• Home
  • Opini
  • Pembangunan Sistem Informasi Massa Mandiri
Rabu, 28 Juni 2017 12:13:00

Pembangunan Sistem Informasi Massa Mandiri

Oleh : Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H. Kapuslitdatin BNN
BAGIKAN:
ist|PelitaBatak
Presiden RI Joko Widodo di awal pemerintahannya menyatakan kepada seluruh bangsa Indonesia, bahwa Indonesia berada dalam situasi darurat Narkoba. Hal ini dikarenakan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan dan tidak ada satupun wilayah di Indonesia yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Berdasarkan hasil penelitian BNN beke rjasama dengan Puslitkes UI tahun 2014 diketahui bahwa angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba mencapai 2,18% atau setara dengan 4 juta penduduk Indonesia usia 10-59 tahun. Sampai dengan April 2017, BNN telah mengungkap 1.254 kasus narkotika, prekursor narkotika, TPPU dan mengamankan tersangka serta mengidentifikasi adanya 60 jenis New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar di Indonesia. Dari ke 60 jenis tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2017 sebanyak 43 jenis NPS dan selebihnya 17 jenis NPS sedang dalam proses pengaturan.

Dengan kondisi Indonesia Darurat Narkoba tersebut, BNN terus gencar melakukan berbagai kegiatan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, diantaranya pengungkapan jaringan Narkotika baik Nasional maupun Internasional, pembentukan satgas maupun relawan anti Narkoba, melaksanakan test urine di tingkat pusat maupun provinsi baik di lingkungan pemerintah maupun swasta, merehabilitasi pasien Narkoba dari berbagai wilayah, melaksanakan berbagai kerja sama baik Nasional maupun Internasional.

Oleh karena itu, upaya-upaya yang dilakukan BNN agar lebih efektif dan  efisien perlu didukung teknologi yang canggih dan mumpuni. Untuk itu Puslitdatin BNN sebagai unsur pendukung dalam upaya Pencegahan  dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba terus melakukan berbagai inovasi, salah satunya yaitu pembangunan
sistem informasi massa mandiri.

Dengan adanya sistem informasi massa mandiri tersebut, BNN dapat cepat memberikan informasi kepada masyarakat seputar Narkoba melalui SMS. SMS merupakan aplikasi yang  paling banyak digunakan dalam teknologi seluler, dengan data perkiraan mencapai 3,5 miliar pengguna aktif, atau sekitar 80% dari seluruh pelanggan seluler pada akhir tahun 2010. Karena sangat mudah dalam penggunaannya, SMS sangat umum digunakan dalam menunjang aktivitas sehari-hari pengguna telepon seluler di seluruh dunia.

Implementasi SMS juga umumnya adalah sebagai sarana penyampai informasi, pemasaran, himbauan, propaganda dan dapat menjangkau segala lapisan komunitas dalam masyarakat secara langsung. Agar pelaksanaan pembangunan aplikasi SMS berjalan lancar, maka Puslitdatin telah melaksanakan ujicoba SMS Blast pada tanggal 29-31 Desember 2016, 1 Januari 2017 dan tanggal 6-8 Januari di beberapa lokasi, yaitu :
1. Jakarta Selatan di Epicentrum Walk Rasuna, Kota Kasablanka, Kuningan City, Ciputra Word Jakarta/Lotte Shopping Avenue, Pejaten Village, Pondok Indah Mall, Gandaria City dan Cilandak Town Square, Plaza Senayan dan Senayan City serta Blok M Pasar Raya dan Terminal Blok M.
2. Jakarta Timur di Cipinang Indah Mall, Cibubur Junction  dan TMII, Pasar Senen dan Mall Senen.
3. Jakarta Utara di Mal  Kelapa  Gading I-V, La Plaza, Pluit Village, Baywalk Pluit, PIK Avenue Mall, Mall of Indonesia, Emprium Pluit Mall. Ancol dan Jl. RE Martadinata dan Jl. Lodan Timur.
4. Jakarta Jakarta Barat di Mall Taman Anggrek, Mall Puri Indah, Lippo Mall Puri, Central Park Jakarta dan PX Pavilion.
5. Jakarta Pusat di Grand Indonesia Shopping Town, Senayan City, Plaza Senayan Istana Negara, Jl. Merdeka, Jl. Veteran Thamrin, Thamrin Plaza dan Bundaran HI, Plaza Indonesia dan Wisma BNI 46.

Selain itu juga Puslitdatin pada bulan Ramadhan telah melaksanakan sosialisasi Contact Center BNN dan himbauan-himbauan tentang Narkoba melalui SMS Blast di Terminal 3 (tiga) Garuda Indonesia, Mesjid  Istaqlal dan Gedung DPR dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

Efektifitas Pembangunan Sistem Informasi Massa Mandiri SMS yang popular sebagai salah satu fitur termudah dan pasti diberikan oleh semua provider layanan seluler tentunya dapat dipertimbangkan sebagai salah satu komponen penting dalam metoda penyampaian informasi yang efektif.

Perkembangan pengguna layanan seluler di Indonesia termasuk tinggi dengan pertumbuhan yang sangat cepat, dari berbagai sumber diperoleh bahwa sampai tahun 2014 terdapat 270 juta pengguna ponsel artinya 117% dari jumlah penduduk di Indonesia.

Dengan mempertimbangkan betapa vitalnya fungsi seluler sebagai penunjang kehidupan masyarakat saat ini maka pendekatan penyampaian informasi modern dapat memanfaatkan teknologi informasi popular yang ada dan telah digunakan secara luas oleh masyarakat.

Berikut adalah berbagai pertimbangan dalam menentukan teknologi SMS sebagai media penyampaian informasi publik yang handal, efektif dan efisien, antara lain :
1. Merupakan layanan sistem informasi yang secara umum (default) ada pada layanan seluler lintas operator/provider, dan jumlah pengguna telepon seluler memiliki populasi yang sangat tinggi di Indonesia;

2. Mudah dan telah familiar digunakan oleh masyarakat luas sebagai salah satu cara berkomunikasi dalam kegiatan sehari-hari;

3. Memiliki jangkauan luas dan dapat menjangkau setiap lapisan masyarakat sebagai sasaran penyampaian;

4. Efisien, simple dan mudah dipahami serta memungkinkan untuk disertai informasi kontak layanan dalam menerima masukan balik (feedback) dalam menjelaskan informasi yang lebih detail dan terperinci tentang suatu hal atau topik;

5. Infrastruktur SMS dapat mengakomodir perkembangan teknologi dan penerapan seluler, dalam arti merupakan teknologi yang tetap digunakan dalam evolusi jaringan seluler termutakhir hingga saat ini;

6. Efektif, artinya berbeda dengan media penyampaian informasi lain, SMS dipastikan akan lansung berinteraksi dengan sasaran. Berbagai survey menyatakan jumlah SMS yang sampai dan dibaca oleh penerima adalah sebesar 98%.

Manfaat Pembangunan Sistem Informasi Massa Mandiri Implementasi sistem informasi massa mandiri tentunya akan sangat bermanfaat dalam penyampaian informasi publik, dengan melihat aspek serta fitur yang  dimiliki diharapkan pelaksana kegiatan akan memperoleh hal-hal sebagai berikut, antara lain :
1. Dapat memberikan informasi kepada masyarakat seputar permasalahan Narkoba sampai ke pelosok Indonesia.

2. Masyarakat dapat mengetahui tempat untuk melapor mengenai adanya tindak pidana narkoba  dilingkungannya  masing-masing melalui Call Center BNN 184 dan SMS Center BNN 1784.

Contact Center BNN adalah merupakan sarana bagi masyarakat untuk melakukan komunikasi dengan BNN berkaitan dengan informasi dan pertanyaan tentang kasus-kasus penyalahgunaan Narkoba, Terapi dan Rehabilitasi, Pencegahan,  Humas, Data dan Informasi serta Informasi Umum.

Dengan layanan ini, diharapkan informasi penting dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh BNN melalui upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

Selain itu juga manfaat dari sistem informasi massa mandiri adalah sebagai berikut :

1. Langsung, Cepat dan Tepat Sasaran.
Hal ini terkait dengan penentuan tempat dan sasaran yang akan dijadikan lokasi pelaksanaan kegiatan hingga tidak akan menyimpang
dari perencanaan dan tujuan penyampaian informasi.

2. Independen.

Aspek yang penting, dan meningkatkan efisiensi dimana bahan keterangan dan informasi yang akan disebarkan dapat langsung diproses tanpa membutuhkan layanan pihak lain hingga dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan efisiensi dan efektifitas.

3. Orientasi Praktis.

Sistem dirancang untuk dapat digunakan secara mudah dan diimplementasikan dengan mempertimbangkan berbagai aspek kemudahan namun tetap mengedepankan aspek administratif dan manajemen yang sangat berguna bagi pelaksana kegiatan penyampaian informasi.

4. Info dan Database Populasi Pengguna Seluler.

Selain memiliki sasaran penyebaran informasi yang cepat dan tepat, salah satu output dari sistem adalah dapat diperuntukkan sebagai media untuk mengumpulkan informasi database pengguna seluler dalam suatu kawasan yang akan berguna sebagai bahan informasi yang representative.

5. Multi fungsi dan Sesuai Analisa Kebutuhan.

Bersifat flexible, dan dapat ditempatkan dalam berbagai skenario, sistem ini dirancang untuk dapat menyesuaikan  implementasi kegiatan penyampaian informasi sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan.

6. Murah Biaya Operasional dan Perawatan.

Karena Sifatnya yang independen, tentunya dalam pelaksanaan kegiatan penyampaian informasi akan efisien, dimana baik dalam operasional dan perawatan sistem dapat dilakukan secara mandiri oleh BNN.

7. Unlimited dan All-time.
Dengan implementasi sistem ini pada kegiatan penyampaianinformasi maka pelaksana dapat melaksanakan kegiatan secara terpadu sepanjang
waktu tanpa keterbatasan kuota dan waktu pelaksanaan yang terikat.

8. Cross-provider Cellular User Availability.

Jangkauan sasaran yang luas dan dapat menyesuaikan dengan seluruh pengguna telepon seluler dari berbagai provider/operator yang berbeda.

Dengan begitu besarnya manfaat SMS Blast melalui sistem informasi masa mandiri dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, maka BNN melalui Puslitdatin BNN terus gencar melakukan kegiatan pemberian informasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di lingkungannya masing-masing serta sosialisasi Call Center BNN 184 dan SMS Center 1784 agar masyarakat peduli terhadap upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

Dengan adanya Contact Center BNN tersebut masyarakat akan lebih cepat melaporkan adanya tindak pidana Narkoba dan rehabilitasi penyalah guna Narkoba di lingkungannya  masing-masing, yang direspon cepat oleh satuan kerja terkait di lingkungan BNN, BNN Provinsi dan BNN Kabupaten/ Kota, selain itu juga dengan adanya pemberian informasi Kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba yang begitu cepat melalui SMS Blast diharapkan Indonesia Darurat Narkoba akan bisa ditangani. ***

  BeritaTerkait
  • Yayasan Pencinta Danau Toba Kritisi Kinerja Badan Otorita yang Belum Hasilkan Rencana Induk

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sejak dicanangkan pengembangan Kawasan Danau Toba (KDT) sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan terutama setelah dibentuk Badan Otorita Pengelola Kawasan Pari

  • Negara Hukum Demokratis Konstitusional : Lembaga Negara Dan Kepemimpinan Negara

    8 bulan lalu

    Oleh : Firman Jaya Daeli (Mantan Anggota Komisi Politik Dan Komisi Hukum DPR-RI)Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) : UUD 1945 secara konstitusional telah meletakkan dengan tegas dan

  • Ini Kronologis Kerusuhan di Tanah Karo, Sumatera Utara

    2 tahun lalu

    Tanah Karo (Pelita Batak): Warga Desa Lingga, Simpang Empat, Karo menolak pembangunan relokasi mandiri. Sebelumnya, pemerintah merencanakan pembangunan bagi 1.683 keluarga. Bentrokan antara aparat

  • Tips Menghadapi Masa Pensiun Ala Habibi

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Pensiun bukan berarti tidak dapat berkarya nyata, dan bukan berarti terbuang dari sistem. Para Pensiun dapat bebas berkarya dan bereksperesi memberikan sumbangan kepada pembangunan kota Medan nantinya. Hal ini disampaikan oleh Walik

  • Pak Wali Teken Kesber Lintas Mebidangla Upaya Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menandatangani Kesepakatan Bersama Lintas Batas Mebidangla (Medan, Binjai, Deli Serdang dan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet