• Home
  • Opini
  • Pendapat FBBI Tentang Penghentian Pencarian Korban Tenggelam Kapal di Danau Toba
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 08 Juli 2018 07:53:00

Pendapat FBBI Tentang Penghentian Pencarian Korban Tenggelam Kapal di Danau Toba

BAGIKAN:
Ist
Pengurus FBBI
Oleh: Ronsen LM Pasaribu dan Djalan Sihombing SH (Ketua Umum dan Sekjen DPP FBBI)

Membicarakan polemik penghentian ini agak sensitif memang, karena berhadapan dengan perasaan keluarga. Namun berdiam diri juga dimana kepedulian kita?

Itulah sebabnya, kita dalam FBBI melihat dengan serius perkembangan demi perkembangan ini dengan seksama. Posisi FBBI sudah jelas, yaitu mengkritisi pemerintah tetapi jika pemerintah sudah membuat keputusan maka kita akan mendukungnya dengan alasan sudah mendapat pertimbangan teknis dan non teknis.

Disitulah posisi kita, bahkan segala upaya yang akan dibuat pemerintah akan didoakan oleh FBBI supaya semuanya berjalan dengan baik.

Doa seribu lilin dimana FBBI bersama 6 Ormas Batak sudah terlaksana di UKI Jakarta beberapa hari lalu dan rencana akan mendoakan di kantor FBBI agar keluarga tabah dan segala upaya pemerintah untuk menindaklanjuti seperti memberikan konpensasi. Juga membangun tugu dan membangun semua pelabuhan di Danau Toba supaya berstandar Nasional serta semua aturan ditegakkan termasuk merevitalisasi armada kapal yang ada perlu di update semuanya.  Semua armada kapal juga harus mendapat standar jangan lagi asal asalanan dikelola secara tradisional.

Ada kebiasaan di masyarakat kita yang memiliki permisif, artinya perilaku terbawa kebiasaan. Ah, dulu juga gak apa-apa, tak perlu memperhatikan peringatan atau tanda tanda cuaca BMG. Terbawa kebiasaan bahkan cenderung menerapkan sistim mafia, semaunya saja dengan mengabaikan regulasi yang ada.

Manives/daftar penumpang, melampirkan KTP saat beli tiket, melengkapi alat pelampung, dan mengikuti jam berangkat yang selalu sesukanya juga. Sudah waktunya berangkat cenderung dilama lamain semata hanya untuk memperbanyak penumpang. Padahal, jam yang ditentukan sudah mempertimbangkan adanya angin yang kencang, ombak dan cuaca lainnya.

Bila sudah terjadi, tak bisa disesalkan lagi, memang penyesalan selalu datang terlambat dan kesedihan yang tersisa.

Kembali ke soal penghentian pencarian per tanggal 3 Juli 2018, maka kita dapat menerima kebijakan itu setelah dijelaskan panjang lebar oleh Menteri Koordinator Maritim L. B. Panjaitan dan menerima penjelasan teknis oleh Basarnas. Penjelasan itu lebih terang setelah membaca  artikel diatas oleh Aryadi Marsaid, semakin mengkonfirmasi betapa secra teknis sehingga tiba pada kesimpulan, mengehentikannya dengan konpensasi, dibangun tugu peringatan bagi kita semua terutama mereka yang terlibat sebagai keluarga korban.

Terhadap keinginan untuk tetap mencari jenazah, sayapun semula berharap demikian. Tetapi kita tidak boleh keluar dari fakta teknis yang dijelaskan oleh pemerintah. Jika demikian, maka ibu Ratna Sarumpaet yang mencoba melakukan protes di tengah kerumunan duka para keluarga korban dan Menteri Koordinator Kemaritiman hadir mewakili pemerintah suatu tindakan yang tidak memiliki etika ketimuran, bertentangan dengan perasaan kedukaan saat itu. 

Keluarga sudah menerima, ya sudah. Atau itu Ratna mau berenang sendiri jika tidak percaya di kedalaman 450 M2  tidak memungkinkan ada upaya manusia atau alat lainnya? Sebab, tekanan yang sangat tinggi, dingin dan jikapun diangkat keatas akan hancur berkeping keping.

Itupun jika ada alat. Ini alatnya tidak mungkin dibawa karena jalurnya Danau bukan laut. Kita apresiasi dengan pembangunan tugu oleh pemerintah di sekitar Danau Toba, dengan posisi terdekat. 

Bangunan inipun kami berharap harus didukung, karena sebagai kearifan lokal di tanah Batak, Tugu adalah bagian dari budaya lokal di tanah Batak. Jika seorang ingin nyekar, maka datanglah ke tugu itu untuk melakukan ritual berdoa guna memenuhi kerinduan serta sebentuk komunikasi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tugu bersifat permanen, dan akan bisa selama lamanya akan dilihat oleh umum. Sebagai pengingat juga agar segala regulasi di perairan Danau Toba diperhatikan oleh stake holder.

Sebagai musibah, tak banyak lagi yang harus dikatakan oleh kita, kecuali belasungkawa. 

Biarlah hukum berjalan kepada yang lalai, tidak melaksanakan tugasnya namun sebagai orang beragama tetap kita percaya bahwa segala musibah dan kematian merupakan suatu penggenapan oleh yang punya kuasa. 

Dengan keyakinan mereka telah damai di sana, disisi Tuhan. Kehidupannya sudah selesai di dunia ini. Semoga keluarga tabah dan berhikmah atas kuasa Tuhan. Hanya Sang Pencipta yang berkuasa penuh atas korban yang meninggal, Danau Toba dan semua ciptaanNya.(*)
  BeritaTerkait
  • Kecelakaan Kapal di Sumatera Selatan, Makassar, dan Danau Toba: Audit Sistem Pelayaran di Indonesia, Ganti Dirjen Perhubungan Laut dan Dirjen Perhubungan Darat

    3 bulan lalu

    Medan(Pelita Batak): Dalam satu minggu ini, rakyat Indonesia merasakan dukacita karena kecelakaan tiga kapal di Sumatera Selatan, Makassar, dan Danau Toba. Pada tanggal 13 Juni 2018, sebuah kapal cepa

  • Kapal Tenggelam di Danau Toba: Ribuan Perantau Batak Jabodetabek Ikuti Malam Doa

    3 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):3000-an orang perantau Batak, mengenakan pakaian hitam, yang berasal dari Jabodetabek tumpah ruah memenuhi halaman Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta, Sabtu malam (2

  • Rintihan Anak Bangsa di Danau Toba

    3 bulan lalu

    Oleh: Sahat Martin Philip Sinurat, Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI"Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar n

  • Kapal Penumpang Tenggelam di Danau Toba

    3 bulan lalu

    Samosir (Pelita Batak):Pemerintah Kabupaten Samosir mengucapkan belangsukawa yang sedalam dalamnya atas tenggelamnya kapal penumpang bernama KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba tepatnya 200 meter m

  • KM Sinar Bangun Tenggelam, BPODT dan TCC Kemenpar Terus Monitor

    3 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) mengucapkan turut prihatin atas tenggelamnya kapal penumpang KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Senin (18/6). Kapal tersebut diperk

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb