• Home
  • Opini
  • Pengalaman Jhonsar Lumbantoruan bersama Ahok di DPR RI
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 27 September 2016 15:48:00

Pengalaman Jhonsar Lumbantoruan bersama Ahok di DPR RI

BAGIKAN:
FB
Jhonsar Lumbantoruan
Saya pernah bekerja selama kurang lebih  2,5 Tahun( Oktober 2009-Februari 2012)  dalam satu Instusi(Komisi II DPR RI) dengan Basuki Tjahaja Purnama (AHOK). Dia sebagai Anggota DPR, saya sebagai Tenaga Ahli. Saya tidak memiliki kedekatan pribadi dengan dia, hanya saja, sebagai Anak buah, saya harus aktif memperhatikan karakteristik setiap anggota, termasuk Ahok, karena harus menyesuaikan karakter setiap anggota dalam membantu mereka menjalankan fungsinya.
 
Ada beberapa pengalaman yang saya ingat tentang kinerja dan perilakunya selama di Komisi II DPR RI.
 
1. sangat rajin mengikuti rapat, meskipun gak selalu berbicara dalam forum. dia selalu mencatat peristiwa rapat dan memasukkannya dalam website pribadinya.
 
2. Bila ada Pemberian uang kepada anggota; entah itu honor-honor pembahasan Undang-undang, uang perjalanan dll. sebelum dia teken anda terima, yang selalu dia tanya kepada sekretrariat: ada pajaknya gak? bila tidak ada pajak, dia tidak bakal terima. Menurut dia, bila ada pemotongan pajak berarti uang itu legal.
 
3. suka ngomel-ngomel kepada sekretariat bila dia dimasukkan ke sheet ekonomi dalam penerbangan. Dia bilang negara sudah membayar sheet kelas bisnis bagi pejabat negara(Anggota DPR), jadi kalau masih menggunakan sheet ekonomi berarti ada korupsi terselubung.
 
4. Suka merepotin sekretariat komisi II DPR karena dia suka mengembalikan sisa uang perjalanan kunjungan kerja. Misalnya, dalam jadwal kunjungan kerja direncanakan lima hari, tetapi praktiknya tiga hari, maka sisa dua hari akan dikembalikan Ahok sedangkan anggota lain tidak. karena dia sendiri yang mengambalikan, maka menjadi tambahan kerja bagi sekretariat, agak kurang ajar juga sih dia, nambahin kerjaan aja. susah memang berhadapan sama orang jujur.
 
5. Menurut pengamatan saya, dia tidak begitu disenangi oleh anggota lain, soalnya,  pemikirannya sering berseberangan dengan anggota lain. salah satu contoh. ketika mebahas program E-KTP yang menelan biaya Rp.6,5 Triliun, dia kurang setuju dengan program yang memboroskan itu, dia bilang:" ngapain boros-boros biaya, kasih aja E-KTP itu dibuat dan dikelola  BRI, selain praktis, bisa digunakan jadi ATM sekaligus.semua Penduduk Indonesia yang berusia 17 tahun punya ATM, BRI pun bisa jadi Bank terbesar di Asia Tenggara". gak ditanggapin anggota lain. Kasihan kan loe Hok?.
 
6. Orangnya gak bisa basa-basi, to the point. suka...... bilang suka, tidak suka...dia bilang tidak suka. Tetapi selalu hangat sama orang, gak pernah merasa dia seorang pejabat. Di DPR lebih banyak bergul sama cleaning service dan Office Boy.
 
7.  Kata orang dia pelit, soal ini aku gak tau, karena belum  pernah dikasih uang dan saya juga gak pernah minta uang dari dia. mungkin karena orang itu  gak pernah dikasih uang jadi dibilang pelit. Tapi menurut ku dia bukan pelit, tapi gak ada yang mau dikasih. apa mau dikasih...dari hasil laporan penggunaan Uang yang diunggah di websitenya , sisa dari gaji dan tunjangan kehormatan selama aktif di DPR cuma sekitar 2 juta rupiah, bagaimana mau ngasih-ngasih sama orang.
 
8.Dia pernah bilang sama saya, jangan takut tidak disukai orang, karena orang menjadi terkenal karena ada dua kelompok orang disekeliling kita yaitu yang suka dengan kita dan yang tidak suka. semakin ekstreem kesukaan dan ketidak sukaan orang sama kita, maka disitulah  kita akan  semakin terkenal. sekarang saya sadar, bahwa dia terkenal  adalah akibat sebagian orang suka dan sebagian lagi tidak suka. sehingga orang semacam Ratna sarumpaet, Ahmad Dani, Fadli zon dll sama pentingnya buat dia dengan orang lain seperti Teman Ahok untuk menjadikannya menjadi orang yang sangat terkenal. karena itu saya yakin, sedikit pun tidak ada rasa dendam  dalam hati Ahok kepada orang-orang itu, karena mereka juga sudah berjasa untuk membesarkan nama Ahok.
 
9. Dia juga pernah bilang, agama tidak seharusnya dibawa-bawa dalam politik karena semua hal-hal yang baik dalam agama sudah disarikan dan dimasukkan dalam Konstitusi kita, yaitu UUD 1945 sehingga  pejabat  negara itu bila sudah menjalankan amanat UUD 1945 berarti sudah menjalankan nilai-nilai dan ajaran agamanya masing-masing.
 
10. kebanyakan kalau harus sepuluh point kutuliskan, nanti  naik pula kupingnya.(FB)
  BeritaTerkait
  • DKI Jakarta : Rumah Kita Bersama

    2 tahun lalu

    PILKADA serentak tahun 2017 telah terselenggara secara langsung, demokratis, aman, selamat, dan sukses. Penyelenggaraan tahun 2017 ini melanjutkan kesuksesan dan semakin melengkapi keberhasila

  • Kapolsek Pakkat AKP Dani Sembiring Akan Tanam Jagung dan Hasilnya Dibagikan ke Masyarakat

    tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): Kapolsek Pakkat AKP Dani Sembiring bekerjasama dengan unsur pimpinan kecamatan memprogramkan penanaman jagung seluas 3 hektar di wilayah Pakkat Kabupaten Humbang Hasunduta

  • Pedoman Media Siber

    3 tahun lalu

    Pedoman Media Siber Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal

  • Ini Pendapat Ephorus Emeritus HKBP Pdt JR Hutauruk tentang Pdt Robinson Butarbutar

    3 tahun lalu

    Sipoholon (Pelita Batak) :<br></br> Emeritus Ephorus HKBP (Periode 1998-2004) Pdt Dr JR Hutauruk meminta kepada seluruh warga jemaat dan para calon untuk tetap menjaga semangat kedamaian serta persatuan HKBP dalam melaksanakan Sinode Godang d

  • HKBP Perlu Rumuskan Sikap Budaya Antisipasi Dinamika Masyarakat

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): HKBP sebagai “Gereja Rakyat”,sekaligus sebagai institusi kebudayaan selayaknya perlu merumuskan sikap budaya mengantisipasi dinamika masyarakat era milenial i

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb