• Home
  • Opini
  • Senandung Rindu Bonapasogit, Sebuah Catatan Kecil
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 09 April 2017 21:27:00

Senandung Rindu Bonapasogit, Sebuah Catatan Kecil

Oleh: Ronsen LM Pasaribu, Ketua Umum FBBI
BAGIKAN:
Ist
Ronsen LM Pasaribu, Ketua Umum FBBI bersama Sekjen Djalan Sihombing SH dan pengurus lainnya
Rustika, salah seorang panitia selalu membimbing seluruh panitia untuk berdoa, baik memulai rapat siang itu menyerahkan pada Tuhan agar rencana berjalan lancar, begitu para undangan boleh hadir dengan sukacita. Begitu selepas selesai, selalu beliau mengajak panitia berdoa, mengucapkan puji tuhan telah berjalan lancar.
 
Feber Manalu, dan kawan kawan, tanpa berleha leha, berusaha datang tepat waktu dan ditengah kemacetanpun mereka saling kontak agar tidak terlambat datang jam 15.00 WIB guna persiapan. puji Tuhan semua hadir tepat waktu.
 
Ketum RLM Pasaribu dalam menyampaikan sambutan, mengajak Ketua Perwakilan FBBI Amerika Serikat sama sama memberikan sambutan. Sebab, Acara ini diinisiasi oleh Perwakilan AS dan Ketum menerima usul dan mempersiapkan walau dalam waktu sempit. Pak Minderman, memberikan informasi orang batak di AS, senang dengan perkumpulan seperti ini sebagai sarana untuk berbuat sesuatu ke bonapasogit.  Jadi, itulah yang mendorong beliau terdorong untuk mengajak teman temannya, untuk datang termasuk Mengajak Korem Sihombing, berdua ini sama sama berbakat meniup seruling, salah satu alat musik orang batak, duet mainkan seruling tanpa latihan bersama, membuat penonton kagum.
 
Hadirin, terdiri dari teman teman fungsionaris FBBI, seluruhnya 120 orang, .namun karena dalam ruangan sebelah belakang ada juga komunitas dari anak Siantar, sehingga bisa bergabung menikmati acara Senandung rindu Bonapasogit ini. Ada dosen, ada Pengacara, ada seniman, ada pemuda, ada usahawan dan lainnya. Antara lain, tamu Dr. L.Raymon Jr P Sihombing, Director of Researdh, Respublica Political  Instritute, Unisovyet. 
 
Didaulat memanfaatkan waktu apa yang bisa diberikan konstribusi bagi bangso Batak melalui FBBI?. Beliau bersedia menjadi perwakilan di Sovyet dan siap membantu orang muda batak yang ingin kuliah di Sovyet dengan beasiswanya, apabila ada yang berminat. Maka siapa yang bersedia, silahkan melalui FBBI. 
 
Mutiara Marbun Tarihoran, Delly, bidang makanan memastikan apakah pukul 18.00 teng bisa makan? Walau lewat 15 minit, tapi personel Maksima Trio diiringi Roy Pasaribu membuat tamu yang tepat waktu gak terasa kehilangan waktu makan, sehingga sambil menunggu tamu maka pukul 18.30 bisa mulai makan. 
 
Pdt. Marihot Siahaan, memimpin doa, namun berhubung hadirin ada dua kelompok yang ada diruangan itu, dirasa perlu menjelaskan GASIBU, apa, tujuan dan penggunaannya serta apa kaitan gasibu dengan malam ini. Pesan Ketum dijelaskan dengan pas oleh pak Pendeta, bahkan ditambahkan menurut beliau, Senandung Rindu ini sangat tepat karena orang batak sekarang memerlukan kesadaran yang utuh, jujur dan perlunya para perantau harus kembali ke alam bonapasogit yang sesungguhnya sebab sudah banyak yang lupa sengaja atau tidak. 
 
Ini bahaya, tidak boleh kita lupa. Maka dengan lagu oleh par  artis, kenangan itu kita ingatkan. Salah satu wujud, membayar hutang ke bonapasogit, melalui Gasibu ini. Mari hadirin ikut mengisi dan mengirimkan ke rekening FBBI. Doa makan, sebagai awal kegiatan malam ini.
 
Satu jam makan malam, dengan sistem standing party, leluasa menikmati makanan. Catatan, bahwa makanan yang disajikan tersedia baik untuk muslim dan non muslim. Luar biasa, semua menikmati makanan dengan sukacita, tanpa ada masalah. 
 
Giliran tortor, bimbingan Liberty Simblon, bercampur anak muda dan orangtua, berbaris 12 orang, lengkap dengan ulos kecilnya yang disiapkan oleh Ketum dipakai dengan apik. TEntu, tujuan penggalangan dana yang utama dalam tortor ini. Mengalir, bergantian para hadirin turun untuk turut marnortor sambil menyelipkan uang dalam ukuran kecil yang dipersiapkan oleh bapak Pulo Siregar/Bendahara Umum FBBI.  Perpaudan musik dan gerak tortor, berhasil menggebrak suasana riang gembira pada awal kegiatan ini.
 
Lagu pembuka oleh Kabid pemuda, seni dan prodksi FBBI yang merangkap ketua panitia dan MC disergah oleh Ketum begitu menyanyi satu bait. Tak lain, untuk memberi kesempatan hadirin untuk memberikan konstribusi, untuk lagu ini. Pulo Siregar dan Jhohannes Situmorang, sigap untuk menayangkan siapa dan berapa yang menyumbang sehingga dapat dimonitor berapa aliran uang yang masuk.
 
Korem Sihombing, musikus handal khusus alat musik seruling batak begitu lagulagu lawas yang dinyanyian dalam drama tradisional, lagu Si Tilhang, mewarnai malam senandung bonapasogit ini. Lagi lagi lagu ini disela denganlelang, namun penonton tak terganggu malah berlomba untuk memberikan konstribusinya. (saya tidak menggunakan pilihan kata sumbangan, karena terkesan orang luar, sebab FBBI melihat orang batak sebagai subjek maupun objek, bukan pihak ketiga atau orang lain).
 
Obed Hutabarat, pemenang lomba nyanyi di TVRI ini berhasil membawakan lagu ciptaan Dakka Hutagalung. Didia rokkaphi??,  Mengajak seniman lain, untuk menjadi Back Vocal.  lagi lagi, lelang menyela lagu ini, walau penonton menikmati dan sambil  berkontribusi dengan sejumlah lelang.
 
Ooo, Tao Natio, sebuah lagu monumental, mengisahkan Danau Toba yang indah, bersih, jika dilihat dari kejauhan nampak tao yang semakin indah. Back Vocal Sitinjak, Personel Maksima Trio, Hilman Padang, mengiringi bapak Situmoeang, personil Melodi King yang berjaya dimasanya. Hasil lelang tertinggi, nampaknya dapat disegmen lagu ini. 
 
Hilman Padang, seorang Dewan Pakar FBBI dari Pakpak Barat, dengan apik membawakan lagu hit Trio Lasido, trio berjaya sampai saat ini, terdiri dari Hilman Padang, Buntora Situmorang dan jack Marpaung. "Surat narara" yang menceritakan hubungan dua pemuda pemdi yang berjauan, megnisahkan kehangatan hubungan dimasa lalu melalui komunikasi surat. Lagu kedua, Serly, dengan apik dibawakan Trio dengan Situmeang dkk. Hadir dengan istri br Ujung, semangat beliau patut kita angkat jempol karena diusia yang sudah 65 tahun masih memberikan teladan kepada yang muda-muda. 
 
Ketum RLM Pasaribu, didaulat juga membawakan lagu Parsonduk bolon naburju, dng back Vocal Hilman Padang dan lae Sitinjak. Lagi lagi lelang berjalan, sebagai upaya menambah konstribusi Gasibu yang sudah masuk. Lagu yang bercerita, betapa idealnya seorang calon istri yang dipilihkan orangtua. Orangtua, dalam menentukan menantu, harus burju maradat dengan pesta di Kamung halaman, hormat marsimatua, dan memperlakukan semua saudara menjadi saudara sendiri. 
 
Segmen tortor dan joged, melibatkan semua hadirin, baik undangan resmi FBBI maupun group anak Siantar yang kebetulan hadir di paruh gedung sebelah belakang, namun turut menyatu dengan FBBI. Suatu kebetulan, namun berhasil memperluas sosialisasi tentang FBBI dan Gasibunya, bahkan mereka ikut memberikan lelangnya. Luar biasa dan terimakasih.
 
O tano Batak, lagu wajib bagi FBBI setiap menutup acara dimanapun berada, bermaksud selalu menegaskan keberpihakan kita pada cinta Bonapasogit. Darisana saya berangkat, dan ke Tanah Bataklah saya ingin berbakti.
 
Djalan Sihombing, Sekjen FBBI, berusaha untuk merekam dan mereport seluruh kegiatan ini dan meneruskan ke meja redaksi, Pelita yang beliau asuh di Bonapasogit. Harian On Line dan Radio Pelita di Humbahas. FBBI selalu berusaha untuk menyiarkan kegiatannya supaya terkomunikasikan kepada orang batak dimanapun berada. Ada dua judul berita pertama, berita berupa release yang isinya sambutan dari Ketum sendiri yang menjelaskan hubungan Senandung rindu dengan rencana aksi FBBI yang diujungnya hadir GASIBU. Kerangka pikir itu, membuat kegiatan ini memiliki argumenasi logis dan antara visi, misi dan program bisa dibaca oleh khalayak orang batak. Gasibu sendiri sudah masuk dalam Anggaran Dasar, supaya orang tidak ragu dan mendukung dengan tujuan mulia membantu bonapasogit karena sejatinya aktivitas ini masuk segmen membantu dibidang Kemanusiaan, yang universal.  Berita kedua memberitakan konten acara itu dengan kehadiran tokoh tokoh oran batak diacara Senandung rindu Bonapasogit.
 
Jayalah FBBI, Maju terus GASIBU, dan Senandung rindu Bonapasogit Jilid dua di Pekanbaru, Riau dapat terealisir dengan lebih berhasil lagi.(Ronsen LM Pasaribu, Ketua Umum FBBI)
  BeritaTerkait
  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    tahun lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Mengenali Perang Strategi Antar Restoran Batak

    tahun lalu

    Menggunakan label "suku" seperti BPK, Makan Khas Batak, Makanan Muslim, Restauran Padang dan lainnya dalam ilmu Ekonomi Pemasaran disebut kebijakan segmentasi pasar atau konsumen. Tentu t

  • Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) Gelar Acara Senandung Rindu Bona Pasogit Jilid Pertama

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) menggelar Acara Senandung Rindu Bona Pasogit Jilid Pertama di Lapo Codian, Jakarta, Sabtu 8 April 2017.   Para pendukung aca

  • Masihkah Perlu Tarombo, Bagi Orang Batak?

    5 bulan lalu

    Oleh: oleh Ronsen LM PasaribuSelama ini tarombo sebagai silsilah seseorang, diterima sebagai hal yang given, diterima apa adanya. Tarombo, memang tidak bisa direkayasa, sifatnya apa adanya jujur dan o

  • 6 Lokasi Wisata Alam di Tanah Batak

    2 tahun lalu

    Sejumlah lokasi wisata terbaik di Tanah Batak, berikut ini bisa menjadi panduan bagi Anda yang ingin bepergian bersama keluarga atau teman-teman di sekitar Tanah Batak.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet