• Home
  • Pariwisata
  • Wakil Gubernur Sumut, Musa : Membangun Danau Toba Harus Kompak
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 29 Januari 2019 18:49:00

Wakil Gubernur Sumut, Musa : Membangun Danau Toba Harus Kompak

BAGIKAN:
Tap|pelitabatak
Wakil Gubernur Sumut, Drs H Musa Rajekshah, MHum bersama seluruh peserta rapat
Medan (Pelita Batak):
Wakil Gubernur Sumut, Drs H Musa Rajekshah, MHum mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama dan bekerja bersama untuk membangun dan mengembangkan kawasan Danau Toba. Tiga hal yang perlu difokuskan untuk pembangunan kawasan pariwisata Danau Toba yaitu, karakter masyarakat, infrastruktur dan kegiatan pariwisata yang berdampak kepada ekonomi masyarakat sekitar.

Hal itu disampaikan Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck itu saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Kelompok Ahli Dewan Pengarah Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BOPDT) di Jl Pattimura, Jumat (25/1/2019). "Proses pembangunan khususnya kepariwisataan di Sumut harus dilakukan dengan duduk bersama dan bekerja bersama. Mengerjakan dan terus mendorong demi terwujudnya pengelolaan dan pengembangan kawasan Danau Toba. Keindahan dan panorama Danau Toba patut disyukuri, ketika kami menyusuri pinggiran danau Toba begitu banyak kekayaan alam. Ada batuan, alam, bahkan kebudayaan yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia. Portensi pariwisata ini harus dikembangkan dan teruma mensyukurinya," katanya dalam rapat yang dihadiri Sekretaris Dewan Pengarah Laksda TNI (Purn) Agus Purwoto, dan dipimpin Kordinator Tim Kelompok Ahli Dr RE Nainggolan MM tersebut, juga hadir Kepala Dinas Pariwisata Sumut Dr Ir Hj Hidayati, MSi. Para anggota Kelompok Ahli, Drs H Afifuddin Lubis, MSi; Jaharianson Saragih STh MSc PhD; Dr A.D. Handoko, MH; Prof. Dr. Dra. Maryani Cyccu Tobing, MS; Prof. Dr. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng dan peserta rapat lainnya.

Menurut Wagubsu, ada tiga hal yang perlu dan harus dilakukan penataannya dalam upaya pengembangan kawasan Danau Toba. Yang pertama, Karakter SDM masyarakat yang ada di kawasan danau Toba. Bagaimana membangun karakter untuk memberi pelayanan dan kenyamanan bagi pengunjung atau wisatawan. Kebanyakan selama ini, wisatawan datang dan tidak mau untuk kedua kalinya hadir disana. "Ini selalu menjadi kendala, orang tidak mau datang untuk kedua kalinya. Kemudian, hotel dengan fasilitas internasional masih belum ada di kawasan Danau Toba. Kita harus mendorong investor untuk berinvestasi disana, namun perlu ditekankan bahwa masyarakat sekitar yang harus lebih siap, supaya kita jangan hanya jadi pekerja di daerah/kampung kita sendiri," katanya.

Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten dan Kota se Sumatera Utara khususnya dikawasan Danau Toba tidak saatnya lagi untuk berdiri dengan ego masing-masing. Harus duduk bersama melakukan upaya pengelolaan secara menyeluruh. "Perhatian untuk pengembangan karakter ini dari keseluruhan pengembangan kawasan Danau Toba harus mencakup 60%, karena ini sangat penting," katanya.

Selanjutnya tentang penataan infrastruktur. Infrastukrur kawasan Danau Toba khususnya di titik-titik objek wisata dan menuju kawasan tersebut sudah harus baik. "Kita memperhatikan saat ini, belum ada perubahan bentuk dan kualitas akses jalan dari Bandara atau akses jalan lainnya menuju kawasan wisata. Jalan-jalan alternatif, kedepan menjadi fokus. Bagaimana membuka akses jalur alternatif seperti dari Simarjarunjung yang menyajikan indahnya pemandangan alam. Saya berfikir ini bisa kita buka khusus akses bus pariwisata dan kendaraan wisata lainnya," katanya.

Serta, lanjut Ijeck, Event tahunan yang berdampak kepada sosial ekonomi. Pelaksanaan berbagai Event agar dilakukan dengan kerjasama seluruh kabupaten di kawasan Danau Toba bahkan Kabupaten Kota di Sumatera Utara. "Kita melihat ada beberapa aset Pemprov Sumut Seperti Pasanggrahan Presiden RI pertama Soekarno, akan kita coba pugar kembalikan ke bentuk semula dan kita harapkan ini menjadi wisata sejarah nantinya. Ada pora-pora, dan sejumlah aset pemprov yang bisa dikembangkan kemudian," katanya.

Lebih lanjut dikatakan Ijeck, bagaimana kita bisa belajar dari beberapa daerah bahkan negara yang telah melakukan berbagai upaya untuk menarik perhatian pengunjung. Seperti Singapura yang bukan mengutamakan olahraga, menyediakan sirkuit untuk F1, justru kini mereka semakin dikenal dunia. "Untuk membangun apapun, kita harus kompak," katanya.(TAp)
  BeritaTerkait
  • Menko Maritim Minta Percepat Proyek Otorita Danau Toba

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan meminta berbagai pihak untuk mempercepat implementasi proyek Badan Otorita Danau Toba di kawasan Sibisa. Diharapkan dalam tahun ini, masalah

  • Membangun Pariwisata Danau Toba, Perlu Manajemen Penanggulangan Becana

    3 minggu lalu

    Medan (Pelita Batak):Peristiwa bencana alam, longsornya tebing danau Toba di kawasan Jembatan Siduadua, Kabupaten Simalungun menjelang akhir tahun 2018 mengakibatkan turunnya kunjungan wisatawan ke ka

  • Wapres Buka Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016

    3 tahun lalu

    Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, perbedaan suku, adat istiadat dan agama justeru membuat Indonesia kuat. Perbedaan tersebut juga merupakan kekayaan khazanah bangsa yang tidak dimiliki bangsa lain.

  • Dihadapan Jemaat HKBP Pearaja Tarutung, Ini Cerita Gubernur Tentang Kondisi Sumut

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bercerita tentang kondisi Sumatera Utara kepada Ephorus HKBP  Pdt Dr Darwin Lumban Tobing dan para jemaat HKBP di kantor P

  • Sihar Sitorus : Pengembangan Geopark Sejahterakan Masyarakat Sumut

    11 bulan lalu

    Dolok Sanggul (Pelita Batak):Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus mengharapkan semua pihak menjaga dan melestarikan Geopark Kaldera Toba (GKT). Pasangan Djarot Saiful Hi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb