• Home
  • Opini
  • POROS PANCASILA DAN PERADABAN DUNIA MASA DEPAN: Menyongsong Pemilu Tahun 2019
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 16 April 2019 18:21:00

POROS PANCASILA DAN PERADABAN DUNIA MASA DEPAN: Menyongsong Pemilu Tahun 2019

BAGIKAN:
Ist
Djalan Sihombing SH
Oleh: Djalan Sihombing

Besok, Rabu (17/04/2019) Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum Presiden/Wakil Presiden; Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota/Kabupaten. Pesta demokrasi yang pertama kali dilaksanakanuntuk memilih Presiden/Wakil Presiden dan memilih legislatif secara bersamaan. Sedangkan pemilihan di luar negeri sudah dilaksanakan sebelumnya, tapi penghitungan suara dilaksanakan besok.

Banyak berita-berita hoax pada saat-saat menjelang pemilu. Saling mencaci maki di media social dan media lainnya. Kadangkala ada juga petinggi partai atau orang tertentu yang menganggap dirinya ahli/pakar memberikan pernyataan (statement) dan argumen yang saling menuding satu dengan yang lain. Ada yang kelihatan jelas menunjukkan arogan, tidak menjaga sopan santun atau etika bermasyarakat, berpolitik, dan bernegara.  Isu-isu yang bersifat sektarian dan provokatif bermunculan di mana-mana. Embrio kebencian dan saling menyalahkan sesama anak bangsa bermunculan. Media sosial di era digital mempercepat penyebaran berita-berita hoax, kebencian dan saling menyalahkan tersebut. Apakah itu budaya bangsa kita? Apakah tidak malu kepada anak cucu sendiri dan generasi penerus bangsa?

Indonesia, juga menghadapi ancaman dan tantangan dari kelompok teroris yang ingin mengubah ideologi Pancasila. Belum lama berselang, kejadian di Mako Brimob Kelapa Dua, kemudian kejadian bom di Surabaya dan di Sibolga. Tentu kita prihatin, tetapi kita harus bersatupadu untuk mencegah dan memberantas teroris. Tidak perlu takut.  Tentu, ada pihak-pihak yang tidak suka dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap bersatu dan kuat. Dulu Indonesia merdeka, dengan jerih payah Pahlawan bangsa, yang bergerilya demi kemerdekaan Indonesia. Saat ini, perang sudah melewati batas-batas wilayah negara dengan sistem perang siber. Perang bisa dikendalikan dari jarak jauh.

Bagaimana dengan NKRI untuk menghadapi peradaban dunia ke depan? 

Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bisa menjadi "Poros Pancasila" yang berbeda dengan bangsa-bangsa di dunia. Letak Indonesia berada di daerah khatulistiwa (dengan panjang garis lebih kurang 40.070 km) dan diapit oleh dua benua, yaitu benua Asia dan benua Australia, serta dua samudra, yaitu samudra Hindia dan samudra Pasifik sangat potensial untuk memengaruhi ideologi, politik, dan ekonomi dunia. Pulau-pulau, lautan yang luasyang menghubungkan beribu-ribu pulau dan udara/ruang angkasa di atas darat dan laut NKRI, sangat mendukung poros tersebut.

Dari segi ideologi, bahwa Pancasila bukan menganut paham liberalisme, teokrasi, komunis-sosialis, atau berdasarkan ideologi agama. Indonesia adalah negara yang beragama tetapi bukan negara agama. Indonesia bukan negara liberal dan bukan negara agama. Kekuasaan negara juga  tidak tak terbatas, bukan seperti negara yang menganut ideologi  otoriter atau otokrasi. Dasar Negara  Pancasila berada pada poros tersendiri di tengah-tengah peradaban bangsa di dunia. 

Demokrasi Pancasila juga berbeda dengan demokrasi di benua Eropah maupun di benua Amerika. Demokrasi Pancasila lahir dan digali oleh pendiri bangsa kita dari kehidupan suku-suku bangsa yang ada di Indonesia. 

Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif yang terkandung dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sangat luar biasa dalam percaturan politik dunia. Peran Indonesia ke depan akan semakin diperhitungkan. Itu sangat wajar, karena Indonesia negara besar dan bersatu. 

Di bidang ekonomi diatur dalam UUD 1945 yaitu : bunyi pasal 33 ayat (1) UUD 1945 "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan"; bunyi pasal 33 ayat (2)"Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara"; bunyi pasal 33 ayat (3) "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat"; bunyi pasal 33 ayat (4) "Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional", dan bunyi pasal 33 ayat (5) "Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang".
Jelas terlihat bahwa sistem Ekonomi Pancasila bukan sistem ekonomi kapitalis, liberal, atau sosialis. Pelaku ekonomi ada BUMN, swasta, dan koperasi. Dengan demikian Sistem Ekonomi Pancasila juga berada pada poros tersendiri yang tidak sama dengan bangsa lainnya.

Apabila negara dan bangsa ini konsisten dengan Pancasila sebagai Dasar Negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dengan keberagamannya yang Bhinneka Tunggal Ika kita laksanakan dan kita amalkan, niscaya Indonesia akan sangat diperhitungkan dalam kancah dunia internasional. Indonesia akan dapat berperan besar dalam dunia politik, ekonomi dan menjadi contoh buat negara-negara lainnya.

Ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan air sangat perlu dikembangkan, karena dengan ketahanan kita tidak ketergantungan dengan negara asing. Dengan demikian, negara asing tidak mudah mengintervensi kebijakan bangsa Indonesia. Negara sebesar Amerika Serikat pun, pertaniannya juga bagus.

Untuk bisa menguasai kekuatan Poros Pancasila, tentu juga harus menguasai teknologi informasi. Amerika Serikat dan India sangat luar biasa di bidang teknologi informasi. Teknologi informasi dan penguasaan ruang angkasa ke depan sangat diperlukan. Ke depan akan berkembang ilmu hukum ruang angkasa, karena ruang angkasa menjadi perebutan di masa mendatang. Indonesia bisa sangat berperan dan sangat strategis  di bidang ruang angkasa, karena letak Indonesia yang strategis seperti disebutkan di atas.Untuk menguasai angkasa perlu dibangun satelit-satelit. LAPAN harus bergerak cepat berlomba untuk menguasai teknologi di bidang ruang angkasa. Generasi muda bangsa harus dipersiapkan untuk itu.

Kita bangga, Satelit Nusantara Satu, Satelit Broadband Terbesar Indonesia, telah mengangkasa pada pukul 08.45 WIB, Jumat (22/2/2019). Satelit milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) ini dianggap sebagai kebanggaan masyarakat Indonesia, lantaran digadang-gadang mampu memberikan layanan internet yang cepat dan merata.

Dengan meluasnya layanan jaringan internet ke berbagai desa di penjuru Indonesia, diharapkan lebih banyak pula sumber daya manusia (SDM) yang dapat tekoneksi satu sama lain. Selain dalam urusan komunikasi sehari-hari, konektivitas ini diharapkan mampu membuat masyarakat bisa mengakses informasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan keragaman dan kualitas lapangan pekerjaan maupun Pendidikan.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan, dengan luasnya layanan internet dari Satelit Nusantara Satu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo) berencana menyambungkan layanan pemerintah seperti puskesmas, sekolah, kantor desa, dan kantor kelurahan di seluruh wilayah Indonesia.

Tantangan buat bangsa ini, maukah kita berdiri tegak dalam keberagaman dan mempertahankan kedaulatan NKRI? Apabila NKRI terpecah belah, maka negara asing akan mudah menjajah bangsa ini, baik di bidang politik, ekonomi dan informasi. Perang ideologi dan perang siber menjadi ancaman dan tantangan masa depan. Kekuatan bangsa ini ada pada Pancasila yang mempersatukan bangsa. Bila kita tetap bersatu, aman dan tertib,  Indonesia akan disegani negara lainnya. Pertahanan dan keamanan sangat penting, agar demokrasi, pembangunan di segala bidang bergerak maju dan maju terus sesuai visi masyarakat adil dan makmur.  

Partai politik dan semua elemen bangsa harus sadar, agar tidak membuat perpecahan sesama anak/elemen bangsa.  Politik identitas dan sektarian akan melemahkan bahkan jadi embrio perpecahan bangsa ke depan.  Jauhkan budaya caci maki, saling menyalahkan dan berita-berita hoax. Mari kita menjadi orang yang beradab dan berbudaya ke-Indonesiaan. Partai politik harus mengedepankan nasionalisme dan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok atau partainya sendiri. Semua komponen bangsa harus saling mendukung agar tercipta Poros Kekuatan Pancasila yang menjadi contoh bagi peradaban dunia. Indonesia menjadi negara besar, kuat, dan tangguh, yang sangat diperhitungkan di masa depan.

Selamat memilih dan semoga pemilu berlangsung luber dan jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil), damai dan aman. Saling menghargai, menjaga kebersamaan, ketertiban dan keamanan. Siap menang dan siap kalah, serta menerima hasil pemilu dengan baik.Jauhkan prasangka buruk. Kedepankan kepentingan bangsa dan negara. (Penulis : Ketua Komisi Hukum Dewan Pimpinan Pusat  Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia -DPP PIKI)
  BeritaTerkait
  • DKI Jakarta : Rumah Kita Bersama

    2 tahun lalu

    PILKADA serentak tahun 2017 telah terselenggara secara langsung, demokratis, aman, selamat, dan sukses. Penyelenggaraan tahun 2017 ini melanjutkan kesuksesan dan semakin melengkapi keberhasila

  • Ini Pidato Ketua Umum pada Dies Natalis ke-68 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia

    tahun lalu

    Syalom,Assalamualaikum Wr. Wb.,Om Swastiastu,Namo Budhaya,Salam kebajikan,Salam sejahtera bagi kita semua,Merdeka!!!Bapak, Ibu, Saudara, Saudari yang kami kasihi,Pada umumnya, usia menjadi salah satu

  • MENGHADIRKAN NEGARAWAN PEMIMPIN OTENTIK

    2 bulan lalu

    HARI Rabu, 17 April 2019 sejarah mencatat Negara Republik Indonesia telah melaksanakan pemilihan umum (Pemilu) ke 11 kali sejak tahun 1955. Pemilu telah dilakukan di republik ini menjadi catatan sejar

  • Mewujudkan Pembangunan Rendah Karbon di Indonesia

    3 tahun lalu

    1. Manusia modern sekarang ini, mengonsumsi energi 135 kali lebih banyak dari manusia primitif, 46 kali lebih banyak dari manusia pemburu, 19 kali lebih banyak dari dari petani sangat, sangat awal,

  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb