• Home
  • Pendidikan
  • Untuk Kedua Kalinya Akademisi Internasional Paparnya Inovasinya di 2nd NICTE Nommensen
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 20 Juli 2018 12:26:00

Untuk Kedua Kalinya Akademisi Internasional Paparnya Inovasinya di 2nd NICTE Nommensen

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Dekan FT UHN Dr. Ir. Richard Napitupulu, MT foto bersama dengan para Keynote Speaker NICTE yang ke 2 setelah acara selesai
Medan (Pelita Batak):
Untuk keduakalinya Para akademisi internasional dari berbagai lintas negara seperti Taiwan, Jepang, Republik Ceko, Malaysia, RRT dan Indonesia memaparkan makalahnya dalam event bergengsi "Nommensen International Conference on Technology And Engineering yang ke-2" (2 nd NICTE) yang diselenggerakan oleh Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen (UHN) di Ruang Perpustakaan UHN, Selasa, (13/07/2018).

Melalui 2 nd NICTE ini kami ingin membuktikan bahwa UHN mampu menjadi fasilitator event yang bertaraf internasional seperti konferensi Internasional dalam bidang technology and engenering, kata Dekan Fakultas Teknik UHN Dr. Ir. Richard Napitupulu, MT di Ruang Perpustakaan UHN.

Dekan Teknik mengatakan empat keynote speaker yang kita undnag adalah ilmuan kelas dunia seperti Prof. Dr. David Herak dari CULS Republik Ceko, Prof. Dr. Badorul HIsham Abu Bakar dari USM Malaysia, Prof. Dr. Katsumi Suzuki, PhD dari Shizouko University Jepang, dan Prof. Shyn Leh Chen dari CCU Taiwan. Kita ingin bermain pada tataran global, dan kita akan terus melakukan ini secara berkelanjutan, tegas Doktor Teknik Lulusan UI ini.

Dekan FT ini juga mengatakan ada enam topik yang dibahas disini dari berbagai perguruan tinggi. Topik itu adalah 1) Civil and enviromental engeneering, 2) Mechanical and Engeneering and technology, 3) electrican and electronic Engeneering, 4) Material sciences and Engeneering, 5) Food and Agriculture Technology, dan 6) Informatic Engeneering and Technology.

Dalam sambutannya Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau mengatakan peran para ilmuan sangat berkontribusi dalam pembangunan. Bisa dibilang masa depan sebuah bangsa sangat tergantung sejauh mana bangsa tersebut bisa menguasai IPTEK. Saya rasa, dan saya tidak salah Jepang, Singapura, Korea Selatan harus kita akui sebagai negara maju. Saat ini mereka berada pada tataran 10 besar negara maju dengan kemampuan ekonomi yang sangat bagus. Tentu ini karena sumbangan IPTEK sehingga Jepang, Korea Selatan bisa mensejajarkan diri dengan Eropa, tegas Rektor UHN lagi.

Sementara Rektor juga menegaskan saat ini semua negara sedang membuka diri dengan adanya globalisasi. Pada era globalisasi sumbangan para ilmuan sangatlah besar untuk mendorong kemajuan bangsa-bangsa. Tentu harapakn kita semua bangsa saling mangisi, saling berbagi, dan saling mendorong atas dasar kebersamaan. Melihat peluang globalisasi  ini, UHN sangat menyadari betapa UHN perlu membangun hubungan kemitraan dengan para perguruan tinggi dari negeri luar untuk mendukung kemajuan pendidikan.

Rektor UHN sangat mengharapkan hasilnya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan ini mmebuktikan bahwa UHN adalah kampus yang sangat inovatif dan mampu beradatasi dengan kemajuan teknologi. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua para akademisi yang telah hadir dalam konferensi internasional ini sebagai sebuah wujud keinginan para ilmu berkontribsui dalam pembangunan yang berkelanjutan, tegas Rektor UHN yang lulusa S3 Jerman ini.

Sementara Sekretaris Yayasan UHN  Pdt. Dr. Pintor Teknologi mengatakan jangan kita sampai korban teknologi. Kita harus mengelola teknologi dengan baik dan benar untuk mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan. Kita juga harus mampu menggunakan teknologi untuk kemajuan bersama dan kemajuan bangsa. Saya bangga, dan kami sangat mendukung acara seperti ini karena ini adalah wujud nyata betapa UHN adalah kampus yang sangat mampu beradaptasi dengan teknologi, tegas Doktor Theologi lulusan Chichago USA ini. (TAp|*)
  BeritaTerkait
  • Museum HKBP: Terobosan Pendidikan dan Pariwisata

    2 bulan lalu

    Tarutung(Pelita Batak): Seminarium Sipoholon Kab. Tapanuli Utara, 4 Juli 2018, HKBP mengadakan Peletakan Batu Pertama Museum HKBP di Seminarium Sipoholon.  Pembangunan Museum ini sangat pent

  • Prof. Dr. Ir. Hasan Sitorus, MS Dilantik Dekan F. Peternakan Nommensen 2017-2021

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Diawali dengan acara kebaktian yang dibawakan oleh Pdt. TAP Simorangkir, S.Th, MM dengan topik penguatan pelayan akademik sebagai amanah di lingkungan keluarga besar Universitas

  • Akademisi Internasional Paparkan Makalah di NICTE Nommensen

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Akademisi internasional dari lintas negara seperti Taiwan, Jepang, Republik Ceko, Malaysia, RRT dan Indonesia memaparkan makalahnya dalam event bergengsi "Nommensen International

  • Edwin P Situmorang: Tugu Ompu Tuan Situmorang Tidak Sekedar Direnovasi

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Ketua Panitia Revitalisasi Tugu Ompu Tuan Situmorang mengatakan rencana revitalisasi yang dilakukan bukan hanya sekedar renovasi. "Tapi pomparan ompu Tuan Situmorang

  • Tobatak Festival Kembali akan Digelar di Open Stage Tuk Tuk Siadong

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Tobatak Festival adalah sebuah pagelaran konser musik yang melibatakan beberapa artis baik  dari Eropa maupun daerah dan akan mengutamakan musik/lagu Batak.  Pagelaran

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet