KSP Makmur Mandiri
Kamis, 11 April 2019 16:09:00

Seruan Ibu Pertiwi Indonesia

Oleh : Drs Thomson Hutasoit
BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Drs Thomson Hutasoit
HAI....anak-anak ku dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, dan Diaspora Indonesia dimana pun kalian berada....!!!

Hari Rabu, 17 April 2019 kalian semua melaksanakan Pesta Demokrasi Rakyat memilih pemimpin mu periode 2019-2024. Pesta demokrasi rakyat Pilpres, Pileg 2019 tentu haruslah membawa kegembiraan, kesenangan dan kebahagiaan untuk kalian semua. Karena itu, Persatuan Indonesia, persaudaraan sesama anak bangsa harus diutamakan daripada sekadar kemenangan kontestasi politik suksesi kekuasaan. 

Hai....anak-anak ku....!!!
Pilpres, Pileg bukanlah pertarungan apalagi perang hidup mati yang harus dimenangkan dengan menghalalkan segala cara terhadap musuh bangsa dan negara. Melainkan kompetisi sesama anak bangsa untuk memilih putera-puteri terbaik untuk mengemban amanah kepercayaan rakyat membawa INDONESIA MAJU, INDONESIA HEBAT, INDONESIA ADIDAYA lima tahun ke depan. Sebagai pesta demokrasi rakyat memilih pemimpin tentu Pilpres, Pileg 2019 harus dijadikan festival Visi-Misi, Ide, Gagasan, Program terbaik untuk menumbuhkan OPTIMISME INDONESIA MAJU didalam hati sanubari, pikiran seluruh rakyat Indonesia. 

Hai.....anak-anak ku putera-puteri Indonesia...!!! Kalian bersaudara sekandung putera-puteri Ibu Pertiwi Indonesia lahir, dibesarkan, hidup di Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika memiliki hak dan kewajiban sama sebagaimana tertuang pada pasal 27 ayat (1) UUD RI 1945, sehingga tak seorangpun merasa lebih berhak, lebih istimewa hidup di bumi Indonesia. Itu mesti kalian sadari paripurna anak ku....!!! 

Hai.....anak-anak ku.....!!! 
Selaku saudara anak-anak Ibu Pertiwi Indonesia tentu sangat lah keliru besar dan sesat pikir apabila sesama saudara saling membenci, fitnah, adu domba, hasut, hujat, hoax atau kebohongan, provokasi, agitasi, kampanye hitam semata-mata demi meraih kemenangan dalam Pilpres, Pileg 2019.
Ingatlah anak ku apa kata Nelson Mandela Presiden Afrika Selatan, "Tidak seorang pun lahir dalam keadaan membenci orang lain karena warna kulit, atau latar belakang, atau agamanya. Orang belajar membenci, dan jika mereka bisa belajar membenci; mereka juga bisa diajar untuk mencintai, karena cinta datang lebih alami ke hati manusia daripada lawannya. Kebencian merupakan beban yang sama beratnya bagi yang membenci maupun yang dibenci." 

Jangan lupa apa yang dikatakan Ibu Teresa, "Kasih dimulai di rumah, dan yang penting bukanlah seberapa banyak yang kita lakukan, melainkan seberapa besar kasih yang kita libatkan dalam kita". 

Hai......anak-anak ku......!!! 
Tiang penyangga kokoh dan kuat suatu bangsa dan negara sejatinya ialah kasih di dalam rumah. Sebab, mustahil mencintai, mengasihi masyarakat, bangsa dan negara tanpa mencintai dan mengasihi keluarga (istri, anak, cucu), saudara dan kerabat terdekat. Sebab, disetiap akhir perjalanan manusia akan kembali ke keluarganya sendiri. Dan bangsa dan negara kuat dan kokoh apabila setiap keluarga warga negaranya hidup rukun dan damai, harmonis, berbahagia. Tanpa itu, anak-anak ku adalah kemustahilan belaka. 

Hai.....anak-anak ku.....!!! 
Hoegeng Imam Santoso Kepala Kepolisian RI (1968-1971) Teladan Polisi, Polisi Teladan di republik ini telah mengatakan, "Baik menjadi orang penting. Tapi yang lebih penting adalah orang baik." 
Presiden/Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD PROVINSI, DPRD KABUPATEN/KOTA adalah baik dan penting. Tapi, presiden/wakil presiden, legislator yang baik jauh lebih penting. Sebab ditangan orang baik inilah optimisme rakyat, bangsa dan negara terwujud nyata. 

Karena itu anak-anak ku.....!!!
Memilih orang penting di Pilpres, Pileg 17 April 2019 harus memperhatikan, mempertimbangkan sungguh-sungguh rekam jejak (track record) kandidat detil dan paripurna supaya tidak salah memilih berakibat penyesalan lima tahun ke depan. 

Hai......anak-anak ku......!!! 
Ciri-ciri orang baik ialah sederhana, bersahaja, bersih, jujur, berani, kompeten, profesional, berprestasi, visioner, kreatif, inovatif, tidak paranoid, tidak munafik, beretika, beradat, beradab,  konsisten, berintegritas, merakyat serta clear noda hitam masa lalu. Sebab, Stephen P. Robbins Ph.D (2008) mengatakan, "Prediktor terbaik perilaku seseorang di masa depan ialah perilakunya di masa lalu." 

Perhatikan sungguh-sungguh bibit, bebet, bobot calon orang penting yang mau kalian pilih, karena ditangan orang baiklah harapan rakyat, bangsa, negara bisa digantungkan. 

Hai.....anak-anak ku.......!!! 
Pilpres, Pileg 2019 bukan sekadar pergantian orang penting, melainkan menghadirkan orang-orang baik memegang posisi penting melahirkan kebijakan negara membawa Indonesia Maju lima tahun ke depan. Karena itu, penting kiranya memahami apa yang dikatakan Ali Sadikin mantan Gubernur DKI Jakarta (1966-1977) "Cita-cita dan tujuan Proklamasi Kemerdekaan adalah kemerdekaan bangsa Indonesia dari imperialisme, kolonialisme, dan segala manifestasinya. Lalu, sebagai bangsa yang merdeka membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, feodalisme, perbudakan, pemerkosaan harkat, martabat manusia, dan ketidakadilan."(Kompas, 7/3/2014). 

Visi-Misi, Ide, Gagasan, Program konkrit, terukur, realistis ke arah itulah salah satu indikator serta parameter penilaian layak tidaknya seorang kandidat pilihan rakyat. Bukan, piawai dan hebat beretorika, berwacana yang mampu menghipnotis alam sadar rakyat dengan pidato berapi-api, tanpa bukti empirik kinerja tervalidasi. Sebab, segunung retorika, wacana, secuil bukti kerja nyata jauh lebih baik. 

Hai.....anak-anak ku.....!!!
Survival perjalanan bangsa dan negara terletak ditangan mu. Karena itu, gunakanlah hak pilih mu sebaik-baiknya memilih orang baik pemimpin lima tahun ke depan. 
Jadilah pemilih pintar dan cerdas memilih presiden/wakil presiden, wakil rakyat cermat dan seksama. 

Hindarkan diri mu dari fanatisme buta sentimen sektarian-primordial, isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) ancaman laten keutuhan bangsa dan negara..
Pilihlah calon pemimpin telah terbukti, teruji prestasi kinerja dan memiliki rekam jejak (track record) digital agar tidak memberi amanah kepercayaan kepada orang yang salah. 
Jangan Golput sebab tak seorang pun bisa merampas hak kedaulatan mu pada Pilpres, Pileg 17 April 2019. 

Bila kalian cinta dan sayang kepada Ibu Pertiwi Indonesia, berkontraksi lah dalam damai, bergembira, senang dan bahagia menjunjung Persatuan Indonesia, persaudaraan sesama anak bangsa Indonesia. 

SALAM IBU PERTIWI INDONESIA.....!!! 
Medan, 11 April 2019. 
Sala.......!!! MERDEKA......!!! 
Drs. Thomson Hutasoit. 
Penasehat Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (DPC ISRI) Kota Medan. (Pendapat pribadi).
  BeritaTerkait
  • MENGEMBALIKAN KARAKTER LUHUR BANGSA INDONESIA

    3 bulan lalu

    PERGESERAN, perubahan karakter luhur bangsa Indonesia era belakangan ini, terutama di era reformasi sungguh amat sangat memprihatinkan dan menyedihkan. Karakter luhur rakyat Nusantara sopan, sant

  • Sambutan Ketua Umum GMKI dalam Perayaan Natal Nasional GMKI di Samarinda

    3 tahun lalu

    Salam sejahtera bagi kita semua, Bapak-Ibu dan Saudara-saudari yang kami hormati, kelahiran Yesus di dunia tidak hanya menjadi milik umat Kristen saja, melainkan merupakan milik peradaban manus

  • Turnamen Dam Batu Jurnalis Medan Semarakan Hari Kemerdekaan

    3 tahun lalu

    Turnamen gaplek atau dam batu Jurnalis Medan dalam menyemarakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 tahun dimulai, Minggu (14/8/2016), di Warkop Jurnalis Medan.

  • Khotbah Natal Pemprovsu, 19 Desember 2018 di Hotel Danau Toba, Medan, pkl 17.00: "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita" (1 Korintus 1:30)

    7 bulan lalu

    Oleh: Pdt Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBPHP/WA: 0812-62472015Sub Tema: "Dengan Perayaan Natal Pemprovsu Berhikmat Melayani Masyarakat Menuju Sumut Lebih Bermartabat."PengantarSaudara

  • MENGHADIRKAN NEGARAWAN PEMIMPIN OTENTIK

    3 bulan lalu

    HARI Rabu, 17 April 2019 sejarah mencatat Negara Republik Indonesia telah melaksanakan pemilihan umum (Pemilu) ke 11 kali sejak tahun 1955. Pemilu telah dilakukan di republik ini menjadi catatan sejar

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb