lama di gereja tersebut. (TIm)