• Home
  • Pariwisata
  • Revitalisasi Sungai Lyu Chuan: Sungai Berusia 100 tahun di Tengah Kota Taichung
Minggu, 11 Februari 2018 14:22:00

Revitalisasi Sungai Lyu Chuan: Sungai Berusia 100 tahun di Tengah Kota Taichung

BAGIKAN:
Flemming Panggabean
Revitalisasi Sungai Lyu Chuan
Penulis: Flemming Panggabean, Diaspora Sumatera Utara-Taiwan

Sabtu, 11 Februari 2018, Pemerintah Taichung akhirnya meresmikan proyek Green River Waterfront Corridor yang sudah selesai dikerjakan tepat sebelum perayaan Tahun Baru Imlek. Proyek yang pengerjaannya dimulai sejak 23 Oktober 2016 bertujuan untuk merevitalisasi kualitas air sungai Lyu Chuan dan menambah satu lagi lokasi tempat wisata yang bisa dikunjungi di tengah-tengah Kota Taichung. Proyek ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit, yaitu sekitar NT$ 800 juta. 

Menurut Walikota Taichung, Lin Chia-lung, Taichung merupakan kota yang bersejarah karena pada jaman penjajahan Jepang (1895-1945), Taichung merupakan kota pertama yang mendapat predikat sebagai kota terencana dan Kyoto mini di masa lampau. Kota Taichung ini menjadi penghubung antara wilayah utara Taiwan dan wilayah selatan Taiwan. Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1908, ketika Pemerintah yang berkuasa pada saat itu meresmikan jalur kereta api yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Taiwan, secara bersamaan pula jembatan Xingsheng dibangun sebagai jembatan yang pertama di atas Sungai Lyu Chuan dan menjadi jalur nadi kehidupan yang turut ambil bagian dalam pertumbuhan Kota Taichung. 

Namun seiring dengan pembangunan wilayah Taichung menjadi wilayah urban, Sungai Lyu Chuan mengalami penurunan kualitas. Selama beberapa dekade lalu, sungai ini airnya berbau karena limbah rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai. Meski di sekitar pinggiran Sungai Lyu Chuan masih tampak asri dengan pepohonan, namun nilai-nilai histori Kota Taichung yang melekat pada sungai ini mulai memudar dan secara estetika, keindahan sungai mulai sirna dan hanya menjadi parit yang tidak terlihat. Padahal, menurut kepercayaan tradisional orang keturunan Tionghoa, memperlakukan jalan air di lingkungan perumahan atau pun di lingkungan usaha mempunyai peranan penting bahkan terpenting dalam mencapai kekayaan. Dalam Fengshui, dikatakan bahwa unsur air adalah semua yang berhubungan dengan aliran kekayaan dan kesejahteraan. 

Oleh sebab itu, melalui visi misi Pemerintah Taichung terkait dengan perencanaan kota, pemerintah bertekad untuk melakukan naturalisasi terhadap jalur sungai, mempercantik dan mengembalikan kembali kualitas air serta mengembalikan kembali reputasi masa lampau kota Taichung sebagai Kyoto Mini. Tambahan pula, Pemerintah Taichung berharap bahwa dengan dikembalikanya keindahan Sungai Lyu Chuan, peluang bisnis akan semakin bermunculan, khususnya di sektor pariwisata, karena restorasi yang dilakukan sepanjang 610 meter terhadap sungai ini menghadirkan kembali nilai-nilai sejarah dan budaya di tengah-tengah kota dengan pemanfaatan teknologi di bidang teknik lingkungan.

Menurut pengakuan warga Indonesia yang ditemui di sela-sela peresmian Sungai Lyu Chuan menyambut baik dan mengapresiasi hasil kerja Pemerintah Taichung terhadap Sungai Lyu Chuan yang kebetulan juga melintas tepat di depan ASEAN Square, yaitu tempat berkumpulnya berbagai orang asing dari berbagai negara, termasuk buruh migran yang berasal dari Indonesia, Thailand, Filipina dan Vietnam. Tambahan pula, menurutnya sepanjang jalur Sungai Lyu Chuan sekarang menjadi sangat indah dan cocok untuk lokasi rekreasi di tengah-tengah kota dan bertemu dengan teman teman sesama warga Indonesia lainnya.

Sebuah Harapan Untuk Sungai Deli

Sungai Deli yang merupakan salah satu sungai yang melintas di tengah-tengah Kota Medan merupakan salah satu simbol peradaban warga Kota Medan di masa lampau. Sungai Deli dahulunya merupakan jalur lalu lintas air, tempat laju bahtera biduk dari sungai menuju danau atau ke pesisir laut Pantai Timur Sumatera dan Selat Malaka. Sungai Deli membentang sepanjang kira-kira 71,91 kilometer dengan lebar 5,58 km melintasi Kota Medan sebelum bermuara ke Selat Malaka. Bagian hulu sungai pada berada di Kabupaten Karo dan Kabupaten Deli Serdang, sedangkan bagian tengah dan hilir berada di Kota Medan.

Secara historis, Sungai Deli juga merupakan saksi sejarah seiring dengan perekonomian yang terus berkembang di Kota Medan sehingga Medan menjadi Kota pusat pemerintahan dan perekonomian di Sumatera Utara. Cikal bakal Kota Medan sendiri bermula di sebuah kampung bernama Medan Putri yang letaknya strategis karena terletak di pertemuan sungai Deli dan sungai Babura. Kedua sungai tersebut pada zaman dahulu merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang cukup ramai sehingga semakin ramailah warga mendiami pekampungan ini hingga kota Medan menjadi kota perdagangan yang sangat penting. 

Akan tetapi, sama seperti permasalahan yang dialami oleh banyak kota yang sedang berkembang, beragam masalah pun timbul di area Sungai Deli atau pinggiran Sungai Deli ini, mulai dari sampah, pemukiman kumuh hingga bangunan komersil yang tidak mematuhi standar garis sepadan sungai.

Sudah banyak pihak yang mengharapkan agar Sungai Deli ini dapat dikelola sebagai salah satu icon Kota Medan sekaligus mengembalikan Sungai Deli sebagai urat nadi Kota Medan dan menjadi ruang publik bagi masyarakat kota. Ke depan, kita sangat berharap agar Sungai Deli dapat kembali menjadi kebanggaan masyarakat Kota Medan. Di samping memiliki nilai sejarah yang tinggi, Sungai Deli juga memiliki potensi yang cukup besar baik untuk obyek wisata dan rekreasi warga di tengah-tengah Kota Medan seperti Sungai Lyu Chuan di tengah Kota Taichung dan Sungai Cheonggyecheon di tengah Kota Seoul.(*)
  BeritaTerkait
  • Akhyar Nasution : Kelurahan Menjadi Satgas Anti Narkoba

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution mewakili Wali Kota dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Balai Kota Medan, Kamis (15/9/2016) mengadakan pertemuan membicarakan masalah ya

  • Terpeleset, Bocah Tiga Tahun Tewas Terseret Arus Sungai Aek Siporda

    9 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :  Hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa 30 Mei 2017 yang mengguyur Kota  Padangsimpuan membuat beberapa Sungai dan Anak sungai  meluap. Satu di

  • HKBP Padangsidimpuan Adakan Malam Tali Kasih di HKBP Tebet

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Gereja HKBP Resort Padangsidimpuan mengadakan malam tali kasih dalam rangka penggalangan dana untuk pembangunan HKBP Padangsidimpuan yang dihadiri oleh Ephorus HKBP, Pd

  • Badan Sungai Bederah di Helvetia Kembali Dikeruk

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Dinas Tata Rauang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan yang kerjasama dengan Dinas Bina Marga, Kecamatan serta Instansi terkait dibantu pihak Polsek dan Koramil melanjutkan kembali pengorekan Sungai Bederah di Kelurahan Helvetia Kecam

  • Medan Bisa Tiru Konsep Yogya Kawasan Kumuh Disulap Jadi Rusunawa

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Konsep Pemerintah Kota Yogyakarta nampaknya perlu ditiru oleh Pemerintah Kota Medan dalam hal mengubah kawasan kumuh di Daerah Aliran Sungai (DAS) atau yang disebut code menjadi rumah susun warga.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet