• Home
  • Pendidikan
  • Bahasa Inggris yang Baik Memperkuat Identitas Bangsa Indonesia
Sabtu, 03 Juni 2017 20:29:00

Rektor Nommensen Dr. Ir. Sabam Malau

Bahasa Inggris yang Baik Memperkuat Identitas Bangsa Indonesia

BAGIKAN:
ist|PelitaBatak
Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau foto bersama dengan para pembicara yakni Prof. Dr. Himpun Panggabean, Dr. Tagor Pangaribuan, Dr. Sondang Manik, Dr. Arsen Pasaribu, Peter Clarjk Dalam International Conference Pascasarjana Bahasa Inggris UHN
Medan (Pelita Batak) :
Kemampuan berbahasa Inggris yang baik harus mampu memperkuat identitas bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas HKBP Nommensen, Dr Sabam Malau saat membuka acara konferensi Intenational yang diselenggerakan oleh Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa Inggris (S2) dengan topik "The 3 International Conference On ELT, Lingustics, Literature And Translation Innovation on ELT, Lingustic Reseaarch, Literature and Translation" di Ruang Perpustakaan UHN, Jumat (2/06/2017).

Konferensi Internasional ini menghadirkan pembicara Dosen Pascasarjana UHN Dr. Tagor Pangaribuan, M.Pd, Prof. Dr. Himpun Panggabean, M.Hum, Dr. Arsen Pasaribu, M.Hum, Dr. Sondang Manik, M.Hum dan Peter Clarjk dari Australia Centre. Serta diikuti oleh para mahasiswa S2 M.Pd Bahasa Inggris.  

Rektor UHN sangat mengapresiasi konferensi internasional ini dengan tujuan ada pemikiran yang bisa diberikan Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa Inggris UHN bagi bangsa ini, khususnya kompetensi kita dalam bahasa Inggris.

Penguasaan Bahasa Inggris yang baik harus mampu mendorong dan memperkuat identitas bangsa Indonesia. Artinya, kearifan lokal dan budaya kita harus mampu kita pasarkan ke seluruh dunia sebagai kekuatan bangsa. Untuk mempromosikan potensi anak bangsa ini, tentu dibutuhkan komunikasi yang baik, yakni kompetensi Bahasa Inggris.
"Sudah saatnya pemerintah mendorong kompetensi Bahasa Inggris yang baik bagi rakyatnya untuk mendorong pembangunan bangsa yang berkelanjutan," tegas Rektor UHN ini lagi.  

Sementara salah satu pembicara yang sudah malah melintang dalam penelitian bahasa dan pembicara internasional Prof. Dr. Himpun Panggabean, M.Hum mengatakan saat ini kebijakan pemerintah dalam hal pembangunan bahasa diperhadapkan pada ambivalensi, sehingga kemampuan kita dalam hal penguasaan bahasa Inggris sangat lemah. Prof. Dr. Himpun Panggabean juga menekankan Bahasa Inggris yang baik bukanlah produk westernisasi.

Semakin bagus kita berbahasa Inggris, justru membuat kita punya kemampuan yang baik juga berbahasa nasional (Bahasa Indonesia) dan berbahasa lokal. Artinya, bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa daerah adalah aset bangsa yang harus dijaga karena kita tidak mungkin mengelak dalam pergaulan global. 

"Saatnya pemerintah melakukan revolusi berpikir yang baru dalam hal pembangunan bahasa Inggris. Untuk itu, pemerintah punya "blue print" untuk melakukan kebijakan bahasa yang baik sehingga tidak ada ambivalensi seperti kondisi saat ini," tegas Prof. Himpun.

Sebagai contoh amanat pendidikan melalui UU Pendidikan nasional mislanya mengatakan Bahasa Inggris itu adalah salah satu unsur pembangunan karakter, sementara di UU yang lain Bahasa Inggris (Bahasa Asing) justru dipersempit.

Artinya, tidak ada sinkronisasi. Dengan demikian, kita sangat sulit menguasai bahasa Inggris yang baik dan benar. bahkan pembelajaran bahasa Inggris kita hanya seremonial dan hanya untuk kegiatan yang bersifat administratif.

"Sebagai contoh, kita bisa punya TOEFL dengan angka tinggi, tetapi tidak punya kemampuan berbahasa Inggris yang baik, ini sangat parah dan menyakitkan," tutur Prof. Himpun lagi.

Sementara Dr. Tagor Pangaribuan, M.Pd juga menegaskan bahwa pemikiran Bung Karo dengan tegas menegaskan bahwa nasionalisme yang baik dan tangguh harus berakar dari internasionalisme yang jernih. Bahasa Inggris yang baik justru mendukung nasionalisme di negara ini, tegas Dr. Tagor Pangaribuan, M.Pd lagi.(TAp|rel)
  BeritaTerkait
  • Presiden Jokowi: Banyak Budaya Batak Sejalan dengan Nilai Islam 'Rahmatan Lil Alamin'

    5 bulan lalu

    Tapteng (Pelita Batak) : Usai meresmikan pembangunan asrama haji di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana beserta rombongan meng

  • Mengungkap Identitas Jason Bourne

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Menunggu empat tahun setelah The Bourne Legacy, akhirnya para penggemar Jason Bourne bisa kembali melihat aksi Matt Damon dalam film lanjutan. Diangkat dari novel berjudul T

  • Erry Nuradi: Kita Wajib Cinta Bahasa Indonesia

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menegaskan sebagai warga negara Indonesia yang cinta dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apapun etnis dan suku kita, kita harus mencintai dengan tulus da

  • Pendidikan yang Berbudaya Lokal

    9 bulan lalu

    Mengingat masa lalu untuk memetik sejumlah pelajaran kemudian menjadikannya bekal dalam upaya meningkatkan kualitas hidup merupakan tindakan bijak dari seseorang yang  menginginkan masa depan.

  • Hasan Basri : Pendidikan Merupakan Investasi Jangka Panjang

    4 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Pemko Medan sangat memperhatikan dan peduli terhadap sektor pendidikan. Sebab, melalui pendidikan akan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin maupun generasi penerus bangsa yan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online