• Home
  • Opini
  • Wisata Bangkit, Pertumbuhan Ekonomi Meningkat
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 20 November 2018 20:00:00

Wisata Bangkit, Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Catatan: Anwar Lubis, SPd
BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Anwar Lubis SPd
MASYARAKAT patut berbangga hati, di era pemerintahan Drs Nikson Nababan MSi sebagai Bupati Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Ibu, Sartika Simamora sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Taput yang dikenal sebagai tujuan wisata jumlah kunjungan wisatawan nyaris anjlok dan hingga kini sejumlah usaha telah dilakukan Pemkab setempat guna menggenjot kedatangan wisatawan
 
Wisata di Taput yang tidak lain kota tua dengan goresan jutaan sejarah yang dimiliki nyaris terlupakan. Sesuai ulasan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Taput, pembangunan sarana prasarana wisata mencakup hotel, akomodasi, objek wisata maupun prasarana pendukungnya pada tahun 2015 jumlah hotel tercatat 22 unit dengan 546 kamar. Sedangkan pada tahun 2017 jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Taput sebanyak 129.813 orang terdiri dari 1.703 orang wisata asing dan 128.120 orang wisatawan domestik.
 
Di era pemerintahan yang akrab dipanggil Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Drs Nikson Nababan Kriyonagoro (penganugerahan gelar KRT dari Keraton Surakarta Solo) ini juga menjadi sorotan saat ini. KRT Nikson membawa rencana besar melakukan pembenahan- pembenahan seperti di Obyek wisata Salib Kasih, Obyek wisata panorama Huta Ginjang dan Obyek wisata lainya
 
KRT Nikson cukup luar biasa, sejumlah usaha telah dilakukan pemkab setempat guna
menggenjot kedatangan wisatawan, di antaranya melalui media internet, brosur dan peningkatan jalan hotmix dengan bukti, panjang jalan kabupaten di Kabupaten Taput pada tahun 2017 mencapai 1.212,02 km. Pada Tahun 2016 kondisi jalan kabupaten di Kabupaten Taput 44,08 persen kondisinya baik, 12,30 persen kondisinya sedang, 28,35 persen kondisinya rusak, 3,87 persen kondisinya rusak berat dan 11,39 persen dengan kondisi tidak diperinci.
 
Kemudian jenis transportasi yang terdapat di Kabupaten Taput beragam. Selama tahun 2017, bis umum yang melayani rute antar kabupaten/kota sebanyak 956 bis. Selain itu, pada tahun 2017, kapal dan ferry dengan jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 103.200 orang dan kargo sebesar 101 ton. Dan juga pesawat dengan jumlah penumpang penerbangan yang datang sebanyak 77.484 orang dan penumpang yang berangkat sebanyak 71.946 orang.
 
Pihaknya juga telah memperbaiki fasilitas peristirahatan yang berada di kawasan Objek Wisata Salib Kasih dan Objek Wisata Hutaginjang baik fasilitas yang dibuat oleh pihak swasta dan pemerintah setempat dan bahkan kerjasama dengan pemerintah pusat hingga terwujudnya Bandara Internasional Silangit yang ada di kawasan pedesaan yang dapat memperlancar akses lebih cepat.
 
DESTINASI
Bupati Nikson Nababan menaruh perhatian besar untuk kemajuan destinasi wisata di Taput, bukan hanya Obyek wisata di Hutaginjang dan Obyek wisata Salib Kasih di Siatas Barita. Berikut deretan Obyek wisata yang bisa menjadi tujuan wisata sejarah di dunia antara lain, Pantai Muara, Air Soda di Parbubu, Air Panas di Hutabarat, Air Panas di Saitnihuta, Air Panas Ugan, Air Panas Sipoholon, Pacuan Kuda Siborongborong, Sopo Partungkoan, Gua Natumandi, Situs Hindu Hopong, Makam Munson dan Leman, Kantor Pusat HKBP, Seminarium Sipoholon, Tugu Nomensen, Onan Sitahuruk, Gereja Dame, Makam Pendeta Johanes dan Makam Pendeta Johanes Siregar.
 
Wisata Taput yang cantik, elok, sejuk dan memukau itu juga direncanakan akan mempromosikan busana ulos Batak dan bahkan akan merancang sebagai dinas dengan ciri khas kebatakan. Dengan demikian, suku batak terangkat, pengangguran akan berkurang dan pertumbuhan perekonomian akan maju serta masyarakat akan sejahtera.
 
Selain itu, pemerintah setempat juga telah merencanakan persiapan beberapa desa untuk menjadikan Desa Wisata Alam dan Desa Wisata religi serta menggali potensi-potensi wisata seperti Air terjun sarullla di Kecamatan Pahae Jae dan Desa Silalitoruan  Kecamatan Muara serta Agro wisata Siatas Barita seperti peternakan sapi, pemerahan susu sapi, perkebunan jeruk, budidaya lebah madu dan agrowisata.
 
TEROBOSAN INOVATIF
Dalam perjalanan pemerintahan Taput upaya pengembangan "Tapanuli Utara Sebagai Pintu Gerbang Pariwisata Danau Toba" secara terus menerus telah dilakukan, baik kerjasama kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun kepada masyarakat setempat.
 
Selain pengembangan wisata, berbagai inovasi dan terobosan yang dilakukan pemerintah setempat telah menunjukkan hasil yang positif dengan waktu yang singkat (tiga setengah tahun kepemimpinan Nikson Nababan).
 
Hal ini dapat dilihat dengan berbagai prestasi yang telah diterima. Pemerintah telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan sistem keuangan daerah untuk keempat kalinya yang diperoleh berturut-turut sejak 2014 hingga sekarang tahun 2018 dengan ganjaran apresiasi berupa kucuran insentif anggaran sebesar Rp700 miliar.
 
Namun, tak kala Nikson Nababan pemimpin Taput datang harapan wisata bangkit itu terbuka kembali. Satu persatu wisata yang dulunya tidur sekarang sudah bangun pembangunan terus digenjot dengan penuh semangat, dan langkah besar dan tidak tanggung-tanggung dan mungkin inilah pemikiran masyarakat mengapa Nikson terpilih jadi dua periode (2019-2024).
 
Sesuai hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara Pilkada Taput yang dituangkan dalam keputusan KPU Taput nomor 51/PL.036-Ktp/1202/KPU-Kab/VII/2018 tercatan peraih suara terbanyak adalah pasangan Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat dengan perolehan 69.375 suara atau 45,26 persen.  

PERMASALAHAN
 
Kesemua upaya tersebut diatas tentu pemerintah setempat menghadapi permasalahan. Adapun kendala-kendala yang akan dihadapi dalam pengembangan pariwisata, antara lain adalah, pertama kemampuan untuk mendorong dan meningkatkan perkembangan
 
Kedua, rendahnya mutu pelayanan dari para penyelenggara pariwisata, persaingan yang tidak sehat di antara para penyelenggara pariwisata serta kurangnya pemahaman terhadap pentingnya pelindungan konsumen. Ketiga, rendanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengembangan pariwisata merupakan kendala. Sebab banyak rencana pengembangan yang gagal karena kurang mendapat dukungan dari masyarakat akibat rendahnya kesadaran tersebut.
 
Keempat, kurangnya modal dan rendahya sumberdaya manusia, terutama tenaga yang terampil dan profesional dalam hal manajerial di bidang pariwisata merupakan kendala yang sering kali muncul.
 
Dalam waktu dekat Pemkab Taput akan melakukan usaha pariwisata. Setiap usaha pariwisata dapat diselenggarakan dalam bentuk perseorangan, badan usaha berbadan hukum atau tidak berbadan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan bentuk usaha dengan permodalan.
 
SARAN DAN PENUTUP
 
Banyak hal yang perlu diberi apresiasi, masyarakat Taput harus mendorong pemerintah setempat agar apa yang dijanjikan kepada masyarakat melalui visi misi kiranya terwujud demi wisata bangkit dan pertumbuhan ekonomi meningkat. Hal itu dapat dicapai jika mendapat dukungan kuat dari masyarakat secara khusus dukungan para legislatif. Salam 3 S (Senyum Sapa Salam) (Tulisan ini ikut lomba karya tulis di Taput, dalam rangka kegiatan Kominfo 2018).**
  BeritaTerkait
  • Pembangunan Danau Toba Tak Boleh Hilangkan Budaya Batak

    2 tahun lalu

    Geliat pembangunan di wilayah Danau Toba, Sumatera Utara, mulai terlihat sejak 2016. Kala itu, melalui Peraturan Presiden Nomor 49/2016 tentang Badan Otorita Pengelola Danau Toba tertanggal 1 Juni

  • Ekonomi Syariah Hadir untuk Semua Lapisan Masyarakat

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan, ekonomi syariah bukanlah semata untuk umat Islam saja, tapi untuk seluruh lapisan masyarakat."Ekonomi syariah dapat menjadi

  • Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK bidang Perekonomian: Pondasi Ekonomi Bagus Jadi Modal Dasar

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):  Menko Darmin Nasution menegaskan, ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. Hal itu ditunjukkan dari berbagai indikator ekonomi, antara lain: kem

  • Liber Simbolon : Bandara Silangit Sumatera Utara Dibangun Saat Pendudukan Jepang

    tahun lalu

    Pangururan(Pelita Batak): Upaya pemerintah untuk membenahi berbagai sektoral infrastruktur antara lain pariwisata, perkebunan, pelabuhan, pertanian, jalan tol, lapangan udara  di Sumatera Utara m

  • Dr Ronsen Pasaribu SH MM : Orang Batak Jangan Tergusur dari Tempat Leluhurnya

    2 tahun lalu

    Samosir (Pelita Batak) :Dalam rangka mendukung pembangunan industri pariwisata di kawasan Danau Toba dan sekitarnya, pihak Forum Bangso Batak Indonesia(FBBI) bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar) mengadakan pelatihan kompetensi tenaga pe

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb