KSP Makmur Mandiri
Minggu, 14 April 2019 19:59:00

Pelukan Satu Indonesia

Oleh : Drs Thompson Hutasoit
BAGIKAN:
Ist|pelitabatak
Drs Thompson Hutasoit
PESTA demokrasi rakyat Pilpres, Pileg 17 April 2019 tinggal beberapa hari lagi. Pesta demokrasi memilih calon pemimpin lima tahun ke depan adalah sebuah perhelatan politik di seluruh wilayah kedaulatan Republik Indonesia, termasuk Diaspora Indonesia tersebar di berbagai negara dunia yang masih tetap warga negara Indonesia (WNI) resmi dan sah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Tanpa tujuan kampanye pada salah satu Paslon Capres/Cawapres tertentu, judul tulisan ini sengaja diangkat setelah memperhatikan cermat dan seksama Konser Rakyat di Gelora Bung Karno (GBK) hari Rabu, 13 April 2019 sekaligus Kampanye terakhir Paslon #01 Jokowi-KH. Ma'ruf Amin dimeriahkan seluruh lapisan masyarakat, tanpa sekat-sekat pemisah sesama anak bangsa. 

Konser diinisiasi dan disemarakkan kurang lebih Artis papan atas di balantika musik nasional telah menumbuhkan kesadaran nasional memperkuat dan memperkokoh Persatuan Indonesia, Persaudaraan sesama anak bangsa Indonesia diatas perbedaan, keragaman, kemajemukan atau kebhinnekaan saling menghormati, saling menghargai satu sama lain. Wajah asli Indonesia dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote larut dalam "Pelukan Satu Indonesia". 

Hal itu, tentu sangat dibutuhkan mendinginkan suhu politik "memanas" setelah negeri ini dicekoki intrik, manuver politik kontestasi Pilpres, Pileg 2019 berakibat terjadinya polarisasi, kubu-kubuan ditengah masyarakat, bangsa dan negara. 

Kekhawatiran, kecemasan, bahkan ketakutan telah muncul ditengah kehidupan bermasyarakat dan berbangsa ditimbulkan ujaran kebencian, fitnah, hoax atau Kebohongan, hasut, hujat, adu domba, provokasi, agitasi, kampanye hitam dilancarkan pihak tak bertanggungjawab taktik strategi menghalalkan segala cara meraih ambisi kuasa. 

Sadar atau tidak taktik strategi menghalalkan segala cara apalagi membangkitkan fanatisme sektarian-primordial sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) berpotensi merusak, mencabik-cabik Persatuan Indonesia, Persaudaraan sesama anak bangsa di Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika telah HARGA MATI. 

Tegangan politik semakin memanas tentu sangat keliru ketika bangsa Indonesia sedang menggelar pesta demokrasi rakyat yang seharusnya diisi menu-menu kesantunan, keadaban, kesenangan, kegembiraan, kebahagiaan hajatan sebuah pesta demokrasi memilih pemimpin putera-puteri terbaik mengemban amanah kepercayaan rakyat menuju Indonesia Maju lima tahun ke depan. 

Semburan ketakutan, perpecahan, permusuhan sesama anak bangsa sungguh keliru besar dan sesat pikir. Sebab, Pilpres, Pileg 2019 adalah sebuah wadah seleksi menghadirkan calon-calon pemimpin terbaik melalui festival Visi-Misi, Ide, Gagasan, Program cerdas, jenial, brilian membawa Indonesia Maju, Indonesia Hebat, Indonesia Adidaya ditataran dunia. 

Sungguh tak masuk akal membangun Indonesia Maju, Indonesia Hebat, Indonesia Adidaya diatas puing-puing kehancuran. Dan tidak masuk akal pula membangun bangsa-negara kuat dan kokoh sembari memporak-porandakan PERSATUAN INDONESIA. Sebab, tidak ada satu bangsa atau negara pun diatas dunia MAJU, HEBAT DAN ADIDAYA tanpa Persatuan, Persaudaraan kuat dan kokoh. 

Kesadaran itu harus tertanam, terpatri dalam hati sanubari, pikiran seluruh anak negeri termasuk pada perhelatan pesta demokrasi Pilpres, Pileg 17 April 2019. Perbedaan pilihan politik tidak boleh sekali-sekali menimbulkan perselisihan, perpecahan, permusuhan sesama anak bangsa. Sebab, pilihan politik adalah hak asasi manusia (HAM) harus dihormati, dihargai dan dijunjung tinggi sebagaimana tujuan hakiki demokrasi substansial meninggikan peradaban manusia. 

Sungguh luar biasa apa yang diikrarkan Joko Widodo (Jokowi) dari Gelora Bung Karno (GBK) ke seluruh rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, "ATAS NAMA CINTA.......ATAS NAMA CINTA..... BETAPA SEBETULNYA SAYA INGIN MENYALAMI BAPAK-IBU SEMUANYA. 
MEMELUK SAUDARA-SAUDARA SEMUANYA, DALAM SEBUAH PELUKAN SATU INDONESIA". 

Statemen politik negarawan ini tidak ditujukan kepada pendukungnya saja, melainkan kepada seluruh rakyat Indonesia, tanpa sekat pemisah. 

PELUKAN SATU INDONESIA pelukan Persatuan Indonesia, pelukan Persaudaraan sesama anak Ibu Pertiwi Indonesia dalam Pesan Damai, Senang, Gembira, Berbahagia melaksanakan Pesta Demokrasi Rakyat Indonesia..

Dirgahayu Pilpres, Pileg 17 April 2019. 
Gunakan hak pilih Anda, Jangan GOLPUT. 

Medan, 14 April 2019. 
Salam NKRI........!!! MERDEKA......!!!
Drs. Thomson Hutasoit. 
Direktur Eksekutif LSM Kajian Transparansi Kinerja Instansi Publik (ATRAKTIP).
  BeritaTerkait
  • Intan Olivia Marbun Meninggal, Warga Sampaikan Kesedihan Lewat Media Sosial

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Tragedi menyedihkan kembali mengusik Indonesia, lagi-lagi rumah ibadah digegerkan oleh ledakan bom di Gereja Oikumene di Samarinda, Minggu (13/11/2016) mengakibatkan korban. Intan Olivia Marbun, anak sekolah minggu yang tengah

  • MENGEMBALIKAN KARAKTER LUHUR BANGSA INDONESIA

    3 bulan lalu

    PERGESERAN, perubahan karakter luhur bangsa Indonesia era belakangan ini, terutama di era reformasi sungguh amat sangat memprihatinkan dan menyedihkan. Karakter luhur rakyat Nusantara sopan, sant

  • Polestabes Medan Ditunjuk Jadi Satker Zona Integritas Bebas KKN

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Kapolrestabes Medan Kombes Pol H Sandi Nugroho, SIK,SH,MHum bertindak sebagai Inspektur Upacara Penandatanganan Deklarasi Fakta Integritas dan Pencananangan Pembangunan Zona Inte

  • Spontanitas Bunga dan Lillin Penuh Makna Untuk Ahok

    2 tahun lalu

    Berawal  dengan karangan bunga yang penuh dengan cinta dan kasih, kemudian muncul gerakan seribu lilin untuk Ahok sebagai ungkapan yang penuh dengan cinta dan kasih atas apa yang dialami oleh

  • Mentan Optimis Sumut Kembali Lima Besar Produksi Padi

    3 tahun lalu

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk mengejar target produksi pertanian padi, jagung dan kedelai (Pajale) di tahun 2016. Dengan demikian, Sumut dapat kembali menempati urutan lima besar nasional sebagai

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb