Sabtu, 03 September 2016 18:22:00

Eks TPA Namo Bintang Jadi Taman Agrowisata Pertama

BAGIKAN:
Medan (Pelita Batak) :

                Keinginan Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin untuk menyulap eks TPA Namo Bintang menjadi Taman Agrowisata tidak main-main.  Sebagai bukti  keseriusan, Wali Kota  bersama Wakil Wali Kota, Ir Akhyar Nasution MSi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Medan memimpin langsung penanaman massal yang melibatkan seluruh jajaran SKPD di lingkungan Pemko Medan.

Ada 19 jenis bibit tanaman buah yang ditanam, diantaranya jambu air, jambu bol, rambutan, manggis, sirsak, namnam, duku, durian, belimbing serta aneka jenis mangga, nangka serta  cempedak. Wali Kota sendiri menanam bibit buah namnam, sementara Wakil Wali Kota menanam bibit jambu bol, sedangkan Kajari Medan, Olopan Nainggolan  SH MH menanam bibit jambu bol. Penanaman ini sebagai tanda simbolis  dimulainya pengerjaan lahan eks Namo Bintang untuk dijadikan Taman Agrowisata.

Setelah penanaman bibit buah ini dilakukan, SKPD terkait akan melakukan perawatan agar bibit buah yang ditanam akan tumbuh, berkembang dan berbuah. Selanjutnya lahan seluas 16,5 hektar ini akan dipagar dengan menggunakan tanaman mahoni. Sedangkan pembangunan fisik bangunan untuk mendukung lahan ini menjadi Taman Agrowisata direncanakan setelah  seluruh bibit tanaman buah yang ditanam besar dan berbuah.

Untuk mewujudkan keinginannya itu, Wali Kota mengajak semua elemen bergabung untuk menjadikan eks TPA Namo Bintang ini menjadi Taman Agrowisata sekaligus menjadi paru-paru Kota Medan. Tidak hanya masyarakat sekitar, Eldin pun berharap kehadiran Taman Agrowisata ini nantinya akan bermanfaat bagi seluruh warga Kota Medan.               

“Saya mengajak semua elemen masyarakat dapat bergabung untuk berperan aktif menjadikan lahan bekas tempat pembuangan sampah ini menjadi  lahan yang hijau. Di samping menjadi Taman Agrowisata, kawasan ini akan kita jadikan sebagai hutan kota sehingga bermanfaat bagi kita semua. Tempat ini akan menjadi Taman Agrowisata pertama di Kota Medan, insya Allah nantinya akan menjadi tempat wisata kebanggaan Kota Medan,” kata Eldin.

Selanjutnya, Eldin menghimbau masyarakat, terutama yang bermukim di sektar TPA Namo Bintang agar  benar-benar menjaga dan merawat seluruh bibit tanaman buah yang baru ditanam tersebut. Jika mendapat dukungan penuh masyarajkat, mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan ini optimis Taman Agrowisata secepatnya terwujud.

Sementara itu Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution Msi pengerjaan Taman Agrowisata ini dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan SKPD terkait. Kehadiran Taman Agrowsiata ini diharapkannya dapat menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan.  Menurut Akhyar, masterplan pengerjaannya  telah selesai dan tinggal dijalankan.

"Konsep Taman Agrowisata  yang kita persiapkan ini hasil adopsi dari sejumlah pengalaman ketika melakukan kunjungan ke sejumlah daerah, termasuk salah satunya Kota Surabaya yang telah menjadikan eks tempat pembuangan sampah menjadi Taman Agrowisata sekaligus paru-paru kota. Site plan sudah kita siapkan, tinggal pengerjaanya,” ungkap Akhyar.

Dari site plan yang telah disiapkan itu, beber Akhyar,  selain dipebnuhi tanaman buah, Taman Agrowisata ini nantinya akan didukung pemabngunan infrastuktur pendukung seperti jogging track, play ground, out bondmenara tinjau serta mini shop untuk menjual makanan dan minuman serta aneka souvenir.

Akhyar  memprediksi Taman Agrowisata ini baru bisa dioperasikan kepada masyarakat 3 atau 4 mendatang. Sembari menunggu tamanan buah besar dan berbuah, dilakukan pembangunan infrastruktur seperti pembuatan jalan, jogging track, taman, lampu, tempat bermain anak serta bangunan pendukung lainnya.

“Apabila pembangunan infrastruktur dilakukan lebih dahulu, kita khawatir akan rusak pada saat dilakukan penanaman bibit tanaman. Oleh karenanya kita dahulukan penanaman, setelah itu baru diikuti dengan pembangunan infrastrukur,” jelasnya.

Sedangkan Kadis Kebersihan Kota Medan, Endar Sutan Lubis menjelaskan, konsep Taman Agrowisata ini nantinya , tidak hanya sebagai kebun buah, tetapi  juga tempat rekreasi keluarga sekaligus lokasi bermain dan berolahraga. Diharapkannya, Taman Agrowisata akan menjadi tempat wisata yang layak dan representatif bagi warga Kota Medan.

"Malah saya punya rencana ingin menjadikan Taman Agrowisata ini  menjadi taman burung seperti yang ada di Singapura. Saya yakin taman burung ini akan membuat Taman Agrowisata ini semakin menarik lagi.  Rencana ini akan saya sampaikan, semoga Pak Wali menyetujuinya,” harap Endar.

Di tempat yang sama, Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan menyatakan seluruh jajarannya siap mewujudkan keinginan Wali kota menjadikan bekas tempat pembuangan sampah ini menjadi Taman Agrowisata pertama di Kota Medan. Menurut Syahnan, saat ini mereka tengah fokus memperbaiki akses jalan guna mendukung kelancaraan pengerjaan Taman Agrowisata.

“Sebelum penanam massal  ini dimulai, kita telah menurunkan anggota dan alat-alat berat untuk membuka akses jalan masuk. Itu sebabnya lahan bekas pembuangan sampah ini bisa dimasuki. Dinas Bina Marga akan melaksanakan seluruh tugas sesuai dengan tupoksi untuk menajdikan eks TPA Namo Bintang ini menjadi Taman Agrowisata,” tegas Syahnan.(TAp)  
  BeritaTerkait
  • Eldin Ingin Jadikan Eks TPA Namo Bintang Jadi Lokasi Agrowisata

    2 tahun lalu

    Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi meninjau bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Namo Bintang Jalan Jamin Ginting Km 14, Minggu (28/8). Direncanakan, lahan seluas lebih kurang 16 hektar ini akan dijadikan lokasi agrowisata. Selain menamba

  • Ibu-ibu Ajak Irwansyah Tanam Pohon di Medan

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gebrakan gotong royong yang dilakukan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan terus berlanjut. Setelah Kecamatan Medan Selayang, kini giliran Kecamatan Medan Tuntungan yang digarap untuk dibersihkan. Jal

  • Pemko Medan Bahas Pengelolaan Pepohonan di Hotel Mewah

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pengelolaan pepohonan dan pedestrian di Kota Medan, Jumat (7/4

  • Friedrich Silaban Disebut "By the Grace of God" Oleh Soekarno

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Lahir di Bonandolok, Sumatera Utara, 16 Desember 1912, Friedrich Silaban hanya bersekolah di HIS Narumonda, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dan Koningin Wilhelmina School, sebuah sekolah teknik di Jakarta.

  • Ini isi Lengkap Nota Keberatan Ahok di Pengadilan

    tahun lalu

    Jakarta Pelita Batak): Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Majelis Hakim yang saya muliakan, Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati, Penasihat Hukum dan Para Hadirin yang saya hormati, &

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet