• Home
  • Pariwisata
  • Pernah Gagal, Danau Toba Kembali Ditarget Masuk Geopark UNESCO
Rabu, 17 Mei 2017 05:42:00

Pernah Gagal, Danau Toba Kembali Ditarget Masuk Geopark UNESCO

BAGIKAN:
Ist
Danau Toba
Jakarta(Pelita Batak): Pemerintah makin getol melambungkan nama Danau Toba di mancanegara. Tekad pemerintah saat ini adalah meloloskan danau kaldera terbesar di dunia itu ke dalam daftar UNESCO Global Geopark (UGG). Upaya ini telah pernah gagal memenuhi kualifikasi yang diminta badan PBB tersebut.
 
Dalam rangka itu, pada 3 - 4 Mei lalu ada pertemuan di Jakarta untuk membahas tindak lanjut pengusulan Danau Toba agar masuk daftar taman bumi atau geopark versi UNESCO. UGG merupakan wilayah terpadu yang memprioritaskan perlindungan dan penggunaan warisan geologi secara berkelanjutan, serta mempromosikan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggal di dalamnya.
 
Ketua Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) Arie Prasetyo mengatakan, batas pengajuan dokumen pelengkap atau dossier ke UNESCO tinggal tersisa lima bulan lagi. Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan adalah masterplan dan detail engineering design (DED). " DED dan masterplan harus diperbaiki dan membutuhkan biaya sekitar Rp 1 miliar," sebutnya dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 15 Mei 2017.
 
Namun, BOPDT sudah mengantongi lokasi-lokasi di Danau Toba yang akan dimasukkan ke dokumen pengusulan UGG. " Lokasi geosite yang dipilih untuk awal pengembangan yaitu Tongging, Pusuk Buhit, Ambarita-Tuk Tuk-Tomok, Batu Gantung-Sibaganding, Muara-Sibandang, Bakkara-Tippang," ujar Arie.
 
Lebih lanjut Arie menjelaskan, perlu ada penyempurnaan pada dokumen geopark Danau Toba ke UNESCO. Di antaranya, Danau Toba harus dikaitkan dengan Bukit Barisan. Selain itu, ada hal-hal yang jadi perhatian dalam penyempurnaan dossier. Misalnya, penelitian alam, bahaya geologi, peribahan iklim, pendidikan, sains, budaya dan pariwisata yang berkelanjutan.
 
"Dalam dossier juga diceritakan keseluruhan aspek termasuk budaya, pemberdayaaan masyarakat serta tumbuhan khas seperti andaliman, mangga," terangnya.
 
Sebelumnya Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan status UGG untuk Danau Toba bisa terealisasi pada 2018. Menurutnya, Danau Toba memiliki modal besar untuk masuk ke dalam daftar UGG.
 
Pertama, kata Arief, Danau Toba memiliki kisah khusus dalam perjalanan dunia karena letusannya sekitar 75 ribu tahun silam yang akhirnya dikenal dengan sebutan Toba Super Volcano. " Danau Toba dikenal karena ledakan dahsyatnya," katanya.
 
Kedua, objek wisata andalan Sumatera Utara itu menjadi danau vulkanik terbesar dan terdalam di dunia. Ketiga, Dari sisi ukuran, Danau Toba juga wah. " Hanya kalah oleh Victoria Lake di Afrika," sebut Arief.(dream.co.id)
  BeritaTerkait
  • Jangan Paksakan Pengajuan Dossier Geopark Kaldera Toba ke UNESCO

    11 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Setelah gagal menjadi anggota Global Geopark Network (GGN) UNESCO tahun lalu, Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba (BP GKT) diminta tidak buru-buru memaksakan pengajuan kembali,

  • Kelompok Pakar Dorong Keterpaduan Stakeholder Wujudkan Kaldera Toba Jadi Global Geopark di 2017

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Kelompok Pakar Geopark Kaldera Toba mengapresiasi Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP-GKT) yang melakukan berbagai upaya terus berbenah ditengah keterbatasan. Pun penundaan pengusulan kembali Kaldera Toba ke Unesco di tahun 2016

  • Effendi Simbolon Silaturahmi ke Kelompok Cipayung Plus Sumut

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Muara Sakti Simbolon bersilaturahmi dengan para pimpinan kelompok Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut) di Medan, Kamis (31/8/2017).Effendi Simbolo

  • Kemajuan Teknologi Belum Berdampak Bagi Kesejahteraan Masyarakat Batak

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):   Kemajuan teknologi yang tidak dibarengi dengan kemajuan kebudayaan kita. Kita tidak mampu secara kreatif menata kembali hubungan dan struktur sosial, politik dan ek

  • Rizal Ramli : "Bunuh Diri Saja Kalau Otorita Danau Toba Ngak Jadi"

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): "Bunuh diri saja kalau sampai Otorita Danau Toba ngga jadi,". Kalimat ini menjadi closing statement  Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya DR. Rizal R

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online