Senin, 21 Januari 2019 14:40:00

Apel Akbar, FSPTI-SPTI Sumut Tolak Hoaks dan Golput dan Coblos Jokowi

Sabam Parulian Manalu SE
Medan (Pelita Batak):
Sedikitnya 50.000 anggota Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-KSPSI) Sumtera Utara menyatakan perang terhadap hoax dan golput (golongan putih, tidak ikut mencoblos saat Pemilu). Secara serempak sikap tersebut diteriakkan pada aksi turun ke jalan di kawasan Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (20/1/2019).

Kesepakatan memerangi hoax dan golput dipimpin Ketua dan Sekretaris FSPTI-KSPSI Sumut, Sabam Parulian Manalu dan Timbul Limbong. Hadir di aksi ini seluruh ketua FSPTI-KSPSI kabupaten/kota se-Sumut dan sekitar 15.000 anggotanya.

"Sudah jelas pemerintahan sekarang banyak melakukan pembangunan nyata di seluruh Indonesia termasuk Sumut, tapi kenapa justru kebohongan yang disebarluaskan. Ini harus kita lawan," tegas Sabam.

Ungkapnya, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol di Sumut, sangat menguntungkan anggota mereka yang bekerja di sektor transportasi. Sebab arus perjalanan barang keluar atau masuk kian cepat.

Itu sebabnya dia memerintahkan seluruh anggota FSPTI-KSPSI untuk tidak golput pada Pemilu 2019. Seluruhnya diperintahkan datang ke tempat pemungutan suara menggunakan hak pilihnya. Pilihannya adalah mencoblos pasangan calon presiden nomor urut 01 atau Jokowi-Ma'ruf.

"Setidaknya 50.000 kepala keluarga anggota kami akan memilih Jokowi, itu pasti. Itu masih KK ya, jumlah sebenarnya pasti lebih banyak lagi," ujar Sabam.

Aksi di Lapangan Merdeka Medan hanya berlangsung kurang lebih satu jam. Saat ini massa sudah membubarkan diri, kembali ke daerah asal masing-masing. Direncanakan acara Apel Akbar guna mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf kembali dilaksanakan pada 1 Februari mendatang.(TAp|mdnbns)