• Home
  • Pendidikan
  • FE Nommensen Dukung dan Dorong Pemanfaatan Utang yang Produktif
Rabu, 05 April 2017 00:22:00

FE Nommensen Dukung dan Dorong Pemanfaatan Utang yang Produktif

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Kaprodi Adm Perpajakan FE UHN Bonifasius Tambunan SE, M.Si memandu acara sosialisasi Pembiayaan Utang Untuk Mendukung Percepatan Pembangunan Nasional dengan narasumber dari DJPPR Kemenkeu RI

Medan (Pelita Batak) :
Negara harus melakukan segala upaya untuk memajukan keesejahteraan masyarakat secara ekonomi. Demi mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera karena ini adalah amanat UUD NRI 1945.

Demikian ditegaskan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas HKBP Nommensen (FE UHN) Drs. Jusmer Sihotang, M.Si dalam sambutannya pada acara “Sosialisasi Pembiayaan Utang Untuk Mendukung Percepatan Pembangunan Nasional” kerjasama antara Fakultas Ekonomi Universitas HKBP Nommensen (FE UHN) dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Departemen Keuangan (DJPPR Kemenkeu RI) yang diikuti oleh mahasiswa FE dan dosen FE UHN di Gedung Perpustakaan UHN, Selasa, (4/04/2017). Adapun  pembicara dari DJPPR Kemenkeu RI adalah Erwin Ginting, SE, M.Sc dan Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan SE, Ak, M.Sc, CIA, FRM serta dipandu oleh moderator Kaprodi Administrasi Perpajakan Bonifasius Tambunan SE, M.Si

Jusmer mengapresiasi acara sosialisasi ini demi pemahaman mahasiwa mengenai keuangan negara semakin berkembang. Dekan FE juga mengatakan saat ini semua lulusan FE dipersiapkan untuk jadi lulusan yang berwawasan tinggi, apalagi dalam hal keuangan negara. Dengan memahami keuangan negara, mahasiswa bisa menjadi salah satu penopang pembangunan kelak karena masa depan bangsa ini sangat tergantung kepada generasi mudanya.

Jusmer juga berpesan kepada Para staf DJPPR agar pengelolaan utang itu benar–benar transparan sehingga cita-cita sebagai bangsa terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera terwujud.

Kemudian dalam parannya Erwin Ginting S.E, M.Sc Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Pembiayaan, Direktorat Strategi dan Portofolio Pembiayaan (DSPP), DJPPR Kemenkeu RI memaparkan filosofi utang dalam kehidupan bernegara. Secara sederhana Erwin Ginting mengatakan utang itu bisa dipahami dari sisi manfaatnya, yaitu sarana memberikan alternatif investasi bagi masyarakat, menyediakan benchmark bagi instrumen keuangan, membantu Bank Indonesia bagi kegiatan operasi moneter, dan mengurangi defisit APBN.

Erwin Ginting lagi menekankan bahwa pemanfaatan utang yang produktif  akan meringankan generasi mendatang. Untuk itu potensi seperti sumber utang harus efisien dan risikonya rendah (cost of borrowing-nya rendah). Kemudian pemanfaatan uatng itu haruslah untuk kegiatan yang sifdatnya produktif. Jelasnya lagi, utang itu bisa untuk investasi (golden rule), untuk investasi mendorong produktitivitas lebih tinggi dari risikonya, dan untuk investasi untuk memenuhi keadilan antar generasi karena akan mewariskan aset bagi generasi mendatang.

Saat ini pembiayaan Utang yang dikelola oleh negara pada tahun 2017 mencapai angka Rp 384 Triliun. Untuk itu, pembiayaan utang ini bisa mempercepat proses pembangunan jika dikelola dengan transparan dan akuntabel. Jelasnya lagi, saat ini pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sementara Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan SE, Ak, M.Sc, CIA, FRM dalam paparannya mengatakan Direktur Pada Strategi dan Portofolio Pembiayaan (DSPP), DJPPR Kemenkeu RI mengatakan APBN yang kredibel, efisien, efektif dan berkseinambungan terus diupayakan oleh pemerintah untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Tata kelola keuangan negara kita, khususnya dalam hal mengelola pembiayaan utang ini akan dilakukan dengan transparan, terukur sehingga sasaran pembiayaan pembangunan itu bisa tepat yang pada akhirnya bisa mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera sebagaimana amanat Konstitusi kita, yaitu UUD NRI 1945.(TAp|rel)

  BeritaTerkait
  • Dukung Perluasan Segmen Pembiayaan, OJK Dorong Perbankan Syariah Diversifikasi Sumber Pendanaan

    10 bulan lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mulya E. Siregar mengatakan, pihaknya mendorong perbankan syariah untuk melakukan diversifikasi sumber-sum

  • Presiden Jokowi Dorong Penerbitan Regulasi Pertanahan yang Solutif

    7 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Presiden Jokowi menegaskan, bahwa semua regulasi tentang pertanahan harus sejalan dengan semangat reforma agraria yang ingin diwujudkan pemerintah. Semangat yang dibang

  • Nommensen dan Institut Teknologi DEL Siap Jajaki Kerjasama Strategis

    3 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Berangkat dari visi dan misi yang sama, yakni untuk membangun Sumber daya manusia dari Sumatera Utara yang bermutu, berintegritas, dan takut akan Tuhan, Universitas HKBP Nommense

  • Menristek Dikti Apresiasi Mahasiswa Berprestasi Bidikmisi Nommensen

    5 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Muhammad Nasir mengapresiasi prestasi mahasiswa Program Bidikmisi dari Universitas HKBP Nommensen atas nama Sarma Ul

  • Ir Ronald Naibaho : Pemanfaatan Jalan di Kota Medan Harus Pada Fungsinya

    tahun lalu

    Kesadaran masyarakat perkotaan, khususnya Kota Medan dalam memanfaatkan jalan dan trotoar masih butuh perhatian. Pengembalian fungsi jalan perlu dilakukan untuk mengurangi tingkat kemacetan di inti kota. Saat ini, masih ada yang memanfaatkan badan jalan u

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online