• Home
  • Pariwisata
  • Bertemakan Ecotourism, Kemenko Maritim Bahas Persiapan Pelaksanaan AIS di Manado
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 13 Juli 2019 07:59:00

Bertemakan Ecotourism, Kemenko Maritim Bahas Persiapan Pelaksanaan AIS di Manado

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Jakarta (Pelita Batak):
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Asisten Deputi (Asdep) Navigasi dan Keselamatan Maritim Odo Manuhutu melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) mengenai Penyelenggaraan Archipelagic and Island States (AIS) Forum Startup and Business Summit 2019. Acara yang akan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada 30 Oktober hingga 01 November 2019 ini diusung dengan tema "ecotourism".

"Tema ini diangkat karena dapat menampung tujuan ekologis dari kegiatan ini dan menggambarkan peluang ekonomi yang ditawarkan oleh sektor ekowisata bahari," kata Asdep Odo.

AIS sendiri merupakan wadah yang digunakan untuk merangkul  41 negara pulau dan 6 negara kepulauan dari kawasan Pasifik Selatan, Karibia, Asia, Afrika, dan Eropa, serta Pembangunan kerja sama konkret dengan fokus pada empat area kolaborasi yakni blue economy, mitigasi perubahan iklim dan bencana, polusi laut akibat sampah plastik, dan good ocean and maritime governance.

Asdep Odo memaparkan, untuk rangkaian kegiatan yang terangkum dalam AIS Startup and Business Summit 2019 dibagi menjadi tiga agenda utama, yaitu pameran bisnis dan inovasi yang berfokus untuk menjembatani kerjasama antara para pelaku bisnis ekowisata dan memfasilitasi investasi dan transaksi antara investor dan bisnis ekowisata bahari, kemudian konferensi ekowisata bahari sebagai sarana peningkatan kapasitas dan tukar wawasan pelaku bisnis ekowisata bahari dalam penerapan blue economy di negara Forum AIS, serta pertemuan tingkat menteri dan pejabat tinggi forum AIS yang diagendakan akan berlangsung paralel dengan AIS Startup and Business Summit 2019.

"Acara yang dihadiri seluruh pelaku dan rantai suplai industri ekowisata, baik dari sektor utama sampai pada sektor pendukung seperti bisnis pemula, investor, pemerintah dan sebagainya ini memiliki manfaat yakni dalam segi transaksi, ekosistem, kerjasama dan pengetahuan," ujarnya.

Manfaat transaksi berupa terjadinya transaksi bisnis antara para peserta, baik bisnis, lembaga pembiayaan, dan investor lintas negara-negara anggota Forum AIS, manfaat ekosistem berupa terbangunnya ekosistem industri ekowisata bahari dengan prinsip-prinsip blue economy di negara-negara Forum AIS yang kelak dapat menjadi global champion, manfaat kerjasama berupa Terciptanya kerjasama yang kuat antar pelaku bisnis ekowisata bahari negara-negara Forum AIS baik bisnis pemula (startup), maupun sesama bisnis mapan dan manfaat pengetahuan berupa Terjadinya pertukaran pengetahuan dan peningkatan kualitas SDM yang dapat mendukung kemajuan industri ekowisata bahari negara-negara Forum AIS.

Menghadiri Startups dalam Forum AIS

Terkait hasil rakor Menko Maritim (Luhut B. Pandjaitan), Asdep Odo menambahkan, dalam kegiatan ini meminta dukungan Kementerian/ Lembaga terkait untuk menghadirkan perusahaan rintisan digital (startups), menyelenggarakan side events dengan tema yang sesuai dengan agenda acara, serta mendorong pemerintah daerah turut berperan aktif dalam agenda ini.

"Untuk startups sendiri, Menteri Kominfo (Rudiantara) akan dimintai paparan mengenai perkembangan startups di Indonesia. AIS Forum ini merupakan forum yang dibentuk Indonesia tahun 2018 yang menyangkut puluhan negara, ini potensi  besar bagi teman-teman," tambah Asdep Odo.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika Kemenkominfo Samuel Abrijani menyambut dengan baik. Dirinya mengungkapkan bahwa startups memang merupakan salah satu program kolaborasi yang sedang mereka fokuskan.

"Apa yang kita lakukan, kolaborasi program kita salah satunya program startups digital ini. Kita di Indonesia dalam pembangunan ekonomi melalui startups sangat cepat sekali, dalam waktu 7 tahun tumbuh berkali lipat," kata Dirjen Samuel.

Diketahui, Indonesia merupakan pelaku ke-5 terbesar di dunia mengenai pertumbuhan startups, yakni 2.472 startups (untuk nomor satu di United States dengan 46.503 startups). Dalam pertumbuhannya, setidaknya ada 4 pemain startups Indonesia yang bersaing di dunia yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak.

"Jadi kami mendukung penuh keterlibatan startups dalam forum AIS, kita akan bantu sounding kegiatan, karena kita punya channel, untuk ke seluruh pelosok Indonesia kita bangun satelit, jadi kita di Indonesia tidak boleh lagi tidak bisa mengakses internet," ungkapnya.

"Dalam pengembangan startups, kita juga tengah membantu masyarakat untuk siap digitalisasinya terlebih dahulu, supaya mereka paham apa itu ruang digital. Kita berikan pemahaman, kemudian diajarkan business dengan startups khususnya ke daerah-daerah, salah satunya Manado. Sebelum November nanti, ada kegiatan di Manado  dengan galang anak-anak mulai memperkenalkan apa itu interprenership digital (1000 startups). Ini memang peluang kita di ekonomi digital. Kita bisa bersaing on the top nya," jelasnya.

Kesiapan Manado Sebagai Tuan Rumah AIS 2019

Manado, Sulawesi Utara menjadi lokasi terpilih untuk melaksanakan AIS Forum yang akan berlangsung pada 30 Oktober-01 November 2019. Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Utara Ricky Toemandoek menjelaskan bahwa untuk lokasi acara AIS itu sendiri berada di Kawasan pinggir pantai Megamas, Manado, Sulawesi Utara, dengan rencana akan dibangun 3 tenda besar utama.

"Jadi nanti rencananya kita akan bangun 3 (tiga) tenda utama yang bagian belakang tenda dibuka dengan view laut namun tetap dilengkapi AC. Lalu dari tiga tenda tersebut, dengan tenda tengah akan dijadikan ruang expo/ meeting, tergantung peng aturan," kata Ricky.

Selain itu, lanjut Ricky, agar perhelatan AIS tidak terkesan ekslusive,  maka laju/ jalan keluar masuk peserta akan disiapkan tenda kuliner lokal atau beberapa side event.

"Itu untuk alternative awal,  namun jika cuaca tidak mendukung seperti hujan, maka acara dilaksanakan disalah satu hotel di Manado. Untuk lokasi welcome dinner alternative awal kita sediakan di Window of Indonesia, namun jika tidak memungkinkan makan malam di Wisma Negara dengan kapasitas 200 orang, atau Gedung Graha Bumi Beringin dengan kapasitas 500 orang," pungkas Ricky.(*)
  BeritaTerkait
  • Perayaan Natal Nasional di Humbahas Harus Membawa Harum Nama Sumut

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :‎Pemprovsu siap mendukung penuh kegiatan Natal Tingkat Nasional yang dipusatkan di Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) pada Senin, 26 Desember 2016. Untuk mensukseskan Natal tersebut, tuan rumah Humbahas

  • Festival Kemerdekaan Pesona Toba 2016 pada 26-27 Agustus 2016 Ditargetkan dihadiri 60 ribu Wisatawan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Dua kementerian (Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Maritim dan SDA akan menyelenggarakan Festival Kemerdekaan Pesona Toba 2016  pada 26-27 Agustus 20

  • Menteri Yasonna H Laoly Berikan Paparan di Kongres GMKI di Sipoholon Taput

    3 tahun lalu

    Hari ketiga pelaksanaan Kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Jumat (26/8/2016) yang dijadwalkan dengan agenda temu kangen kader GMKI akan di hadiri oleh Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusi Yasonna H Laoly di Siminarium Sipoholon Tapanuli Uta

  • Natal Nasional 2016 Dipusatkan di Doloksanggul Humbahas

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Untuk pertama kalinya Pemerintah melalui Menteri Agama RI memutuskan menggelar perayaan Natal Nasional 2016 yang dipusatkan di luar Jakarta, yakni di Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan. Puncak perayaan yang akan digelar 2

  • Luhut Panjaitan Agendakan Sail Karimata di Sabang Tahun Depan

    3 tahun lalu

    SAIL KARIMATA 2016 belum usai, tapi Kemenko Maritim Luhut B Pandjaitan telah menentukan tempat pelaksanaan untuk tahun depan. Di sinilah tempat di 2017 Dalam acara pelepasan Satgas Sail Selat Karimata 2016.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb