KSP Makmur Mandiri
Minggu, 28 Januari 2018 18:07:00

Mari Kuliah ke Taiwan: Banyak Beasiswa Ditawarkan

BAGIKAN:
Ist
Flemming Panggabean
Laporan: Flemming Panggabean, Taiwan

Sumatera Utara merupakan suatu wilayah provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki banyak sekali potensi sumber daya manusia yang cemerlang. Tentunya hal ini tidak lepas dari peran dunia pendidikan dan keseriusan dari warga Sumatera Utara untuk mau terus belajar dan belajar. Bila dicermati dari segi minat terhadap pendidikan, warga Sumatera Utara sudah sangat dikenal dengan keseriusannya memberi perhatian khusus kepada anak-anaknya agar bisa mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya.

Etnis Batak Toba misalnya, memiliki satu motto khusus yaitu Anakhon hi do hamoraon di ahu yang secara filosofis memiliki arti "Anakku adalah harta yang paling indah dalam hidupku". Hal ini pula lah yang menggugah hati dari seorang komponis Batak ternama yaitu Nahum Situmorang untuk menggubah sebuah lagu dengan judul tersebut. Dalam lagu itu diceritakan perjuangan orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Lagu Anakhon hi do hamoraon di ahu ini tentu sangat menginspirasi tidak hanya bagi masyarakat Batak namun juga bagi siapa saja untuk menyekolahkan anaknya semaksimal mungkin. 

Untuk mewujudkan motto tersebut, tidak sedikit orang tua yang mengirimkan putera puteri nya dari daerah untuk melanjutkan studinya ke kota kota besar seperti Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta dimana terdapat kampus-kampus negeri dan swasta ternama yang menawarkan program studi pilihan yang relevan dan mendukung bagi cita-cita dan masa depan mereka kelak. Dan seperti kata pepatah no pain, no gain, maka bagi mereka yang sungguh-sungguh belajar, alhasil akan mendapatkan keberhasilan di dalam studinya dan penyerapan mereka di dunia kerja pun akan sangat cepat. 

Selama studi di rantau, tidak sedikit pula diantara mereka yang hanya mengandalkan uang kiriman dari orangtua di kampung yang terkadang sangat jauh dari cukup untuk membiayai hidup sehari hari dan untuk keperluan kuliah lainnya. Namun, seorang bernama Susi Sianturi asal Tapanuli Utara membuktikan bahwa dia berhasil menamatkan kuliah S1 nya dari IPB sambil berjualan pisang goreng, dan kemudian lulus S2 dari kampus yang sama dengan predikat cum laude dengan mendapatkan beasiswa DIKTI.

Berbicara mengenai peluang beasiswa, pada dasarnya ada banyak sekali tawaran beasiswa baik dari dalam maupun luar negeri. Sebagai contoh, Negara Taiwan (nama resmi: Republic of China), merupakan sebuah negara yang banyak memberikan kesempatan kepada pelajar internasional untuk bisa lanjut studi sambil mendapatkan beasiswa yang jenis nya juga sangat bervariasi, mulai dari beasiswa parsial sampai beasiswa penuh. 

Negara Taiwan sempat menjadi populer di tanah air Indonesia sekitar awal tahun 2000 melalui drama nya berjudul "Meteor Garden" yang dibintangi F4. Drama Meteor Garden ini menceritakan tentang kisah cinta seorang mahasiswi kampus bernama San Chai yang sedang berkuliah di kampus elit, indah dan megah yang dimiliki oleh orangtua dari empat orang anak orang kaya, yang membetuk geng F4, yang juga berkuliahan di kampus tersebut.

Sementara itu, dari segi kuantitas dan kualitas, di Taiwan terdapat banyak universitas baik negeri maupun swasta dengan keindahan serta lengkapnya fasilitas seperti asrama, sarana olah raga (indoor dan outdoor), laboratorium eksperimen serta perpustakaan lengkap dengan koleksi buku dan akses jurnal internasional. 

Di samping itu, predikat yang dimiliki Taiwan sebagai salah satu Negara Macan Asia juga memberikan satu nilai plus tersendiri bagi mereka yang punya niat untuk melanjutkan studi di negeri Formosa yang indah ini (Formosa: sebutan untuk Taiwan yang artinya negeri indah pada masa pendudukan Portugis). 

Tambahan pula, Negara Taiwan merupakan negara yang sangat aman karena terpasang kamera CCTV di setiap sisi jalan, di gedung-gedung, di transportasi umum serta polisi yang berpatroli 24 jam. Dan yang tidak ketinggalan adalah sistem asuransi kesehatan nasional Taiwan merupakan salah satu yang terbaik di dunia. 

Kondisi-kondisi seperti di atas, telah menjadi magnet bagi mahasiswa asal Sumatera Utara untuk bertekad untuk melanjutkan studi di Taiwan. Tercatat sesuai database dari Persatuan Pelajar Sumatera Utara di Taiwan, terdapat 147 orang mahasiswa yang saat ini sedang menimba ilmu di Taiwan, mulai dari jenjang S1 (Sarjana) sampai S3 (Doktor) dengan bidang studi yang beragam seperti electronic & computer engineering, applied foreign language, food science, bioscience & biotechnology, curriculum design, mathematics, chemistry, physics, technology management, business administration dan masih banyak jurusan lainnya yang kebanyakan bahasa pengantarnya dalam Bahasa Inggris. 

Umumnya mahasiswa asal Sumatera Utara ini mendapatkan beasiswa yang diperoleh baik dari universitas, professor pembimbing, maupun dari Pemerintah Taiwan sendiri melalui perwakilan Pemerintah Taiwan di Jakarta. 
Posisi Negara Taiwan yang strategis dan tidak terlalu jauh serta tersedianya layanan maskapai penerbangan terjangkau (budget airlines) menjadi salah satu keuntungan pula untuk dapat kembali ke Sumatera Utara tatkala libur musim dingin atau libur musim panas telah tiba. Namun untuk terbang menuju Taiwan, tidak dapat ditempuh dengan penerbangan langsung dari Bandara Internasional Kuala Namu. Pilihan yang dapat diambil adalah melalui transit baik itu melalui Kuala Lumpur International Airport, Malaysia atau melalui Changi Internaional Airport, Singapura.

Melihat banyaknya mahasiswa asal Sumatera Utara yang sedang menimba ilmu di Taiwan, tentunya hal ini merupakan suatu gelombang besar yang dapat memberikan dampak positif untuk kemajuan Sumatera Utara beberapa tahun ke depan. Peluang ini lah yang sudah seharusnya diperhatikan oleh pemerintah kabupaten-kabupaten serta kotamadya yang ada di wilayah Sumatera Utara untuk dapat berkolaborasi, bila nantinya lulusan dari Taiwan ini dapat melakukan transfer of knowledge serta juga menyebarkan hal-hal positif lain nya seperti kedisiplinan dan kemampuan Soft Skills yang sudah diterima selama studi di Taiwan.

Harapan kita, semoga di tengah-tengah krisis kepemimpinan di Sumatera Utara, rakyat Sumatera Utara bahu-membahu mempersiapkan pemimpin masa depan (Raising Future Leaders). Raising Future Leaders ini tentu sangat sejalan dengan visi Provinsi Sumatera Utara, yaitu menjadi provinsi yang berdaya saing menuju Sumatera Utara sejahtera dan misi Provinsi Sumatera Utara, yaitu membangun sumber daya manusia yang memiliki integritas dalam berbangsa dan bernegara, religus dan berkompetensi tinggi.

Bagi Putera Puteri Sumatera Utara yang memiliki ketertarikan untuk dapat melanjutkan studi di Negeri Formosa Taiwan, silahkan untuk menghubungi pengurus Persatuan Pelajar Sumatera Utara (PPSU) melalui akun Facebook: PPSU Taiwan (Persatuan Pelajar Sumatera Utara di Taiwan) atau dapat menghubungi penulis.(*)

Penulis: Flemming PANGGABEAN
Mahasiswa Doktor di National Chung Hsing University || Pengajar Bahasa Indonesia di National Taichung University of Science & Technology || Pendiri Forum Diaspora Sumatera Utara Taiwan || Alumni Kampus Politeknik Informatika Del  || Alumni Universitas Indonesia || Alumni Asia University Taiwan
  BeritaTerkait
  • Dekan Faperta Nommensen Samse Pandiangan PhD Penguji Tamu di CULS Ceko

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :"Kita bangga, sebagai warga Negara Indonesia dari Sumatera Utara ternyata bisa berkiprah di kancah internasional dengan status sebagai penguji tamu program S2 dan S3 di Tanah Ero

  • Vanny Maranatha Sihotang : Dari Sibuntuon (Tigaras) Ke Taiwan Melalui Nommensen

    6 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Anak-anak muda Provinsi Sumatera Utara jangan pernah ragu untuk bisa kuliah di luar negeri, tinggal tingkatkan kemampuan anda dan asah terus kemampuan anda, karena Universitas HKB

  • Kegiatan Lomba Esai Berhadiah Studi Wisata ke Taiwan

    6 bulan lalu

    Penulis: Flemming Panggabean Sejak dilantik menjadi Presiden Republic of China (Taiwan), Tsai Ing-wen membuat satu kebijakan baru yang dikenal dengan New Southbound Policy (Kebijakan Arah Selatan). K

  • Dr. Ir. Juli Ritha Tariga, M.Sc : Agroekoteknologi FP Nommensen Harus Jadi Problem Solving Dalam Bidang Pertanian

    6 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :"Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian ini harus jadi Problem solving dalam bidang pertanian sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat di Sumatera Utara ini,

  • Asia University Taiwan Presentase Beasiswa Penuh Ke Mahasiswa Nommensen

    6 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Salah satu perguruan tinggi ternama dari Taiwan Asia University melalui salah satu guru besarnya Prof. Dr. Ying Huei Chen yang juga Dean Of International Colege Asia University me

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet