• Home
  • Pariwisata
  • 'Monaco Asia' Belum Terwujud, Danau Toba Mau Dijadikan 'Bali Baru'
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 29 Mei 2016 07:41:00

Seminar HKBP di Jakarta

'Monaco Asia' Belum Terwujud, Danau Toba Mau Dijadikan 'Bali Baru'

BAGIKAN:
www.pinterest.com
Menteri Pariwisata Arief Yahya

Jakarta (Pelita Batak):

Mesin A-B-G-C-M yang dinyalakan Menpar Arief Yahya terus bergulir dan menemukan bentuk konkretnya. Menjadikan gabungan Academician, Business, Government, Community dan Media sebagai subjek dalam membangun destinasi pariwisata. Pun juga yang terjadi dengan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Danau Toba. Kelima usur itu disebut sebagai Pentahelix.

Seperti dikutip dari kompas.com, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendatangi seminar yang diprakarsai Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu 28 Mei 2016. Tujuannya adalah Bersatu untuk Danau Toba! tema yang diangkat: "Peran Gereja Mendukung Badan Pariwisata Danau Toba".

Menpar Arief Yahya disambut Ephorus Emeritus HKBP Pdt Dr SAE Nababan, Pdt Frits Hutapea, STH dan Ketua Panitia HUT-65-Tahun HKBP Kebayoran Baru Paul Lubis di Gereja HKBP Kebayoran Baru.

Gereja HKBP yang Menpar kunjungi memang berada di Jakarta. Tetapi komunitas (community) gereja HKBP punya pengaruh yang kuat di masyarakat Tapanuli, termasuk di Danau Toba.

Arief Yahya tertarik dengan undangan seminar yang mereka buat, karena tujuannya untuk menyukseskan program percepatan pembangunan Toba.

Didampingi Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi, Hiramsyah S Thaib, Menpar menjelaskan progres pengembangan Danau Toba sebagai "Bali Baru" di Sumatera Utara.

Mengapa Toba dijadikan satu dari 10 destinasi prioritas itu? Pertama, dari atraksinya, Toba sangat kuat. Memiliki alam yang indah, historis kaldera yang kuat, bekas ledakan dahsyat ribuan tahun silam. "Alam atau nature-nya sendiri sudah memikat," kata Arief Yahya dalam siaran pers Puskom Publik Kemenpar kepada KompasTravel.

Lalu, lanjut Arief Yahya, budaya Tapanuli sangat kaya dan berkarakter. Seperti halnya Bali yang kaya akan budaya, Toba dengan budaya Bataknya juga sangat kuat mengakar.

"Itu adalah kekuatan lain di Toba. Jadi kami justru akan mendorong budaya itu semakin kuat untuk menjadi daya tarik wisatawan. Budaya itu semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," jelas Arief Yahya.

Menurut Menpar, memang ada yang bertanya soal "Bali Baru di 10 Destinasi" itu. Arief menjelaskan, bukan menjadikan destinasi itu dengan budaya Bali, dengan tarian Bali, kecak, legong dan gamelan yang khas itu atau meng-Hindu-kan orang Batak.

"Bukan itu yang dimaksud. Tetapi menjadikan destinasi Toba dikunjungi 4 juta wisman setahun, seperti yang terjadi di Bali. Bali baru itu maksudnya, potensinya menjadi destinasi unggulan yang dikunjungi jutaan wisman," ungkap Arief. (kompas.com)

  BeritaTerkait
  • Apa Salahku, Bapak Menteri?

    11 bulan lalu

    BERPULUH tahun aku dirundung kesedihan, menangis tanpa suara. Bagaimana tidak, dengan segala keindahan dan misteri pesona yang kumiliki, aku seperti tak berarti. Aku memang senantiasa dijadikan inspir

  • 6 Lokasi Wisata Alam di Tanah Batak

    2 tahun lalu

    Sejumlah lokasi wisata terbaik di Tanah Batak, berikut ini bisa menjadi panduan bagi Anda yang ingin bepergian bersama keluarga atau teman-teman di sekitar Tanah Batak.

  • Hebat.....Putra Batak Rikoh Manogar Siringoringo Jadi Pembuka Jalan Selam Ilmiah

    2 tahun lalu

    SETELAH puluhan tahun berlangsung di Indonesia, kegiatan penyelaman ilmiah mulai mendapat jalan untuk proses standardisasi. Pembukanya adalah Rikoh Manogar Siringoringo, orang Indonesia pertama yan

  • Kemajuan Teknologi Belum Berdampak Bagi Kesejahteraan Masyarakat Batak

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):   Kemajuan teknologi yang tidak dibarengi dengan kemajuan kebudayaan kita. Kita tidak mampu secara kreatif menata kembali hubungan dan struktur sosial, politik dan ek

  • Pembangunan Danau Toba Tak Boleh Hilangkan Budaya Batak

    2 tahun lalu

    Geliat pembangunan di wilayah Danau Toba, Sumatera Utara, mulai terlihat sejak 2016. Kala itu, melalui Peraturan Presiden Nomor 49/2016 tentang Badan Otorita Pengelola Danau Toba tertanggal 1 Juni

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb