• Home
  • Opini
  • Mengenali Perang Strategi Antar Restoran Batak
KSP Makmur Mandiri
Senin, 13 Maret 2017 05:01:00

Mengenali Perang Strategi Antar Restoran Batak

Oleh: Ronsen LM Pasaribu
BAGIKAN:
Anto Lumbantoruan
Ketua Umum DPP FBBI Ronsen LM Pasaribu (kiri) ketika menghadiri pelantikan DPC FBBI Binjai di Medan
Menggunakan label "suku" seperti BPK, Makan Khas Batak, Makanan Muslim, Restauran Padang dan lainnya dalam ilmu Ekonomi Pemasaran disebut kebijakan segmentasi pasar atau konsumen. Tentu tidak ada yang salah, semua bebas saja dalam berusaha karena di jamin oleh undang-undang. Membasi segmen konsumen, bukan tidak punya resiko akan terbatasnya pelanggannya.. Sebab, banyaknya pelanggan menjadi ukuran suksesnya usaha restauran dimana semakin banyak pelanggan, semakin banyak pula keuntungannya.
 
Perebutan pelanggan di Restoran "Batak" pun sesungguhnya terjadi perang strategi karena jika menunya relatif sama, lalu dimana lagi yang harus dibuat strategi unggulannya?. Beberapa strategi memikat pelanggan, strategi pemilihan lokasi, branding, kenyamanan atau jenis masakannya itu sendiri, mana yang dipilih ditentukan oleh kondisi yang bisa dikelola oleh pengusaha itu sendiri. 
 
1.Lokasi semudah mungkin dijangkau. Pemilihan lokasi ini membuat pengusaha, sering tidak memperhatikan tataruang suatu usaha. Asal bisa dididirikan  bangunan permanen atau bahkan tidak permanen. Bermunculan dengan judul "Lapo" ditambah merek lain sesuai nama pilihannya, sering menggunakan Nama dan Marganya. Tenda di Fasilitas Umum sering kita lihat di SEKITAR Terminal Bis Solo "gunakan jamu, sebagai penghalusan merek dagangannya, sebenarnya sama dengan Lapo" di Jakarta atau Surabaya atau ditempat lainnya. Usaha ini selain merusak keindahan kota, rentan untuk digusur demi penertiban penggunaan lahan negara. Catatan bagi pengusaha ini adalah kegigihan, keuletan dan keberanian mengambil resiko penertiban, demi mencari sesuap nasi tentu. 
 
2.Lokasi di Bangunan resmi, seperti Rumah dan Toko. Atau lokasi yang berijin sementara, seperti Lapo Senayan di Jakarta.  Lokasi berijin seperti ini akan lebih menguntungkan, disamping terhindar dari penertiban, akan dapat mengembangkan strategi di bidang lainnya demi merebut pelanggan. 
 
3.Kenyamanan ruangan. Ada yang menyiapkan dua jenis, AC dan Non AC. Bagi sebagaian pelanggan AC ini penting, tetapi bagi sebagian lainnya tidak terlalu penting. Yang mereka cari, kesesuaian selera dengan pelayanan yang cepat saji mengingat waktu yang tersedia hanya sebentar saja.  Tentu, membedakan fasilitas ini satu kemajuan, karena sudah mempertimbangkan kenyamanan, sekalipun menambah cost of prduction, beban arus listrik dan pengadaan alat pendingin itu sendiri.
 
4.Kenyamanan suasana, dengan menambah Musik sebagai daya pemikat. Restoran semacam ini, lebih spesifik menjual kenyamanan suasana, sehingga bisa merebut pangsa pasar yang mengutamakan kenyamanan suasana sambil makan. Musik dan lagu batak, banyak disenangi oleh pelanggan gorup, yang memiliki agenda lain seperti Rapat, Reuni, bahkan pesta kecil dengan mem-booking dalam suatu waktu tertentu. Sentuhan seni atas ruangan, dan tata letak meja serta penambahan produk menjadi suatu tuntutan. Seperti minuman "Beer", Minuman buahbuahan, Makanan ringan dan tentu yang tidak ketinggalan kualitas sound syistim serta pemainnya yang handal. Biasanya promosi atas restauran ini tidak lagi penting, pelanggan tetap menjadi andalannya. Masalahnya adalah bagaimana memelihara pelanggan dengan menjaga kualitas makanan, dan menjual suasana senyaman mungkin.
 
5.Strategi pada Branding. Melihat branding restauran ini cukup kreatif. Ada Tessalonika, sebuah usaha keluarga yang sudah menyebar di berbagai kota ini bahkan membangun "bangunan" megah di Kota Deliserdang. Ada menamai punguan Marganya, Borbor Marsada, Ada "Tondongta", Marpadot, "boru Siagian", dan sebagainya yang sangat beragam namun dengan mudah kita identifikasi, oh ini pasti jenis makanan khas yang disenangi oleh orang Batak atau lainnya. Tiap pemilihan brangding ini, selalu membedakan keunggulannya. Kecepatan sajian, dan rasa khas yang terpelihara menentukan strategi usaha ini. Tentu, kkerjasama Front office, dan back office (koki) dan kasir harus dihitung benar, jumlah pelayan dan pekerja guna memenuhi kriteria kecepatan layanan ini. 
 
Pengusaha yang tidak mampu memberikan pelayanan prima ini pasti lama lama akan ditinggal pelanggan. Sekali lagi, ukuran sukses adalah banyaknya pelanggan dan menyisakan barang dagangan/stok yang nihil serta memberikan keuntungan dengan menghitung pendapatan dikurangi pengeluaran. 
 
Diskusi yang dibuat oleh FBBI melihat gejala usaha kuliner dengan segmen yang dibatasi dengan suku batak ini, memunculkan beragam pandangan. Thomson Napitupulu, seniman senior dan pengalaman membuka Restauran berbintang di Perancis berbagia ilmu mengatakan "perlu penelitian pendahuluan soal lokasi serta penyiapan suatu konsep yang terintegrasi dalam pemilihan jenis makanan, ketersediaan koki handal, dan keramah tamahan di pelayannya. Faktor rasa yang enak, khas dan harga serta kenyamanan entertaimen, kombinasi yang penting jika kita ingin berhasil dibidang Restauran". Jika dilakukan studi detail dan konsepnya , maka 2 tahun tau 3 tahun kembali modal asalkan ikut program dan konsisten dalam bisnis.
 
Feber Manalu, melihat strategi  kombinasi antara Rasa (enak), pelayanan yang baik (ramah/murah), parkiran yang cukup (aman) akan melahirkan image yang positif sehingga jadi bahan perbincangan dimana-mana dan laris manis. Alan Sihombing, mengamati Tessalonika yang ditangani oleh keluarga Toba dan Karo. Dengan kekuatan pengalaman dan menejemen yang diatas rata-rata, restauran ini mempu merebut pasar teratas di kelasnya bahkan mampu membangun tempat usaha secara moderen dengan penyiapan diversivikasi jenis produk yang handal dan diminati oleh banyak suku.. Nampaknya "kombinasi dua suku ini yang menjadikan kekuatannya", timpal Mutiara Marbun.
 
Jika kita hendak membangun Wisata, di Bonapasogit, atau memajukan bidang kuliner batak di perkotaan, maka menarik untuk dibahas soal berbagai strategi usaha kuliner jenis makakan "Batak" ini, sekalipun hal ini berlaku disemua jenis restauran lainnya. Bahasan ini semata dari sisi ekonomi, bukan dari soal sensifitas agama dan sosial lainnya.
 
Ingin ber investasi dibidang Kuliner?, silahkan karena potensi pasar sangat terbuka, setiap orang pasti butuh makan dan sifat orang makan berlaku hukum gosen. Terjadi penurunan nilai jika hanya memakan makanan itu saja setiap saat. Sehingga orang akan mencari jenis makanan lainnya yang dia suka memenuhi selera makan. Dan, bagi pelaku bisnis ini sudah paham, tingkat profit margin dibidang makanan bisa sampai seratus persen. Mau bukti, silahkan memulai. (Ronsen LM Pasaribu/Lion Air, Kualanamu-Cengkareng, 12 Maret 2017, Pkl. 10.00 WIB, Penulis adalah Ketua Umum Forum Bangso Batak Indonesia-FBBI)
  BeritaTerkait
  • Pelabuhan Kuala Tanjung Dipastikan Presiden Jadi Hub Internasional

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Presiden menggelar rapat terbatas membahas evaluasi pelaksanaan proyek strategi nasional dan program prioritas di Provinsi Sumatera Utara. Jokowi berharap Sumatera Utara

  • Hebat ! Festival Budaya Batak di Kalbar Dihadiri Ribuan Orang

    3 tahun lalu

    Kalbar (Pelita Batak) : Merantau jauh dari kampung halaman, bukan berarti harus terlepas dari akar budaya dan kebersamaan dengan kerabat. Hal itu tampaknya yang ingin dibuktikan ribuan orang

  • PTPN Holding Pacu Kinerja di Tahun 2017

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Tradisi di awal tahun bersalam-salaman di PTPN II Tanjung Morawa masih terus dilaksanakan antar sesama karyawan PTPN II,

  • Pengembangan Kepulauan Nias Dan Pembangunan Kawasan Strategis di Indonesia

    tahun lalu

    Oleh : Firman Jaya Daeli Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan Indonesia Raya dengan ideologi Pancasila, yang dapat diletakkan dan dipetakan dalam beberapa pertimbangan. Indonesia R

  • Jamita Evangelium Minggu Epiphanias, 6 Januari 2019" MANGOLU DI BAGASAN LOMO NI ROHA NANG SANGKAP NI DEBATA" (Jakobus 4: 13-17)

    9 bulan lalu

    Oleh: Pdt Dr. Robinson ButarbutarSian Parsameanta, STT-HKBPHP: 0812-62472015Di hita halak Kristen Batak, di ujung taon Romawi na buruk dohot di bona ni taon Romawi na imbaru, sai marpungu do ganup kel

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb