• Home
  • Pariwisata
  • Desa Adat Ragi Hotang dan Hutagaol Sihujur, Tobasa Serta Rumah Bolon Gunung Malela. Simalungun Direvitalisasi
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 16 Februari 2017 09:01:00

Desa Adat Ragi Hotang dan Hutagaol Sihujur, Tobasa Serta Rumah Bolon Gunung Malela. Simalungun Direvitalisasi

BAGIKAN:
Kemenpar
Desa adat
Medan(Pelita Batak): Kemenpar mulai merevitalisasi tiga desa adat di kawasan Danau Toba, Sumut. Misinya menjadikan desa-desa adatnya sebagai penopang pariwisata.
 
"Ada tiga desa adat yang mulai direvitalisasi akhir pekan lalu. Pertama Desa Adat Ragi Hotang di Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Tobasa. Berikutnya Desa Adat Hutagaol Sihujur di Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa setelah itu Desa Adat Rumah Bolon Gunung Malela di Kabupaten Simalungun," kata Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib dalam rilis, Selasa 14 Februari 2017.
 
Peresmian revitalisasi tiga desa adat tadi dinilai sangat baik. Apalagi, saat ini ada 4000-an rumah adat di seluruh Tobasa yang punya desain arsitektur yang unik. Ciri khas berbentuk panggung dengan tiang pancang yang kokoh selama ini menjadi salah satu lokasi wisata yang sering dikunjungi wisatawan. Desain ukiran dan ornamen khas warna merah, hitam, dan putih yang menampilkan pandangan kosmologis dan filosofis budaya Batak, juga banyak dikagumi wisatawan.
 
"Ini adalah kolaborasi yang pas. Kemendikbud dan pariwisata bersinergi merivitalisasi desa adat. Budaya itu sangat perlu dilestarikan. Makin dilesatarikan, makin mensejahterakan," tambah Hiramsyah.
 
Kemenpar memang sudah melombakan desain arsitektur nusantara bekerjasama dengan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) yang sudah merumuskan model-model rumah adat yang khas. Bahkan, Menpar Arief Yahya meminta agar revitalisasi desa wisata dan homestay agar selalu mempertimbangkan dengan desain arsitektural nusantara tersebut.
 
Kebetulan, lokasi yang dipilih sudah sangat sempurna. Desa adatnya ada di sekitaran Danau Toba yang sudah mendunia. Inilah kawasan yang sedang dipersiapkan menjadi world class tourism destination. Danau Toba yang berada di Provinsi Sumut itu adalah danau terdalam di dunia, danau vulkanik terbesar di dunia, dan danau nomor dua terbesar setelah Victoria Lake di Afrika. Keistimewaan lainnya, ada Pulau Samosir di tengah-tengah danau sepanjang 100 km x 30 km itu. Luas Samosir juga terbilang fanstastis. Areanya mencakup 64.000 hektar, tidak kalah dengan luas Negara Singapura.
 
Bila disambungkan dengan rencana pembangunan 100.000 homestay Kementerian Pariwisata, programnya pas. Sebab, desain Arsitektur rumah adat di sana sudah sangat cocok untuk diimplementasikan ke dalam desa wisata. Nuansa budayanya ada dan hal ini belum tentu bisa ditemukan di tempat lain.
 
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid ada di barisan yang sama dengan Hiramsyah. Menurutnya, budaya dan pariwisata menjadi bagian yang tak terpisahkan. Dan saat ini, pembangunan Desa Adat merupakan program prioritas Nasional.
 
"Tujuannya, agar masyarakat terus bisa melestarikan adat dan kebudayaan yang mereka miliki. Nanti saat banyak tamu, orang banyak belajar tentang sejarah, atau adat di sekitar kawasan Danau Toba. Itu yang kita harapkan," kata Hilmar.
 
Dijelaskannya, fokus revitalisasi Desa Adat ini adalah pembangunan fisik rumah adat. Dan setelah direvitasasi, masyarakat diharapkan bisa mengembangkan Desa Adat sebagai objek wisata yang lebih layak. 
 
"Kegiatan-kegiatan adat juga bisa dilakukan di lokasi Desa Adat ini. Pariwisata hidup, budaya juga tetap lestari," katanya.
 
Acara peresmian revitalisasi 3 desa adat tadi dihadiri banyak pejabat. Dari mulai Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, Direktur utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba Ari Prasetio, Sekretaris Ditjen Pariwisata Nono Adya, Bupati Tobasa Darwin Siagian, Wakil Bupati Tobasa Hulman Sitorus, Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian, Wakil Ketua DPRD Tobasa Tonny M Simanjuntak, Kadis Pariwisata Tobasa Ultrisonlahir Simangunsong, Kepala Pos Basarnar Danau Toba Torang M Hutahaean, Lembaga Adat Tobasa hingga sejumlah masyarakat adat setempat, dan juga ikut hadir bersama para pimpinan SKPD Pemkab Tobasa.(R2/detikom)
 
  BeritaTerkait
  • Doa dan Harapanku: Sang Bupati Darwin Siagian - Wakil Hulman Sitorus Buat Masyarakat Tobasa

    10 bulan lalu

    Oleh: Maria Sirorus Tidak banyak yang ingin saya ceritakan pada para pembaca, ketika saya menulis artikel ini. Tapi ingin kuceritakan  tentang bupati kami Ir Darwin Siagian dan wakilnya Hulman S

  • 6 Lokasi Wisata Alam di Tanah Batak

    3 tahun lalu

    Sejumlah lokasi wisata terbaik di Tanah Batak, berikut ini bisa menjadi panduan bagi Anda yang ingin bepergian bersama keluarga atau teman-teman di sekitar Tanah Batak.

  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    2 tahun lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Bupati Taput Kunker Selama 2 Hari ke Kecamatan Garoga.

    2 tahun lalu

    Garoga (Pelita Batak) :Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si Kunjungan Kerja selama 2 hari (23-24 Juni) ke Kecamatan Garoga didampingi beberapa Anggota DPRD Taput Sahat Sibarani, Poltak Pakp

  • Festival Kemerdekaan Pesona Toba 2016 pada 26-27 Agustus 2016 Ditargetkan dihadiri 60 ribu Wisatawan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Dua kementerian (Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Maritim dan SDA akan menyelenggarakan Festival Kemerdekaan Pesona Toba 2016  pada 26-27 Agustus 20

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb