• Home
  • Pariwisata
  • Di Sipinsur, Ini Kata Jokowi Agar Pariwisata Danau Toba Berkelas
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 30 Juli 2019 09:27:00

Di Sipinsur, Ini Kata Jokowi Agar Pariwisata Danau Toba Berkelas

BAGIKAN:
JAY|Humas
Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meninjau Sipinsur Geosite, Desa Parulohan, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Senin (29/7) sore.
Tobasa (Pelita Batak):
Mengawali kunjungannya ke Provinsi Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana meninjau Sipinsur Geosite, Desa Parulohan, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Senin (29/7) sore. Di Sipinsur Geosite ini, Presiden menyimak Paparan Rencana Pengembangan Quickwin Daerah Sipinsur.

Presiden menjelaskan, kunjungannya kali ini dalam rangka memutuskan dalam perencanaan pengelolaan Danau Toba ini sebagai sebuah destinasi wisata yang betul-betul berkelas. Tetapi diakuinya produk disini harus diperbaiki.

"Brandnya harus diangkat sehingga betul-betul menjadi sebuah tempat yang wajib untuk dikunjungi," kata Presiden Jokowi.

Setelah dilihat secara detail, menurut Kepala Negara, ada 28 destinasi wisata di wilayah sekitar Danau Toba, ada yang sisi sejarah, sisi budaya, sisi airnya, alamnya, macam-macam. "Dua puluh delapan kalau di cluster jadi empat," ujarnya.

Karena itu, Kepala Negara menjelaskan, membutuhkan investasi besar, membutuhkan anggaran dari APBN  juga besar. Sehingga kombinasi APBN dan investasi itulah yang akan bisa menggerakkan benar-benar secara terintegrasi Danau Toba sebagai sebuah destinasi wisata yang betul-betul memiliki kelas.

Presiden Jokowi juga menjelaskan, bahwa perbaikan produk itu tidak hanya urusan mengenai tempat untuk wisatanya. Tetapi lingkungannya juga harus diurus. "Kita ini bekerja dengan sebuah rancangan rencana besarnya seperti apa, sehingga dalam pelaksanaannya itu betul-betul nanti bisa detil dan baik," jelasnya.

Menurut Presiden, proyek pengembangan kawasan pariwisata sekitar Danau Toba itu akan dilakukan mulai tahun 2019 ini, dan diharapkan selesai bertahap mulai tahun 2020 mendatang.

Untuk sarana penunjangnya, Presden Jokowi mengatakan, semuanya dilakukan terintegrasi. Termasuk produknya, SDM-nya, kemasannya, membangun brand nya, diferensiasinya apa dengan Bali, dengan Mandalika.

"Mesti harus seperti itu, harus ada diferensiasinya, sehingga kalau datang ke Indonesia itu ke Toba, Oh masih kurang ke Bali, Oh masih kurang ke Mandalika. Karena memang ini beda-beda. Kita akan membikin seperti itu," tegas Presiden.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan itu diantaranya Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, dan Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor. (DNA|JAY|ES|TAp)
  BeritaTerkait
  • Tokoh Masyarakat Sumut Apresiasi Kedatangan Jokowi ke Danau Toba

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi beserta sejumlah menterinya ke kawasan Danau Toba dan Tapanuli, 29-31 Juli 2019 mendapat apresiasi dari be

  • Toba Cross Run 2017 Tawarkan Eksotisme Danau Toba

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Eksotisme Danau Toba bakal kembali memukau para wisatawan. Kali ini, pesona kawasan yang sedang dipersiapkan menjadi '10 Bali Baru' itu bakal membius wisatawan lewat T

  • Bupati se-Kawasan Danau Toba Rapat di Kantor Menteri Bappenas

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Untuk mendukung percepatan Kawasan Danau Toba sebagai kawasan pariwisata yang berkelas dunia, Bupati se-Kawasan Danau Toba gelar rapat dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasio

  • Jemput UNESCO Global Geopark, Hidupkan The Kaldera Danau Toba

    3 bulan lalu

    TOBASA (Pelita Batak):Selama di The Kaldera Danau Toba, Menpar Arief Yahya juga meminta progress perkembangan UGG - UNESCO Global Geopark yang ditargetkan tahun 2019 ini masuk. Tidak ada pilihan lain,

  • Yayasan Pencinta Danau Toba Kritisi Kinerja Badan Otorita yang Belum Hasilkan Rencana Induk

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sejak dicanangkan pengembangan Kawasan Danau Toba (KDT) sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan terutama setelah dibentuk Badan Otorita Pengelola Kawasan Pari

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb