• Home
  • Pariwisata
  • Dr Ronsen Pasaribu SH MM : Orang Batak Jangan Tergusur dari Tempat Leluhurnya
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 15 September 2016 17:47:00

FBBI Pusat dan Kemenpar Adakan Pelatihan Kompetensi Tenaga Perhotelan di Samosir

Dr Ronsen Pasaribu SH MM : Orang Batak Jangan Tergusur dari Tempat Leluhurnya

BAGIKAN:
Wakil Bupati Samosir Ir. Juang Sinaga bersama Ketua pusat FBBI Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM, Kadis Pariwisata Drs. Ombang Siboro bersama pengurus pusat dan provinsi dan daerah kabupaten/ kota diabadikan, usai pembukaaan acara pelatihan kompetensi tenaga

Samosir (Pelita Batak) :
Dalam rangka mendukung pembangunan industri pariwisata di kawasan Danau Toba dan sekitarnya, pihak Forum Bangso Batak Indonesia(FBBI) bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar) mengadakan pelatihan kompetensi tenaga perhotelan yang di ikuti sekitar 160 peserta. Peserta terdiri dari Kabupaten Samosir, Tobasa, Taput, Humbahas, Simalungun, Kota Pematangsiantar, Tapanuli Tengah dan Bali.

Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Samosir Ir Juang Sinaga ini dilaksanakan di Hotel Rogate Beach di Desa Unjur, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir yang berlangsung pada 14-16 September 2016. Turut hadir Kadis Pariwisata Drs. Ombang Siboro, Ketua DPP FBBI Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM, pengurus pusat Dr.Ir. Bisman Nababan,MSc, Drs. Elisa Marbun, MSi, Thomson Napitupulu, Suryani Harianja, Ny Ambariota Napiitupulu, Djalan Sihombing, SH,Dra. Arta Peto Sinamo, Dip.Ed, MA,Wakil  Sekretaris FBBI Sumut Ir. Untung Sinaga,Ketua FBBI Samosir Hotman Ambarita, SPd,Ketua FBBI Tobasa M. Sinaga, Ketua FPP Luker Sidabutar dan dari Kementerian Pariwisata RI masing masing Iwan Riady dan T. Sijabat.

Dalam sambutannya, Juang Sinaga mengatakan, Pemkab Samosir merasa bangga dan berterimakasih kepada pengurus FBBI dan Kementerian pariwisata RI yang dapat menfasilitasi kegiatan tersebut. "Kami warga dan pemerintah Samosir berbangga hati, kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap pengunjung agar semakin betah dan meramaikan kunjungan tujuan wisata ke Samosir," jelasnya.

Ketum DPP FBBI Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM dalam sambutannya mengatakan, menyonsong pembentukan BODT (Badan Otorita Danau Toba) masyarakat bersama pemkab se-kawasan Danau Toba agar tetap siap dan mendukung. Kabupaten Samosir terlebih, baik dalam bidang SDM, perhotelan, restauran, dan segala aspek yang terkait dengan dunia pariwisata.

Menurutnya peningkatan kualitas dan kesiapan SDM sangatlah dibutuhkan dalam mendorong pertumbuhan dunia pariwisata. Harapannya, mampu mendorong kreativitas dan bertujuan untuk peningkatan taraf ekonomi masyarakat.

Disisi lain Ronsen mengajak masyarakat agar tetap menjaga dan mempertahankan tanah leluhurnya, jangan sampai terjual, menghadapai perkembangan masa depan di daerah menyongsong otorita Danau Toba. Lahan yang dimiliki warga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan melalui usaha ekonomi kreatif. "Jangan sempat tergusur dari tempat leluhurnya atau terjual kepada orang asing yang mengakibatkan tergusur," jelasnya.

Ada dua cara pemanfaatan dan penggunaan tanah sekaitan adanya investor masuk. Pertama, lahan kita optimalkan dengan usaha sendiri. Kedua, dalam hal kita tidak punya kemampuan sendiri maka bisa dilakukan kerjasama yang saling menguntungkan kedua pihak. Cara sewa menyewa dengan akte notaris. Lalu, pemilik tanah memberikan Hak Guna Bangunan untuk memastikan hak dan perlindungan hukum. Dengan cara itu pemilik tanah tidak akan tergusur tetapi tambah mandiri dan sejahtera.

"Untuk menangani masalah kesiapan semua pihak dalam mengelola kawasan Danau Toba, pemerintahan Jokowi telah mencanangkan dan memprogramkan agar kawasan Danau Toba dapat bangkit kembali menjadi tujuan wisata nasional maupun internasional terbesar ke 3 setelah Bali dan Lombok. Untuk itu, pemerintah Indonesia telah berkomitmen dan sudah memulai program pengembangan pariwisata di Danau Toba dengan melaksnakan pembangunan Airport bertaraf internasional di Silangit, Tapanuli Utara, merencanakan jalan lingkar Pulo Samosir dan pengembangan Infrastruktur lainnya di kawasan Danau Toba dan kementerian kordinator maritim dan sumber daya menjadikan ikon kawasan danau toba menjadi Manaco Of Asia. Khusus unrtuk Danau Toba pemerintah pusat telah mengeluarkan peraturan Presiden RI no 49 tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba, tertanggal 13 juni 2016. Badan inilah nantinya yang berperan besar terhadap pengembangan industri pariwisata di kawasan danau toba dan sekitarnya," jelas Ketua DPP FBBI pusat yang juga mantan Dirjen Kementerian BPN pusat ini.

Lebih lanjut Ronsen Pasaribu menguraikan, untuk membantu mempercepat tujuan pemerintah dewan pimpinan pusat di Jakarta-organisasi sosial kemasyarakatan non-partisan politik-menggagas sebuah kegiatan pelatihan kompetensi tenaga perhotelan untuk mendukung pembangunan industri pariwisata di kawasan danau toba dan sekitarnya. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Iwan Riady, SSi,MSi ( Direktur III akademi pariwisata mewakili kementerian pariwisata), Arta Peto Sinamo (konsultan pendidikan dan motivator nasional, jakarta), Thomson Napitupulu (artis internasional, Bali), Suryani Harianja ( praktisi perhotelan di Bali), Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM (FBBI/pakar pertanahan dan pemberdayaan masyarakat) dan Dr. Ir. Bisman Nababan , MSc ( FBBI/dosen IPB) dan para pakar lainnnya.

Ketua panitia Dr.Ir Bisman Nababan, MSc dalam laporannya mengatakan, pelatihan kompetensi perhotelan ini bertujuan untuk merevolusi mental para karyawan hotel dan restoran serta pemerhati perhotelan dan restoran di kawasan danau Toba dan sekitarnya untuk menjadi ramah, jujur, sabar, displin, dan bersahabat bagi wisatawan.

"Mental masyarakat Batak pada umumnnya yang kurang ramah harus direvolusi mengingat keramah tamahan (hospitality) masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pembangunan industri pariwisata di samping pembangunan infrastruktur dan sistim pemerintah lainnya," katanya.

Pelatihan ini terlaksana melalui kerja sama FBBI dengan kementerian pariwisata RI dan didukung oleh Bank BNI, Bank BCA, PT. Tatalindo, Radio Pelita Batak 94.6.FM, Anggota DPR RI Efendi Sianipar, Ir. Leo Nababan, Ir. Tagor Marpaung, MM. ( R2/TAp).

 

  BeritaTerkait
  • Pelatihan Forum Bangsa Batak Indonesia untuk Pengembangan Pariwisata se Kawasan Danau Toba Ditutup

    3 tahun lalu

    Samosir (Pelita Batak): Pelatihan pengembangan pariwisata yang diikuti sebanyak 160 orang pelaku pariwisata dari beberapa daerah di kawasan Danau Toba dilatih dan dibina dalam upaya pengembangan pa

  • Ulos Warisan Budaya Bangso Batak Jadi Media Diplomasi Kebudayaan

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) memandang perlu dan penting untuk mengangkat kembali ulos menjadi warisan leluhur bangsa Batak untuk dilestarikan. Karena itu, di Sekretariat YPDT di Cawang, Jakarta Timur, YPDT mengadakan disku

  • Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Gelar Diskusi Kamisan: Dulu, Ada Doa Khusus untuk Tenun Ulos Batak

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Ulos adalah salah satu kekayaan warisan leluhur bangsa Batak. Kondisi warisan leluhur tersebut makin tergerus oleh minimnya minat kita mencintai ulos. Generasi muda makin tid

  • Hak 'Ora' Sebagai Budaya Tidak Menjual Tanah Bagi Orang Batak

    2 tahun lalu

    Tidak menjual tanah bagi orang Batak sudah sering penulis suarakan, dengan melihat tidak adanya istilah jual beli tanah di tengah orang batak itu sendiri.  Setelah diteliti didalam peraturan p

  • Sekali Lagi Soal Himbauan Tidak Menjual Tanah di Kawasan Danau Toba: Kajian Hukum Batas Minimal dan Maksimal

    2 tahun lalu

    Oleh Ronsen LM PasaribuSejak bergulir rencana Pembangungan Pariwisata di KDT, muncul opini  pro kontra di kalangan orang Batak, tentang  adanya himbauan agar tidak menjual tanah di Kawasan D

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb