• Home
  • Pendidikan
  • Huawei Undang 15 Mahasiswa Terbaik Indonesia ke Tiongkok
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 23 Oktober 2016 16:31:00

Huawei Undang 15 Mahasiswa Terbaik Indonesia ke Tiongkok

BAGIKAN:
Humas Huawei
15 mahasiswa Indonesia dalam upacara penutupan program Huawei Seeds for the Future di Shenzhen, Tiongkok (21/10). Seeds for the Future merupakan program CSR Huawei Global di bidang pendidikan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa di se
Shenzhen(Pelita Batak): PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka, untuk keempat kalinya kembali mengajak 15 mahasiswa terbaik, berusia 18 – 24 tahun, dari 12 universitas terkemuka yang berasal dari Sabang hingga Merauke untuk mengikuti program pelatihan CSR Huawei Global yaitu program pelatihan Seeds for the Future selama dua minggu di Beijing dan Shenzhen, Tiongkok. 
 
Program yang dimulai dari tanggal 8 hingga 22 Oktober 2016 ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang berkecimpung di sektor TIK agar dapat belajar dan mendapatkan pengalaman bekerja di kantor pusat Huawei di Tiongkok, serta serta mengenal budaya Tiongkok dan pengalaman bekerja antar budaya dalam suasana bisnis global. Sebagai salah satu perusahaan teknologi dunia, Huawei berkomitmen untuk mendukung kemajuan industri TIK melalui pengembangan sumber daya manusia, salah satunya yaitu melalui beragam program pendidikan dan pelatihan.
 
"Kami percaya bahwa kemajuan teknologi suatu negara tidak terlepas dari peran penting sumber daya manusia yang berkualitas. Seiring dengan pertumbuhan pesat industri TIK, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang dapat mengatasi tantangan-tantangan baru dalam sektor TIK," ujar Hudson Liu, CEO Huawei Indonesia.
 
"Melalui program Huawei Seeds for the Future, kami berkomitmen untuk meningkatkan minat serta pemahaman talenta muda lokal terhadap sektor TIK agar mereka siap untuk menghadapi tantangan ini dengan memanfaatkan teknologi, sehingga mereka mampu berkontribusi untuk pembangunan tanah air. Kami akan senantiasa melanjutkan investasi di bidang pendidikan demi terciptanya sumber daya manusia yang unggul."
 
Kepala Bagian Program dan Laporan, Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Ibu Fadhilah Mathar, ketika melepas 15 mahasiswa yang akan mengikuti pelatihan Huawei Seeds for the Future di Tiongkok, mengatakan, "Pemerintah sangat mendukung upaya Huawei dalam memajukan sektor TIK di Indonesia melalui berbagai pelatihan yang bermanfaat. Kami berharap upaya ini akan menjadi landasan dan memicu semangat mahasiswa untuk berkontribusi terhadap tanah air."
 
Upacara penutupan pelatihan program Huawei Seeds for the Future tahun 2016 ini juga dihadiri oleh Ibu Ratu Silvy Gayatri, Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Guangzhou, Tiongkok dan pada kesempatan ini beliau mengungkapkan, "Saya menghargai komitmen Huawei dalam menjembatani perbedaan antara pendidikan TIK dan industri melalui program Huawei Seeds for the Future yang berkolaborasi dengan universitas di Indonesia untuk menghasilkan talenta dalam bidang TIK. Maka dari itu, saya sangat mendukung perhatian Huawei terhadap pendidikan, terutama untuk talenta TIK yang memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia."
 
Program Huawei Seeds for the Future merupakan program unggulan Huawei Global yang dimulai pada tahun 2008 dan telah melatih lebih dari 20.000 siswa dari 200 universitas ternama di 77 negara. Program ini bertujuan untuk mengembangkan talenta lokal, meningkatkan pengetahuan di bidang TIK, serta mendorong pembangunan daerah dan komunitas digital. Melalui program ini, Huawei memberikan pelatihan mengenai teknologi-teknologi terbaru di bidang telekomunikasi, seperti 5G, LTE, dan komputasi awan. 
Selain itu, Huawei juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk merasakan langsung pengalaman bekerja lintas budaya di kantor pusat Huawei maupun laboratorium canggih milik Huawei. Tahun ini, 15 murid terbaik telah disaring dari 300 peserta program pelatihan yang diadakan oleh Huawei Indonesia bersama Kementerian Komunikasi and Informatika, yaitu Huawei Certified Student Training 2016, yang berasal dari 20 Universitas terkemuka di Indonesia.
 
Dalam program Seeds for the Future, para peserta mengikuti beragam aktivitas yang terbagi menjadi dua tahap kegiatan. Di tahap pertama, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari budaya Tiongkok, termasuk mengikuti pelatihan dasar Bahasa Mandarin, kaligrafi, melukis, serta sesi pertukaran ide dengan murid lokal. Kemudian pada tahap kedua, para mahasiswa mengikuti pelatihan mengenai inovasi teknologi terbaru di Kantor Pusat Huawei. Tidak hanya itu saja, mereka juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi pabrik Huawei dan melihat secara langsung proses produksi perangkat terbaru melalui kegiatan di demo room milik Huawei.
 
"Saya merasa sangat senang dapat terpilih sebagai salah satu mahasiswa yang mengikuti pelatihan Huawei Seeds for the Future di Tiongkok. Selain melihat teknologi maupun inovasi terbaru yang dikembangkan oleh Huawei, saya juga berharap agar pelatihan ini dapat menjadi bekal saya di kemudian hari untuk berkontribusi terhadap pembangunan TIK di Indonesia," ujar Radifan Cahya Pradana, mahasiswa termuda peserta program Huawei Seeds for the Future. Radifan, yang saat ini berusia 18 tahun, adalah Mahasiswa Semester 5 di Institut Teknologi Bandung (ITB).
 
"Ini adalah pengalaman pertama saya ke luar negeri, berpergian jauh ke negara Tiongkok, sebagai bagian dari delegasi Indonesia untuk Seeds for the Future, yang telah memperluas pandangan saya sejak belajar mengenai budaya, bahasa, sejarah, dan teknologi terbaru TIK di Tiongkok. Saya akan membawa kembali semua pelajaran berharga ini untuk menambah pengetahuan saya sebagai talenta muda Indonesia," ujar Hermawan Hidayat, Ketua Delegasi Mahasiswa Indonesia untuk program Seeds for the Future, yang berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
 
Selama lebih dari 16 tahun, Huawei Indonesia berkomitmen untuk tumbuh bersama dengan pelanggan dan para mitra demi terwujudnya sektor TIK yang terdepan di Indonesia dan terciptanya Indonesia yang lebih terhubung. Huawei Indonesia juga berperan aktif dalam memupuk talenta lokal dan berkontribusi terhadap komunitas lokal, termasuk dengan fokus CSR di bidang pendidikan melalui pemberian beasiswa, pelatihan, dan program kerja praktek bagi mahasiswa teknik dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia sejak tahun 2013. Bersama dengan para mitra, Huawei telah melatih lebih dari 20.000 talenta lokal di bidang TIK dan menyediakan lebih dari 20.000 lapangan pekerjaan.
 
Program Huawei Certified Student Training merupakan bentuk komitmen Huawei yang bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika, Telkom, dan Telkomsel untuk melatih talenta lokal. Program ini telah dilaksanakan selama 3 tahun berturut-turut sejak tahun 2014 dan telah sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (PUSTIKNAS), Ciputat, Tangerang Selatan.
 
Selain program Huawei Certified Student Training dan Huawei Seeds for the Future, sebelumnya Huawei juga bekerja sama dengan Kemenkominfo untuk mendirikan Kominfo-Huawei Innovation Center yang telah melatih lebih dari 200 pelaku industri TIK di bidang mobile application dan e-Commerce. Disamping itu, Huawei juga menekankan komitmennya melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Institut Teknologi Del (IT Del) pada bulan September 2015 untuk pelatihan TIK serta pengembangan sumber daya manusia selama tiga tahun.(R2)
  BeritaTerkait
  • NMU-UNPRI-RS Royal Prima Jalin Kerjasama

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Nanjing Medical University (NMU) Tiongkok menjalin kerjasama dengan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) dan Rumah Sakit Royal Prima dalam bidang ilmu kesehatan. Penandatanganan k

  • 18 Tahun UU Pers, Wartawan Tetap Terbungkam dan Tewas

    3 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke merasa miris melihat fakta yang terjadi terhadap para wartawan/jurnalis Indonesia yang menjadi korban dalam

  • 6 Lokasi Wisata Alam di Tanah Batak

    2 tahun lalu

    Sejumlah lokasi wisata terbaik di Tanah Batak, berikut ini bisa menjadi panduan bagi Anda yang ingin bepergian bersama keluarga atau teman-teman di sekitar Tanah Batak.

  • RE Nainggolan: Harus Satukan Sikap dan Tekad Agar UNESCO Akui Ulos

    2 tahun lalu

    Tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan,MM mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan sikap dan tekad untuk mengajukan ulos sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO. Rencana dan pekerjaan yang mulia, jika masih ada orang maupun kelompok yang mau memperjuangkan

  • Pendidikan yang Berbudaya Lokal

    2 tahun lalu

    Mengingat masa lalu untuk memetik sejumlah pelajaran kemudian menjadikannya bekal dalam upaya meningkatkan kualitas hidup merupakan tindakan bijak dari seseorang yang  menginginkan masa depan.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb