• Home
  • Pariwisata
  • Pengunjung Sedikit, Wakil Bupati Tobasa Nilai Acara Festival Solu Tradisional di Tambunan Kurang Sosialisasi
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 23 September 2018 12:27:00

Pengunjung Sedikit, Wakil Bupati Tobasa Nilai Acara Festival Solu Tradisional di Tambunan Kurang Sosialisasi

BAGIKAN:
Maria Sitorus
Wakil bupati Hulman Sitorus ikuti Festival Solu Tradisional di Tambunan Beach Sabtu 22.September 2018

Tobasa(Pelita Batak): Agenda pelestarian Seni dan Budaya masih menjadi bagian yang sangat menarik untuk dibahas.  Dan hal ini menjadi sorotan dari para aktivis dan sejumlah media bersama masyarakat  yang ada di Kabupaten Toba Samosir, antara lain  seniman dan budayawan, media dan seluruh stakeholders pemerintah daerah dan semua pihak agar bisa ikut terlibat dalam melestarikan budaya lokal yang telah menjadi identitas daerah tersebut.

Para aktivis dan pers mengatakan agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  sebagai lembaga milik pemerintah untuk melakukan terobosan dengan melakukan pengembangan dan pembinaan kepada pemuda serta perhatian kepada budayawan, seniman dengan memperhatikan aset-aset hasil dari seni dan budaya serta karya-karya peninggalan masa lalu yang menjadi ciri khas daerah dan tentunya pemerintah harus menggandeng media dan pers sebagai corong informasi untuk pengembangan pariwisata tersebut. 

"Sekarang ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tentu menjadi bagian sentral yang diharapkan bisa menangani segala bentuk kegiatan pelestarian seni dan budaya.  Tidak heran jika, berbagai event seni tradisi dan anggaran yang cukup pesat dilakukan untuk mengembangkan dan melestarikan aset-aset yang bernilai seni dan budaya,"  kata Wakil Bupati Toba Samosir Sabtu  22 September 2018 .

Namun menurutnya, peran Disbudpar  saat ini nampak belum maksimal. Hal tersebut dilihat dari minimnya kegiatan yang mereka publikasikan melalui media. Bisa jadi sebenarnya pihak Disbudpar  selama ini sudah banyak berkegiatan namun karena kurang melibatkan media, akhirnya kegiatan yang di lakukan tidak terlihat masyarakat sehingga terkesan sedikit.

"Selama ini Disbudpar Provinsi Sumatera Utara  dan kabupaten tobasa  cukup banyak menggelar kegiatan seni dan budaya. Sayangnya karena kurang menggandeng media jadi kurang kelihatan.  Kita sarankan agar dalam setiap event yang dibuat untuk bisa melibatkan media online, cetak maupun elektronik. Sebab promosi segala hal yang berkaitan dengan seni dan budaya media punya kemampuan untuk penyampaian informasi ke publik, jika tidak kita akan kecewa melihat kegiatan itu tidak berdampak apa apa bagi pengembangan pariwisata padahal sudah mengucurkan anggaran yang cukup besar, " ujarnya.

Hal tersebut juga menurutnya tidak harus tergantung dengan dinas Kebudayaan dan Pariwisata saja, namun dinas dan instansi lain juga bisa mendukung dalam memajukan daerah untuk memperkenalkan aset daerah misalnya, dinas pekerjaan umum untuk mendukung infrastruktur, dinas perindustrian untuk mengembangkan kerajinan khas daerah serta upaya membina UKM memasarkan serta promosi produknya, dan sebagainya.

"Mereka juga harus memberi ruang untuk menjalankan perannya sesuai dengan bidangnya dalam memajukan aset yang memiliki nilai pariwisata ini," terang Wakil Bupati yang dikenal tegas ini. 

Bersamaan dengan itu ketika sejumlah awak media konfirmasi  Kadis Pariwisata Tobasa Audy Murphy Sitorus terkait kekecewaan wakil bupati dengan adanya event  pariwisata yang dinilai kurang berkontribusi bagi pengembangan pariwisata sehingga dinilai hanya menghabiskan anggaran saja, mengakui dirinya juga kurang puas karena minimnya pengunjung pada event lomba solu  ini. Audy berjanji ke depan pihaknya akan berbenah dan membuat lebih baik lagi. 

"Kita juga kecewa, kegiatan ini anggarannya sekitar tigaratus juta rupiah, sumbernya anggaran Disbudpar Provinsi Sumatera Utara, minim pengunjung, masyarakat sekitar juga tidak semua tahu dengan adanya kegiatan ini, ke depan semoga bisa lebih baik," terangnya.(Maria) 

  BeritaTerkait
  • Pesta Budaya Njuah-Njuah Diharapkan Masuk Kalender Wisata Nasional

    tahun lalu

    Sidikalang (Pelita Batak):Pesta Budaya Njuah-Njuah yang setiap tahun digelar oleh masyarakat Kabupaten Dairi diharapkan dapat masuk menjadi salah satu kalender wisata nasional. Sebab, even ini diyakin

  • Ribuan Masyarakat Hadiri Syukuran Tahun Baru 2018 di Bukit Inspirasi Doloksanggul

    9 bulan lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): Ribuan masyarakat dari berbagai elemen hadiri acara syukuran tahun baru 2018 yang dilaksanakan di Perkantoran Bupati Humbahas Bukit Inspirasi Doloksanggul, Jumat 12 Januar

  • Pengembangan Kepulauan Nias Dan Pembangunan Kawasan Strategis di Indonesia

    5 bulan lalu

    Oleh : Firman Jaya Daeli Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan Indonesia Raya dengan ideologi Pancasila, yang dapat diletakkan dan dipetakan dalam beberapa pertimbangan. Indonesia R

  • Dr Ronsen Pasaribu SH MM : Orang Batak Jangan Tergusur dari Tempat Leluhurnya

    2 tahun lalu

    Samosir (Pelita Batak) :Dalam rangka mendukung pembangunan industri pariwisata di kawasan Danau Toba dan sekitarnya, pihak Forum Bangso Batak Indonesia(FBBI) bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar) mengadakan pelatihan kompetensi tenaga pe

  • Gubsu Minta Gali dan Kembangkan Kearifan Lokal

    2 tahun lalu

    Sidikalang (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H T Erry Nuradi MSi menutup Pesta Budaya Njuah-njuah Tahun 2016, Jumat (30/9/2016) di Stadion Panji Sidikalang Kabupaten Dari. Ribuan warga Dairi menyaksikan kemeriahan Penutupan Pesta Budaya

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb