KSP Makmur Mandiri
Jumat, 12 April 2019 19:05:00

Poltekpar Medan Review Kurikulum Baru

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian serius Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan. Penguatan kurikulum dilakukan. Caranya, dengan melakukan Review Kurikulum Pembelajaran. 

Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kemampuan SDM dengan kebutuhan Industri dan Kemampuan Entrepreneurship

Langkah yang diambil Poltekpar Medan, mendapat respons positif dari Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, NI Wayan Giri Adnyani.

"Saya senang dengan kondisi saat ini dan pembangunan yang dilaksanakan di Politeknik Pariwisata Medan," ujar Ni Wayan Giri, saat tiba di Kampus Poltekpar Medan, Jumat (12/4).

Poltekpar Medan melaksanakan Review Kurikulum Tahap III. Tujuannya, untuk menciptakan kurikulum 7 (tujuh) program studi  yang mempunyai payung hukum. Dan rencananya untuk diterapkan pada tahun ajaran baru 2019/2020.

Dijelaskan Ni Wayan Giri Adnyani, hal ini merupakan tuntutan penggunaan kurikulum yang mutakhir. Serta, sesuai dengan kebutuhan industri dan harus menyesuaikan dengan Mutual Recognition Agreement on Tourism Professionals (MRA TP).

"MRA TP menjadi acuan pengembangan SDM pariwisata di Indonesia. Agar, SDM yang dihasilkan lebih kompetitif di pasar internasional, terutama pasar SDM pariwisata ASEAN," terangnya.

Tuntutan review dan pengembangan kurikulum ini juga sejalan dengan program Poltekpar Medan. Terutama dalam bidang akreditasi kampus berskala nasional (BAN PT, AIPT) dan internasional (ISO 9001:2015 dan Tedqual).

Selain itu, sesuai juga dengan arahan Menteri Pariwisata. Yaitu, mahasiswa yang lulus harus mampu menjadi seorang entrepreneur muda. Sehingga, review kurikulum ini dimaksudkan juga untuk menambahkan kurikulum kewirausahaan dalam proses pembelajaran. 

Dalam kegiatan review kurikulum ini, Politeknik Pariwisata Medan mengundang narasumber Dosen Jurusan Entrepreneur dan bergabung dalam Tim learning Center di Universitas Ciputra, Endrotomo. Beliau juga merupakan Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan Tinggi, Tim Penyusun SN Dikti 2014, Tim Penyusun KKNI, Belmmawa Kemenresdikti 2005-2017.

"Saat ini perkembangan  dunia sangat pesat, kita harus siap untuk selalu berubah (dinamis), melakukan penyesuaian dengan situasi yang berkembang dan harus memanfaatkan teknologi untuk membantu kita mensukseskan pekerjaan dan target yang diberikan," tambah Ni Wayan Giri. 

Beliau menambahkan, Poltekpar Medan juga merupakan salah satu stakeholder yang bertugas dalam perkembangan Geopark Danau Toba. Oleh karena itu, ia berharap Poltekpar bisa memaksimalkan pemanfaatan Geopark Toba bagi pendidikan. 

Dalam pertemuan ini beliau menyampaikan juga bahwa masih ada 8 tugas yang harus diselesaikan untuk pencapaian Danau Toba sebagai salah satu Geopark UNESCO. 

Apalagi, Menteri Pariwisata sudah berkomitmen untuk membantu menyelesaiakan tugas ini. Dan salah satu yang telah dilakukan adalah mengirimkan surat kepada UNESCO untuk menyatakan kesiapan Indonesia untuk bersungguh-sungguh melakukan 8 tugas tersebut. 

"Seluruh stakeholder seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Badan Pengelola Geopark, BPODT, Politeknik Pariwisata Medan, Dinas Pariwisata Provinsi, Dians Pariwisata Daerah di Kawasan Pariwisata Danau Toba dan stakeholder lain yang terkait, harus bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata untuk menyelesaikan tugas ini," ajak Ni Wayan Giri.

Sedangkan Direktur Politeknik Pariwisata Medan, Anwari Massatip, mengatakan pihaknya akan memaksimalkan semua potensi yang ada.

"Untuk saat ini kami akan memaksimalkan apa yang bisa kami lakukan sebagai dosen atau pejabat. Khususnya, dalam menyiapkan dan mengkondisikan materi dan kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri sehingga saat lulus mereka sudah siap bersaing di dunia luar. Kami juga menyiapkan kurikulum kewirausahaan dalam pembelajaran mahasiswa dan siap mendukung geopark Toba," tutur Anwari Massatip.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, sangat berharap Poltekpar Medan bisa menghadirkan SDM-SDM pariwisata yang berkualitas.

"Perbaikan dan penyesuaian harus terus dilakukan. Karena kita ingin mendapatkan SDM berkualitas. Sebab, kita ingin SDM kita bisa berkulitas secara global, maka mereka juga harus mendapatkan materi dan bersaing secara global," ucapnya.(TAp|*)
  BeritaTerkait
  • Pendidikan yang Berbudaya Lokal

    3 tahun lalu

    Mengingat masa lalu untuk memetik sejumlah pelajaran kemudian menjadikannya bekal dalam upaya meningkatkan kualitas hidup merupakan tindakan bijak dari seseorang yang  menginginkan masa depan.

  • Mahasiswa Baru Darma Agung Ikuti MOM

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Universitas Darma Agung (UDA) mengadakan Masa Orientasi Mahasiswa (MOM) pengenalan kampus  yang diikuti seluruh mahasiswa baru tahun ajaran 2017/2018 di Hermina Hall, Jumat

  • Belajar jadi lebih menyenangkan dengan Advan Sekolah

    3 tahun lalu

    Medan(Pleita Batak): Biaya buku cetak mahal dan menjadi beban juta-jutaan orang tua di Indonesia, bahkan di daerah-daerah luar Jakarta bisa lebih mahal lagi (karena pengiriman) harga buku sekolah v

  • Pelantikan PPNI, Gubernur Harapkan Perawat Mumpuni Dalam Pelayanan Kesehatan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi berharap agar perawat di Sumut mumpuni (melaksanakan tugas dengan baik, menguasai keahlian, kecakapan serta ketrampilan) sebagai pengemban tugas yang mulia yakni dalam hal memberikan pe

  • Koordinator Kopertis Wilayah I Apresiasi FE UNPRI

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Koordinator Kopertis Wilayah I, Prof Dian Armanto MSc MA PhD memberi apresiasi kepada Fakultas Ekonomi UNPRI yang telah menggelar seminar kewirausahaan hingga ketujuh kalinya. Dirinya berharap kedepan Fakultas Ekonomi UNPRI dapat

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb