• Home
  • Opini
  • Pencalonan Presiden dan Cawapres Masih Tonjolkan Keinginan Kekuasaan?
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 09 Agustus 2018 11:21:00

Pencalonan Presiden dan Cawapres Masih Tonjolkan Keinginan Kekuasaan?

BAGIKAN:
Ist
Djalan Sihombing SH
Oleh Djalan Sihombing

BESOK,  Jumat (10/8/2018), hari terakhir pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pilpres 2019. Belakangan ini sudah terlihat kekuataan-kekuatan partai dan organisasi di luar partai yang berperan untuk menjagokan calon masing-masing.  Bahkan, sesama satu partai pun  pendapatnya sudah sangat tajam dan berbeda. Mereka mempertontonkannya di depan publik.
Timbul pertanyaan, apakah pencalonan capres dan cawapres semata-mata untuk keinginan berkuasa saja? Di hari-hari terakhir pendaftaran, partai-partai mengadakan pendekatan-pendekatan atau lobi tingkat tinggi untuk menggolkan calonnya. Bahkan sudah berlangsung saling menuduh hal yang kurang sedap antara yang satu dengan yang lain. 

Di detikcom 8/8/18, Andi Arief menuduh Prabowo sebagai jenderal kardus.  Dan lebih jauh, disebutkan bahwa Prabowo mementingkan uang pada Pilpres 2019 ketimbang perjuangan.

Banyak warga masyarakat kita yang bingung melihat dan mendengar politisi kita. Banyak yang asal bicara tanpa etika di depan publik. Sangat disayangkan. 
Pak Jokowi sudah kelihatan membangun sistem berpolitik yang santun, beretika, bermartabat dan beradab, tapi masih ada saja politisi yang tetap kurang setuju dan bahkan usil dengan cara-cara yang dilakukan Jokowi. 

Rakyat pun menjadi penonton melihat sikap politisi yang hanya mementingkan kelompok  dan partainya tanpa melihat kepentingan bangsa dan negara ke depan. Banyak politisi kita yang hanyut dengan saling hujat serta menyerang tanpa data  akurat. Apakah mereka tidak malu dengan anak cucu? Apakah mereka bukan negarawan? Atau apakah mereka bicara dan berebut kekuasaan demi ambisi pribadi atau kelompoknya?

Sangat disayangkan budaya perpolitikan yang dipertontonkan membawa dampak yang kurang baik kepada masyarakat pemilih.  Masih ada yang memakai SARA dan cara-cara tidak terpuji agar calonnya lolos untuk dicalonkan. Dan cara-cara ini akan berpengaruh pada pelaksanaan pilpres nanti.

Ke depan, calon pemimpin haruslah orang yang jejak rekamnya  sudah teruji dan terbukti untuk kepentingan bangsa dan negara.  Pandangannya jauh ke depan untuk membawa cita-cita kemerdekaan Indonesia. Orangnya harus bisa diterima  kalangan umat demi persatuan dan kesatuan. Negarawan sejati, yang tidak dibatasi sekat-sekat terkotak-kotak karena SARA, tapi bisa mengayomi semua elemen bangsa. Orang yang sudah selesai dengan kepentingannya dan keluarganya. Selain itu,  harus mempunyai integritas yang mumpuni. (Penulis adalah advokat)
  BeritaTerkait
  • Apa Masih Kecewa dengan Mas Uno?

    2 bulan lalu

    Oleh: Timboel SiregarAkhirnya drama pencalonan capres dan cawapres berakhir sudah. Nama capres dan cawapres dari kedua pihak sudah diumumkan.Dari kubu Petahana, sikap baik dari Mahfud MD menjadi pelaj

  • Tanggapan Inti terhadap "Draft Aturan Peraturan HKBP 2002 Hasil Amandemen III"

    6 bulan lalu

    Oleh: Pdt Dr Robinson Butarbutar Parsameanta, STT-HKBPI. Dasar Ekklesiologi HKBP yang sudah disusun oleh para tokoh HKBP melalui sejarah pengalamannya bergereja yang sudah hampir 157 tahun adalah ekkl

  • Spontanitas Bunga dan Lillin Penuh Makna Untuk Ahok

    tahun lalu

    Berawal  dengan karangan bunga yang penuh dengan cinta dan kasih, kemudian muncul gerakan seribu lilin untuk Ahok sebagai ungkapan yang penuh dengan cinta dan kasih atas apa yang dialami oleh

  • Marandus Sirait : Hutan Kemasyarakatan Memerlukan Kerjasama

    2 tahun lalu

    Keberhasilan pengelolaan hutan kemasyarakatan memerlukan kerjasama dengan barbagai pihak sehingga tujuan akhirnya berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa dicapai.

  • Ini isi Lengkap Nota Keberatan Ahok di Pengadilan

    2 tahun lalu

    Jakarta Pelita Batak): Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Majelis Hakim yang saya muliakan, Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati, Penasihat Hukum dan Para Hadirin yang saya hormati, &

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb