KSP Makmur Mandiri
Senin, 15 Juli 2019 12:40:00

Pengembangan Pariwisata Danau Toba Harus Berinovasi

BAGIKAN:
tap|pelitabatak
Joe Nasrun mewakili ASITA Sumut dan Prof Sukaria Sinulingga Anggota Tim Kelompok Ahli Dewan Pengarah BPODT dalam rapat
Medan (Pelita Batak):
Pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah. Dengan tidak membuang sampah sembarangan, adalah peran paling utama dari setiap warga yang tinggal maupun yang berkunjung ke kawasan Danau Toba.

Seperti mengemuka dalam rapat kordinasi Tim Kelompok Ahli Dewan Pengarah BPODT, Kamis (11/7/2019) yang lalu di Kantor BPODT Jl. Kapt Pattimura Medan. Kawasan pariwisata harus ditandai dengan keindahan, dan keindahan tidak terlepas dari kebersihan yang kemudian diikuti kerapian.

Terlebih kawasan danau Toba yang objek wisatanya menawarkan keinadhan alam dan keanekaragaman budaya. Kesan bersih dan tidak kumuh, bukan berarti menghilangkan nilai yang terkandung dalam keindahan alam dan kekayaan kebudayaan dimaksud.

"Para wisatawan manca negara sangat tidak suka dengan sampah yang berserakan, mereka mau yang bersih dan terpelihara," kata perwakilan ASITA Sumut Joe Nasrun dalam rapat yang dipimpin Kordinator Kelompok Ahli BPODT Dr RE Nainggolan MM bersama Kepala Biro Perencanaan Menko Kemaritiman RI Suparman Sirait, Dirut BPODT Arie Prasetyo, juga hadir GM Geopark Kaldera Toba Hj Hidayati dan peserta rapat lainnya.

Saat ini, kata Joe, pengembangan kawasan danau toba memberikan peluang bagi pengusaha bidang pariwisata di Sumatera Utara bahkan Indonesia. Hanya saja, saat ini negara lain juga sedang menggalakkan promosi pariwisata masing-masing. "Danau Toba jauh lebih baik, hanya saja dibutuhkan inovasi dalam kemasan pertunjukan dan objek-objek wisata," katanya.

Meski negara lain juga tengah mengembangkan dunia pariwisata, Danau Toba semestinya tidak akan bias dilupakan para wisatawan manca negara. "Disini lengkap, danau dan keaneka ragaman budaya dan yang lainnya," ujarnya.

Pihaknya sebagai pelaku pariwisata akan terus mempromosikan kawasan Danau Toba dan diharapkan pemerintah juga terus melakukan promosi destinasi. (TAp)
  BeritaTerkait
  • Rencana Pembangunan Kawasan Danau Toba dan Peluang Masyarakat Adat Diseminarkan di Parapat

    3 tahun lalu

    Parapat (Pelita Batak): KSPPM, BAKUMSU, CAPPA dan Sajogyo Institute bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) dan Kantor Staf Presiden (KSP) menyelenggarakan seminar

  • Balige Dipersiapkan Jadi Pusat Bisnis, Pusat Pendidikan dan Pusat Pariwisata

    3 tahun lalu

    Balige (Pelita Batak):   Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang BPN Budi Situmorang bersama Pemkab Tobasa membahas penyusunan Rencana Detail Tata Ruan

  • Pembangunan Danau Toba Tak Boleh Hilangkan Budaya Batak

    3 tahun lalu

    Geliat pembangunan di wilayah Danau Toba, Sumatera Utara, mulai terlihat sejak 2016. Kala itu, melalui Peraturan Presiden Nomor 49/2016 tentang Badan Otorita Pengelola Danau Toba tertanggal 1 Juni

  • BOPKPDT Bersama H3 Sosialisasi Pengembangan Pariwisata Danau Toba

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Badan Pelaksana-Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT) mengadakan sosialisasi program kerja kepada seratusan tokoh masyarakat di Hotel Mercure Meda

  • Yayasan Pencinta Danau Toba Kritisi Kinerja Badan Otorita yang Belum Hasilkan Rencana Induk

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sejak dicanangkan pengembangan Kawasan Danau Toba (KDT) sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan terutama setelah dibentuk Badan Otorita Pengelola Kawasan Pari

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb