KSP Makmur Mandiri
Senin, 18 Juli 2016 18:14:00

Frietz Tambunan Pimpin Unika St Thomas Medan

BAGIKAN:
Istimewa
Pengurus Yayasan Universitas Katolik St Thomas Medan Dr Cosmas Batubara saat mengambil sumpah jabatan Rektor periode 2016-2020 dihadapan Dr Frietz R Tambunan,Pr disaksikan seluruh undangan di Bina Media Hall Komplek Kampus Unika St Tomas Medan
Medan (Pelita Batak)
Pengurus Yayasan Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan, Dr Cosmas Batubara melantik Rektor Unika St Thomas Medan periode 2016-2020, Dr Frietz R Tambunan,Pr, Senin (18/7/2016) di Bina Media Hall Komplek Kampus Unika St Tomas Medan Jl Setia Budi Medan. Dr Frietz menggantikan PJs Rektor Prof Dr Ing Johannes Tarigan yang telah menjabat selama tiga bulan terakhir setelah berakhirnya masa jabatan rektor sebelumnya.
 
Usai melantik pria kelahiran Sigotom, Tobasa itu, Cosmas Batubara menekankan agar seluruh lapisan civitas akademik Unika St Thomas Medan berpegang teguh kepada tugas dan tanggungjawab masing-masing. Jika tidak demikian, manajemen di universitas tersebut tidak akan bisa berjalan dengan baik. Bahkan ia menegaskan, jika ada yang hanya ingin membuat huru hara di kampus tersebut agar segera angkat kaki.
 
Ditegaskannya, sebagai prioritas untuk rektor yang baru ada sejumlah poin yang disampaikan. "Pertama, saya berharap rektor berusaha menambah jumlah mahasiswa sebab tanpa penambahan jumlah mahasiswa tidak mungkin kita mengelola universitas ini," ujar Mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat Indonesia dan Mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat Indonesia ini dalam acara yang dihadiri Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B Sinaga, Kepala Badan Litbang Setda Kota Medan, Hasan Basri, Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba, Guru Besar Unika Prof Posman Sibuea, Wakil Rektor (WR) Unika St Thomas,  Surya abadi Sembiring didampingi WR III, JP Situmorang dan Maruli Tarigan dan sejumlah tokoh masyarakat dan pengusaha di Sumut.
 
Kemudian yang kedua, rektor juga menambah program studi dengan mengikuti perkembangan zaman. Khususnya untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam pengembangan kawasan wisata danau Toba. Ketiga, melaksanakan program pascasarjana. Harus mempersiapkan terbentuknya program pascasarjana di Unika St Thomas Medan. Keempat, rektor harus menambah dan memperhatikan fasilitas ruangan dan alat yang diperlukan memperlancar proses belajar mengajar. "Saya tidak ingin ada lagi dosen yang melempar alat-alat yang tidak bisa digunakan. Dalam proses pendidikan itu tidak bagus," ujarnya.
 
Kemudian, rektor agar membina hubungan fungsional dengan Kopertis dan melengkapi IT. Sehingga Unika St Thomas bisa bersaing dengan universitas yang lain. "Dengan slogal Changes for greatness yang diusung rektor baru, harus benar-benar bisa membawa lulusan Unika menjadi lulusan yang dikenal masyarakat dengan prestasinya," katanya. 
 
Sementara itu, Dr Frietz yang baru dilantik mengatakan bahwa tujuan moto nya yaitu 'changes for greatness' adalah akan ada pertumbuhan di lingkugan kampus tersebut. Namun tidak berhenti disitu, juga akan ada perkembangan. Dengan menggunakan teknologi yang sudah ada saat ini, akan dilakukan peningkatan pelayanan dan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait.
 
"Tentu untuk menerapkan itu perlu ada caranya, untuk itu salah satu yang akan menjadi perhatian adalah mengembalikan fungsi universitas sebagai fungsi administrasi," katanya.
 
Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B Sinaga mengharapkan Unika st Thomas mampu menerjemahkan cita-cita presiden Joko Widodo yaitu dalam peningkatan pelayanan kepada rakyat, kesederhanaan, dan kesejahteraan bagi seluruh penduduk.
 
"Tidak perlu terlalu memikirkan diri sendiri. Khususnya untuk universitas ini yang pernah disebut sebagai universitas yang agak ribut, demonstrasi. Dan sekarang kita berharap ini universitas membawa damai persaudaraan," ujarnya.
 
Unika St Thomas bersama pemerintah diharapkan mendekatkan diri kepada masyarakat dalam menanggulangi berbagai hal. "Dalam khotbah tadi kita mengatakan, kita kekurangan uang, tapi kita tidak mau melakukan jalan-jalan korupsi karena terlalu banyak orang Sumut baik legislatif, eksekutif, Yudikatif yang dipenjara. Kami tidak mau itu, jadi kami bertahan dengan kesederhanaan dengan komitmen itu," ujarnya. (TAp)
 
  BeritaTerkait
  • Pemkab Nias Barat Jalin Kerjasama dengan Universitas Katolik St Thomas Medan

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Pendidikan adalah tonggak kehidupan dalam memanusiakan manusia untuk menjadi lebih baik dan berkarakter. Termasuk diantara Visi Misi Pemerintah Kabupate  Nias Barat adalah me

  • Yudi Latief: UKP-PIP Akan Luruskan Sejarah Terkait Pancasila

    10 bulan lalu

    Laporan David Manullang, Wartawan Pelita Batak Medan(Pelita Batak): Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila , Yudi Latief menyebut bahwa UKP-PIP akan melakukan pelurusan sejarah terkait Panc

  • Seminar Nasional di UNIKA, Mendagri : Banyak Tantangan yang Sedang Dihadapi Bangsa Ini

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Wakil Walikota Medan menghadiri Seminar Nasional Pendidikan Kebangsaan di Universitas Khatolik Santo Thomas, Jl. Setia Budi, Medan, Sabtu (16/9/2017) yang diisi langsung oleh Ment

  • Kelompok yang Berpotensi Memecah Bangsa Harus Dilawan

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa saat ini yang paling membahayakan bagi kesatuan bangsa adalah masalah radikalisme dan terorisme. Oleh karena itu, j

  • Rektor Nommensen Hadiri Buka Puasa Bersama dengan Koordinator Kopertis

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Rektor Universitas HKBP Nommensen Dr. Ir. Sabam Malau (UHN)  menghadiri acara berbuka puasa dengan para pimpinan PTS di lingkungan Kopertis Wilayah I yang dilasanakan di Ged

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet