• Home
  • Pariwisata
  • Upaya Peningkatan Kemampuan SDM Pekerja Usaha Pariwisata
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 26 September 2018 17:26:00

Upaya Peningkatan Kemampuan SDM Pekerja Usaha Pariwisata

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Kadis Pariwisata Agus Suriono
Medan (Pelita Batak):
Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata berupaya  membantu meningkatkan SDM seluruh pekerja usaha pariwisata yang ada di Kota Medan. Selain menambah wawasan dan kemampuan sehingga siap bersaing dengan tenaga kerja dari luar, juga diharap dapat membantu untuk memajukan pariwisata. Salah satu bantuan yang dilakukan dengan menggelar  Bimbingan Teknis (Bimtek) Pekerja  Usaha Pariwisata di Hotel Garuda Plaza Medan, Rabu (26/9).

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Kadis Pariwisata Agus Suriono yang membuka bimtek menilai, kegiatan ini sangat penting  dalam upaya memajukan industri pariwisata di Kota Medan. Di samping itu juga agar pekerja usaha pariwisata yang ada siap bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)..

Ditegaskan Wali Kota, salah satu tantangan di era MEA adalah meningkatkan kemampuan SDM pekerja usaha pariwisata di Indonesia.  "Tanpa SDM yang mumpuni dan kerja yang profesional, niscaya kita akan tertinggal dari  pekerja usaha pariwisata wilayah lain yang terus gencar mempromosikan wilayahnya masing-masing," kata Agus membacakan sambutan tertulis Wali Kota.

Di hadapan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Medan Deni S Wardhana serta 200 pekerja usaha pariwisata dari hotel dan restoran yang ada di Kota Medan, Wali Kota lebih jauh mengungkapkan,  SDM usaha pariwisata harus dinamis dan tidak statis serta  senantiasa meningkatkan wawasan, kemampuan dan ketrampilannya masing-masing.

"Peningkatan wawasan, kemampuan dan keterampilan harus dilakukan  masing-masing pekerja usaha pariwisata agar mereka mampu bersaing dengan pekerja menyusul berlakunya MEA. Menyikapi itulah makanya kita menggelar Bimtek  Pekerja Usaha Pariwisata hari ini. Di samping itu melalui bimtek ini, kita juga berharap dapat mendukung kemajuan dunia pariwisata Kota Medan," ungkapnya.

Yang tidak kalah pentingnya lagi tambah Wali Kota, bimtek yang diisi dengan kelas teori dan praktik juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi pekerja usaha pariwisata di Kota Medan sebelum menjalani uji kompetensi yang diisyaratkan oleh kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Sertifikasi, tegas Wali Kota, ini merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi pekerja usaha pariwisata. "Jadi seluruh pekerja pariwisata wajib memiliki sertifikasi," tegasnya.

Di penghujung sambutannya, Wali Kota tak lupa berpesan agar seluruh pekerja usaha pariwisata yang mengikuti bimtek untuk senantiasa membekali diri guna menambah kemampuan dalam rangka penguatan seluruh bagian usaha pariwisata dalam kesolidan sehingga menjadi kekuatan yang paripurna.

"Saya ingatkan, tidak ada yang tidak penting dalam usaha pariwisata. Saudara semua merupakan rantai yang saling memperkuat satu sama lain. Jika salah satu rantai kurang kuat, maka secara keseluruhan akan melemahkan bagian rantai yang lain," pesannya.

 Ketua Ketua PHRI Kota Medan Deni S Wardhana menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Pemko Medan karena telah menggelar bimtek kepada pekerja usaha pariwisata, khususnya perhotelan dan restoran di Kota Medan. Dia menilai bimtek ini  sebagai aplikasi menyikapi  tuntutan zaman yang menghendaki profesionalisme dalam segala bidang, termasuk usaha pariwisata.

Di samping itu, jelas Deni, bimtek ini sebagai bekal para pekerja usaha pariwisata untuk mengikuti sertifikasi  seperti yang  diinstruksikan Menteri Pariwisata.  Oleh karenanya  seluruh pekerja usaha pariwisata wajib memiliki sertifikasi, sebab  ke depan akan ada satgas yang ditugaskan untuk  melihat apakah pekerja usaha pariwisata memiliki sertifikasi atau tidak.

"Itu sebabnya PHRI sangat mendukung  digelarnya bimtek ini. Saya ingatkan, sertifikasi bukan untuk menakut-nakuti tapi sebagai dukungan agar kita bisa bersaing dengan SDM pekerja usaha pariwisata dari luar negeri. Tentunya kita tidak ingin  SDM dari Philipina atau India yang bekerja di sini (Medan)," pungkasnya.

Bimtek berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan para narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pariwisata. Oleh karenanya Wali Kota berpesan agar seluruh peserta supaya serius dan fokus mengikuti bimtek tersebut. (H|TAp)
  BeritaTerkait
  • Urgensi Partisipasi elemen Organisasi Sosial dan Politik dalam Demokrasi

    6 bulan lalu

    A. PendahuluanManusia hidup dengan membangun peradaban dunia agar ia mampu mempertahankan kehidupannya di muka Bumi ini. Cara mempertahankan manusia tersebut berbeda-beda tergantung tingkat pemahaman

  • Wisata Bangkit, Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

    4 minggu lalu

    MASYARAKAT patut berbangga hati, di era pemerintahan Drs Nikson Nababan MSi sebagai Bupati Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Ibu, Sartika Simamora sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dek

  • Pelatihan Forum Bangsa Batak Indonesia untuk Pengembangan Pariwisata se Kawasan Danau Toba Ditutup

    2 tahun lalu

    Samosir (Pelita Batak): Pelatihan pengembangan pariwisata yang diikuti sebanyak 160 orang pelaku pariwisata dari beberapa daerah di kawasan Danau Toba dilatih dan dibina dalam upaya pengembangan pa

  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  • Yayasan Pencinta Danau Toba Kritisi Kinerja Badan Otorita yang Belum Hasilkan Rencana Induk

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sejak dicanangkan pengembangan Kawasan Danau Toba (KDT) sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan terutama setelah dibentuk Badan Otorita Pengelola Kawasan Pari

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb