KSP Makmur Mandiri
Kamis, 05 Juli 2018 20:52:00

Rektor UNTARA Sumut Diduga Sengaja Hindari Wartawan

BAGIKAN:
Aries Fernando Manalu|pelitabatak
Bangunan yayasan Carnegie School dan Kampus UNTARA di Jalan Tuasan Nomor 4, Pasar III Krakatau Medan.
Medan (Pelita Batak) :
Rektor dan Humas Universitas Dian Nusantara (UNTARA) menggelak dikonfirmasi awak media, Kamis (5/7) sore.  Pantauan awak media dilapangan, salah satu berbadan tinggi dengan mengenakan pakaian coklat datang ke UNTARA. Kampus UNTARA satu yayasan dengan Carnegie School di Jalan Tuasan Nomor 4, Pasar III Krakatau Medan.

Pihak Security yayasan Carnegie School/UNTARA Sumut Erik menjelaskan yang berbadan tinggi dengan mengenakan pakaian Coklat itu Kepala Sekolah (Kepsek) Carnegie School menyebutkan Kampus UNTARA sudah tidak di sini lagi, di sini hanya Sekolah  Carnegie School. 

Jadi, kalau media mau bertanya langsung ke Kampus I, UNTARA pusat yang terletak di Jalan Jamin Ginting Nomor 1, Kelurahan Laucih, Kecamatan Medan Tuntungan. Nggak berapa lama seorang ibu guru Pegawas Siswa (BP3) Sekolah Carnegie School bertanya kepada media, kenapa anda Foto yayasan ini. 

Awak media, langsung menanyakan kepada seorang guru BP3 yang tidak ingin disebut namanya. Bahwa Kampus UNTARA masih di sini, keterangan Security itu tidak benar. Jadi mohon dimaafkan iya ....," kata seorang ibu guru BP3 yang tidak ingin disebut namanya. 

DPP Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pemantau Pembangunan Indonesia (LP4I) Sumatera Utara, menuding Pendidikan Tinggi di daerah Kopertis Wilayah I Sumatera Utara, tidak profesional dalam melakukan pemantauan Perkembangan Pembangunan Pendidikan Indonesia.

Buktinya, Ketua DPP LSM LP4I, Frisdarwin bahwa ada salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang telah menerima Mahasiswa jalur Cepat (Tamat) tanpa Kuliah.

Berdasarkan informasi yang diterima LSM LP4I ditemukan bahwa diduga Universitas Dian Nusantara (UNTARA) yang berada di Jalan Jamin Ginting, Keluahan Laucih, Kecamatan Medan Tuntungan memiliki 2 jurusan yang Akreditas yang sudah tidak ada lagi (Nonaktif) tetapi bisa mengeluarkan Sertifikat Tamat Kuliah, kedua jurusan tersebut yakni Jurusan Teknik Mesin dan Jurusan Teknik Informatika.

Dalam surat permohonan penyelidikan yang di layangkan pihak LSM LP4I ke Ditreskrimsus Polda Sumut pada Senin (2/7) lalu, tertulis bahwa berdasarkan hasil wancara LSM LP4I kepada PTS UNTARA  terdiri dari III Kampus diantaranya Kampus I beralamat di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Laucih, Kecamatan Medan Tuntungan, Kampus II di Jalan Tuasan Pasar III Krakatau Medan (Kampus /Sekolah Carnegie Campus) dan Kampus III, di Jalan Gagak Hitam Medan.

Temuan LSM LP4I dilapangan, bahwa Universitas Dian Nusantara (UNTARA) akan melaksanakan Yudisium atau Wisuda pada bulan Juli 2018 dan LSM LP4I memperoleh data nama - nama Mahasiswa yang akan di Wisudakan pada bulan Juli 2018 ini.

Berdasarkan hal hasil investigasi tersebut, LSM LP4I menjelaskan hasil wawancara dengan beberapa Mahasiswa diantaranya Wira Nataniel Manurung terdaftar pada jurusan Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer pada Kampus UNTARA dan telah tampil di PDPT Dikti dengan NPM Tahun Akademik 2012, sementara Mahasiswa tersebut dari mulai tahun 2013 - 2017 terdaftar pada STMIK Budi Darma.

Dalam hal tersebut, Ketua Umum LSM LP4I mempertanyakan, apakah Mahasiswa ini bisa di Wisuda pada Juli 2018, sedangkan Akreditas UNTARA sudah Nonaktif.

Kemudian, dalam suratnya, Ketua Umum LSM LP4I menjelaskan Rektor UNTARA melaksanakan Wisuda pada bulan Juli 2018 ini, maka perbuatannya itu dapat dikategorikan telah melanggar SK Dirjen Dikti Nomor 304/Dikti/Kep/1998, tanggal 18 Agustus 1998 dan UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional) Bab XX Ketentuan Pidana Pasal 67, (1) Perorangan/Organisasi atau penyelenggara pendidikan yang memberikan Ijazah, sertifikat Kompetensi, gelar akademik, profesi, atau Vokasi tanpa hak dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 1.000.000.000.

Selain itu, Ketua Umum LSM LP4I meminta Direktur Reskrimsus Polda Sumut, untuk melakukan penyelidikan antara lain, 
l. Apakah benar Universitas Dian Nusantara (UNTARA) menerima Mahasiswa jalur cepat (Tamat) tanpa kuliah, apakah hal ini ada diatur dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional).

2. Apakah benar bahwa jurusan Teknik Mesin dan Teknik Informatika Akreditasinya telah Nonaktif dan kalau itu benar, apakah rektor tetap berani melaksanakan Wisuda maka perbuatannya itu patut diduga telah melanggar SK Dirjen Dikti Nomor 304/Dikti/Kep/1998, tanggal 18 Agustus 1998 tentang bagi program studi yang sudah Terakreditas dan dapat melaksanakan proses belajar mengajar secara mandiri sampai dengan penerbitan Ijazah.

3. Menyelidiki apakah Akreditas jurusan Teknik Mesin dan jurusan Teknik Informatika telah di Nonaktif.

4. Menyelidiki Mahasiswa WMN, apakah benar mulai tahun 2013 - 2017 terdaftar pada STMIK Budi Darma dan sejak kapan mendaftar di Kampus UNTARA dan apakah benar telah tampil di PDPT Dikti dengan NPM tahun 2012.

Serta menyelidiki para Mahasiswa pada daftar terlampir, sejak kapan mereka mendaftar di Kampus UNTARA, apakah para Mahasiswa ini telah tampil di PDPT 'Dikti dan NPM' tahun berapa.

Memanggil Rektor Universitas Dian Nusantara (UNTARA), Kepala bagian PDPT Kopertis Wilayah I Sumatera Utara, Koordinator Koperti Wilayah I Sumut dan memanggil para Mahasiswa tersebut pada daftar nama - nama Mahasiswa terlampir yang berdomisili diluar Provinsi Sumatera Utara dan mempertajam kapan mereka melakukan perkuliahan di Universitas Dian Nusantara (UNTARA).

Hasil penelusuran awak media di Ditreskrimsus Polda Sumut, Rabu (4/7) bahwa surat permohonan penyelidikan yang dilayangkan pihak LSM LP4I ke Ditreskrimsus Polda Sumut pada Senin (2/7) lalu, sudah sampai meja penyidik Unit III Subdit IV/Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut, "Suratnya sudah masuk, tapi belum diperiksa penyidiknya," ujar salah satu staf Ditreskrimsus Polda Sumut.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja ketika dikonfimasi awak media, Rabu (4/7), melalui pesan singkat WhatsApp menyebutkan bahwa akan mengecek dan koordinasikan tentang surat itu. 

"Ya, kita akan cek dan koordinasikan tentang surat itu," jawab Tatan.(Aries)
  BeritaTerkait
  • Klarifikasi Berita dari Universitas Dian Nusantara Carnegie Campus

    5 hari lalu

    Medan (Pelita Batak):Pihak Universitas Dian Nusantara Carnegie Campus dan Carnegie School melayangkan surat klarifikasi terhadap pemberitaan PelitaBatak.com yang terbit pada 5 Juli 2018 dengan judul &

  • Lagi, Rumah Wartawan di Medan Diteror Sejumlah Pria Tak Dikenal

    2 tahun lalu

    Rumah seorang wartawan salah satu media cetak di Medan, Sumut didatangi oleh sejumlah orang tak dikenal dan diduga sengaja membuat teror, Kamis (18/8) malam. Kejadian ini disebut-sebut berkaitan dengan pemberitaan di media yang ditulis wartawan, Wondo, ya

  • Penanganan Kasus Dugaan IPAL Oknum Anggota DPRD Humbahas 'Dipeti Es-kan'

    2 tahun lalu

    Surat Perintah Penyidikan yang dikeluarkan Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap dugaan perbuatan yang dianggab merugikan Negara diduga sengaja 'diperpanjang' penyelesaiannya hingga kurun waktu 9 tahun sejak diterbitkan. Hasi

  • Terkait Kasus Mangkrak Bupati Simalungun, KPK Kordinasi dengan Polri

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung, untuk menelusuri kasus dugaan korupsi menyangkut B

  • Kombatan dan Tim Kuasa Hukum Djoss Laporkan Penyebaran Fitnah ke Polda Sumut

    6 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) Sumatera Utara (Sumut) didampingi Tim Kuasa Hukum Djarot-Sihar (Djoss) menyambangi Polda Sumut untuk membu

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb