• Home
  • Pendidikan
  • UTS Insearch Mendorong Siswa Bangun Startup di Era Industri 4.0
KSP Makmur Mandiri
Senin, 19 November 2018 19:04:00

UTS Insearch Mendorong Siswa Bangun Startup di Era Industri 4.0

BAGIKAN:
tap|pelitabatak
Steven Tjan didampingi Stefani Sugiarto
Medan (Pelita Batak):
Sesuai dengan program presiden Joko Widodo, yang menginginkan semakin banyaknya Unicorn bermunculan di Indonesia, Universitas Teknologi Sydney (UTS) menjadi salah satu universitas terkemuka di Sydney, Australia yang mampu menjawab tantangan tersebut. Khususnya dalam menghadapi era industri 4.0 yang kini semakin semarak di Indonesia.

Untuk itulah, Steven Tjan, Managing Director dari Boga Group Jawa Timur bekerja sama dengan UTS Insearch memberi workshop kepada para pelajar SMA Indonesia. Khususnya untuk mendukung mereka membangun pengetahuan dan memberikan pengalaman untuk ambisi startup sehingag dapat mengkapitalisasikan peluang di era industri 4.0 dan juga industri digital.

Kini, perusahaan startup dan usaha berorientasi teknologi yang berkembang pesat, bahkan organisasi besar mengalami transformasi digital dengan ambisius, banyak yang secara aktif mencari kerja sama dengan perusahaan startup digital yang menjanjikan. "Presiden Jokowi mengharapkan agar Indonesia bisa menghasilkan lebih banyak unicorn, mengikuti keempat perusahaan rintisan yang bernilai lebih dari Us$1 miliar seperti Tokopedia, Go-Jek, Traveloka dan Bukalapak," kata Steven Tjan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Medan didampingi Manajer Mitra Regional untuk UTS Insearch Stefani Sugiarto, Tanya Tresnasari General Manager Golin, dan Gabriela Gunawan di JW Marriot Hotel Medan, Senin (19/11/2018).

"Untuk menjadi wirausahawan yang berhasil, Anda harus memiliki minat tentang apa yang sedang Anda kerjakan," kata Steven. Memotivasi diri sendiri menjadi hal utama. Namun semua itu, pria yang kini telah memiliki sedikitnya 45 toko dan rumah makan di Indonesia, pendidikan yang diekcapnya di UTS sagat membantunya.


Steven Tjan didampingi Stefani Sugiarto berdiskusi dengan para jurnalis

Selain ilmu di UTS, Steven mengatakan, seorang wirausahawan harus terlebih dahulu bekerja dengan orang lain. "Kita harus belajar di lapangan, bagaimana bekerja sebagai tukang cuci piring, tukang bersih-bersih, harus kita lalui," katanya.

"Cari kesempatan untuk terus belajar, dan imbangi dengan pengalaman profesional sebelum kalian mulai sebuah bisnis. Sebab, tantangan terbesar untuk sebuah startup adalah menghasilkan profit, tetapi untuk tetap dapat bertahan, setiap pengusaha harus menghasilkan profit yang berkelanjutan," katanya.

Menurut Steven, sukses kini yang dicapainya tentu sudah beberapa kali jatuh dan bangkit lagi. Kerja sama dengan orang lain, katanya, harus jelas point yang dijadikan kerja sama, sehingga di perjalanan bisnis bisa dilakukan dengan jelas. "Harus jelas perjanjiannya, apakah itu hitungan saham dan pembagian hasil dan laba," kata lulusan UTS Business School jurusan Teknologi Informatika dan Keuangan tersebut.

Kemudian dikatakan  Stefani Sugiarto, edukasi merupakan langkah awal menuju kesuksesan. "Bisnis adalah area yang dinamis untuk dipelajari karena dapat memperluas bidang karir setiap orang. baik bekerja dalam perusahaan besar, atau menjadi bagian dari perusahaan startup yang inovatif, atau menjadi wirausaha," ujar Stefani.

Dijelaskan Stefani, S1 dalam jurusan bisnis di universitas Teknologi Sydney salah satu program sarjana yang paling banyak dikenal. Program ini menawarkan beragam jurusan, sub-jurusan dan pilihan sehingga siswa dapat menyesuaikan studi mereka dengan minat dan ambisi mereka.

UTS Insearch merupakan jalur perkuliahan menuju UTS, setelah memiliki minat yang kuat dari mahasiswa Indonesia yang ingin belajar bisnis, dan sekarang mengajar Diploma Bisnis di Sydney dan dalam kemitraan dengan UniSadhuGuna Internastional College (UIC College) di Jakarta.
"Program UTS Insearch sangat unik, kami bekerja untuk menanamkan pola pikir tertentu pada siswa kami-mengembangkan keterampilan yang kuat dalam berpikir kritis, memecahkan masalah dan berinovasi. Setelah siswa mengembangkan dasar dalam pemikiran lateral dan bidang pengetahuan utama, mereka akan lebih siap untuk berhasil di UTS dan seterusnya," kata Stefani. (TAp)
  BeritaTerkait
  • Saran Untuk Wirausahawan Muda: Terus Belajar, Pengalaman & Fokus

    3 minggu lalu

    Medan (Pelita Batak):Steven Tjan, Managing Director dari Boga Group Jawa Timur bekerja sama dengan UTS Insearch, jalur perkuliahan untuk Universitas Teknologi Sydney dalam memberikan sesi workshop kep

  • Huawei Undang 15 Mahasiswa Terbaik Indonesia ke Tiongkok

    2 tahun lalu

    Shenzhen(Pelita Batak): PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka, untuk keempat kalinya kembali mengajak 15 mahasiswa

  • Hari Buruh 1 Mei 2017: Berserikat Sekarang atau Celaka Nanti!

    2 tahun lalu

    Lanskap industri media berubah cepat seiring dengan perkembangan teknologi digital, termasuk di Indonesia. Di Amerika Serikat saat ini sudah ada robot yang sudah menulis berita lebih dari 1 miliar.

  • Gali Potensi, USM Indonesia Gelar Diskusi Digital Preneur

    9 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Universitas Sari Mutiara Indonesia (USM-Indonesia) yang kini terus ikut berlomba di dunia pendidikan tinggi di Indonesia terus berbenah diri. Mampu memberikan kontribusi bagi duni

  • Akhyar Nasution : Wonderful Culinary & Shopping Festival Merupakan Wujud Visi Kota Medan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : “Kegiatan Wonderful Culinary & Shopping Festival ini merupakan salah satu dari perwujudan visi Bapak Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi. Yakni ingin mencip

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb