• Home
  • Opini
  • Menjadi Kepala Daerah dan Legislatif, Rekam Jejaknya Harus Siap Dibuka
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 10 Maret 2018 13:13:00

Menjadi Kepala Daerah dan Legislatif, Rekam Jejaknya Harus Siap Dibuka

BAGIKAN:
Ist
Djalan Sihombing
Oleh: Djalan Sihombing

Pada pilkada tahun 2018, banyak calon yang kena masalah dengan pihak berwajib. Ada karena korupsi, ada karena ijazah, ada karena persoalan pribadi. Itu hal biasa dalam politik. Seseorang yang mau menjadi pejabat publik, rekam jejaknya harus siap dibuka. Dalam politik, pasti ada kawan dan lawan karena kepentingan.

Pada minggu ini PPATK menganalisis aliran dana yang mencurigakan berkaitan dengan pilkada. KPK pun telah mendalami aliran dana tersebut. Bisa saja calon kepala daerah (gubernur, bupati dan dan walikota) kena masalah dalam waktu dekat.

Sangat disayangkan, bila seseorang mau jadi kepala daerah atau legislatif hanya untuk berkuasa, bukan untuk melayani (pamong). Demi untuk merebut kekuasaan, harus mengorbankan kepentingan umum dan rakyat yang seharusnya untuk dilayani. Calon-calon kasak-kusuk mencari pinjaman kemana-mana. Bila ada yang menyumbang dengan suka rela dan tidak menyalahi undang-undang yang ada, itu diperbolehkan. Tetapi bila harus dikembalikan, suatu saat bisa bumerang bila sudah berkuasa. Kebijakan bisa terpengaruh karena pinjaman tersebut.

Calon-calon ada yang tersandung karena persyaratan dan biaya yang akan digunakan untuk memenangi pilkada. Pada pemilu legislatif, banyak yang ijazahnya dipalsukan. Ada yang rekam jejaknya disembunyikan.

Jangan salahkan orang lain, bila rekam jejak dibuka. Itu resiko berpolitik. Bila merasa banyak kesalahan sebelumnya, jangan mencari kekuasaan bila tidak siap dibuka dan tidak siap malu. Bila rekam jejak hitam, sangat membahayakan dan harus siap menanggung malu.

Politik itu kejam, dan tidak mungkin jujur, antara lain karena pelakunya berupaya saling menjatuhkan supaya menang. Walaupun demikian, politik itu penting dalam berbangsa dan bernegara. Politik dibutuhkan, tapi harus sesuai dengan perundang-undangan dan etika yang telah dibuat.

Sebelum menjadi calon atau mau bertarung, lihat dulu ke diri sendiri, dimana kekuatan dan di mana kelemahan. Kemudian baru melihat kekuatan dan kelemahan lawan.  Kalau hal ini tidak direnungkan dulu, maka sulit bertarung dan menenangkan suatu pertandingan.

Selain itu, harus jelas niat yang tulus untuk membangun bangsa dan negara. Bila niat hanya untuk berkuasa dan mau korupsi, urungkan niat untuk maju sebagai calon kepala daerah dan legislatif. Biaya pilkada dan legislatif sangat besar. Bila mengharapkan biaya yang dikeluarkan harus kembali, suatu saat bisa tersandung dengan pihak berwajib. Keluarga pun ikut menanggung akibatnya. Kenyataannya, sudah banyak anggota legislatif dan kepala daerah yang ditangkap pihak berwajib.

Renungkanlah dan pertimbangkanlah dengan matang, sebelum menjadi calon legislatif dan kepala daerah ke depan. Saat ini, rekam jejak sudah sangat mudah dicari. (Sekjen DPP Forum Bangso Batak Indonesia)
  BeritaTerkait
  • Pertemuan Kapolri dengan Firman Jaya Daeli, Ini yang Dibahas

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian bertemu dengan Firman Jaya Daeli (Mantan Tim Perumus UU Polri Di Pansus DPR-RI) yang membahas tentang komitmen dan konsistensi akan reformasi Polri, pemaknaan dan percepatan program Polri, pen

  • DKI Jakarta : Rumah Kita Bersama

    2 tahun lalu

    PILKADA serentak tahun 2017 telah terselenggara secara langsung, demokratis, aman, selamat, dan sukses. Penyelenggaraan tahun 2017 ini melanjutkan kesuksesan dan semakin melengkapi keberhasila

  • Edwin P Situmorang Resmikan Rumah Pemenangan Menuju Senayan

    satu minggu lalu

    Medan (Pelita Batak):Edwin P Situmorang SH MM meresmikan Tim dan Rumah Pemenangan sebagai calon Legislatif Nomor Urut 4 dapil Sumut 1 dari Partai Nasional Demokrat, sabtu (6/10/2018). Mantan Jaksa Agu

  • PBSS Siapkan Calon Pemimpin yang Memahami Budaya Batak

    2 tahun lalu

    Pelita Batak : Pengamat Politik dan Peneliti Senior LIPI, Prof. Siti Zuhro mengatakan Pomparan ni Borsak Sirumonggur Sihombing (PBSS) harus mempersiapkan generasi muda yang memahami budaya 

  • Akhyar Nasution Tinjau 3 BUMD Pemko Medan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Pasca pelantikan, Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi langsung meninjau tiga Badan Usaha Milik Daerah

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb