• Home
  • Opini
  • Membangun Pendidikan Dengan Etos Keguruan Profesional (Refleksi Hari Guru Nasional, 25 Nopember 2017)
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 23 November 2017 10:04:00

Membangun Pendidikan Dengan Etos Keguruan Profesional (Refleksi Hari Guru Nasional, 25 Nopember 2017)

BAGIKAN:
Ist
Benyamin Nababan
Oleh : Benyamin Nababan,S.Pd.,MM

Sepanjang perjalanan sejarah bangsa Indonesia peran guru sangatlah nenentukan dan dapat dirasakan peserta didik (siswa) dan masyarakat dalam menanamkan semangat kecintaan terhadap tanah air. Guru sebagai insan pembangun cendikia merupakan salah satu elemen yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan dalam meletakkan pondasi serta memiliki andil besar mempersiapkan pengembangan potensi gemilang peserta didik untuk masa depan bangsa. Pembangunan dan kemajuan pendidikan tidak bisa terlepas dari peran penting sumber daya manusia yaitu guru/pendidik yang diarahkan pada peningkatan akses pelayanan yang seluas-luasnya bagi warga masyarakat, dengan mengutamakan mutu, efektivitas dan efisiensi. Karena pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang di dalamnya terkandung makna bahwa pemberian layanan pendidikan kepada individu, masyarakat, dan warga negara adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga.

Pendidikan sangat berpengaruh dalam pembangunan, baik itu dalam pembangunan sumber daya manusia (guru), ekonomi, sosial, dan pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara. Pembangunan pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya pembangunan manusia. Manajemen sistem pembangunan pendidikan harus didesain dan dilaksanakan secara terpadu. Upaya-upaya pembangunan di bidang pendidikan pada dasarnya diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan manusia melalui pengajaran dan pendidikan yang diberikan oleh tenaga guru/pendidik.

Guru sebagai pahlawan intelektual, insan psikolog dan unsur aparatur atau abdi negara perlu mengetahui dasar dan pedoman kebijakan-kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan khususnya menyangkut pembinaan dan peningkatan kompetensi guru. Sebagaimana diatur dalam UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang  mengamanatkan bahwa "Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah". Sebagai guru profesional, pendidik juga harus mempedomani dan taat pada PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), sebagai dasar melakukan penilaian pendidikan, peningkatan kapasitas pengelolaan pendidikan, peningkatan sumber daya pendidikan, akreditasi satuan dan program pendidikan, serta upaya penjaminan mutu pendidikan.

Berbicara mengenai profesionalisme guru berarti  menekankan kepada kemampuan guru pada penguasaan dan manajemen ilmu pengetahuan serta strategi penerapannya dan pengembangan sikap, tingkah laku dan jiwa yang berkarakter mulia. Menjadi guru profesional tentu harus memiliki peran dan tanggungjawab dalam membangun pendidikan Indonesia untuk mencetak anak bangsa yang terdidik dan berkualitas. 

Memajukan dan membangun dunia pendidikan tidak harus selalu terfokus pada anggaran atau dana yang disediakan pemerintah, akan tetapi sangat membutuhkan motivasi dan dukungan semua pemangku kepentingan (stakehoders). Pembangunan dan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu merupakan cikal bakal kemajuan suatu bangsa serta akan menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu dan berdaya saing tinggi. 

Menyandang predikat seorang guru/pendidik mutlak dan wajib hukumnya harus memiliki kompetensi. Kompetensi yang dimaksud adalah guru harus memiliki keterampilan mengajar dalam menjalankan tugas profesionalnya, untuk mencapai tujuan pendidikan yang sebenarnya. Sebagaimana diatur dalam Permendiknas No.16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik serta Kompetensi Guru, yaitu; Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional dan Kompetensi Sosial.

Kompetensi Pedagogik; kemampuan seorang guru dalam memahami karakteristik yang dimiliki oleh peserta didik melalui berbagai pemahaman siswa, perkembangan pengetahuan/kognitif siswa, merancang pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran serta mengevaluasi hasil belajar dan pengembangan siswa. Kompetensi Kepribadian; kemampuan personal guru dengan sikap kepribadian yang baik, arif, bijaksana, berwibawa, bertanggungjawab, teladan dan berakhlak mulia. Kompetensi Profesional; Kompetensi menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam (guru harus memiliki wawasan luas). Kompetensi Sosial; kompetensi dalam berkomunikasi yang baik, terhadap peserta didik, sesama guru maupun terhadap orang tua siswa dan masyarakat.

Dengan memiliki modal kompetensi tersebut di atas, maka kehadiran profesi guru sebagai pendidik akan terus melaju dan berdampak positif bagi kemajuan pendidikan ke arah yang lebih maju, dinamis dan mampu bersaing pada tataran global. Terlebih-lebih ketika guru sudah memperoleh tunjangan profesi guru (TPG/Sertifikasi) dapat mendukung profesinya dalam memperlengkapi segala keperluan perangkat mengajar untuk melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah atau ruangan belajar. Pemberian dan peningkatan tunjangan profesi guru seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan dan kemajuan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan memiliki ethos keguruan profesional yang tinggi guru seyogianya siap dibina dan dilatih serta terus-menerus tekun belajar dan meningkatkan kompetensi keguruan. 

Etos Kerja Guru adalah karakteristik yang khas yang ditunjukan seorang guru menyangkut semangat, dan kinerjanya dalam bekerja (mengajar), serta sikap dan pandangannya terhadap kerja. Sedangkan Ethos Keguruan adalah upaya untuk memperkuat karakter para guru. Sebagaimana menurut rumusan motivator terkenal Jansen Sinamo; "Ethos Kerja adalah semangat, pola pikir dan mentalitas yang mewujud menjadi seperangkat perilaku kerja yang khas dan berkualitas. Dengan demikian etos keguruan dapat dimaknai sebagai semangat khas yang menjadi vitalitas kerja, kegembiraan hati yang menjadi semangat kerja dan gairah batin yang menjadi stamina kerja seorang guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya". 

Masih menurut Jansen Sinamo, Etos Kerja Keguruan memiliki 8 peran strategis, a.l; 1) keguruan adalah rahmat. 2) keguruan adalah amanah. 3) keguruan adalah panggilan. 4) keguruan adalah aktualisasi. 5) keguruan adalah ibadah. 6) keguruan adalah seni. 7) keguruan adalah kehormatan. 8) keguruan adalah pelayanan. Dengan demikian, seorang guru/pendidik harus memiliki ethos kerja yang tinggi yang ditunjukkan melalui sikap, tindakan dan tanggung jawab moral yang tinggi, yaitu; menjadi personal pekerja keras, bertindak efisien, personal yang rajin, menghargai waktu/tepat waktu, menjadi guru berprestasi, memiliki kemampuan enerjik, melakukan dan menjalin kerja sama, bersikap setia (loyal) dan jujur.

Guru profesional adalah guru yang memiliki ethos keguruan profesional yang mampu menjiwai setiap pribadi peserta didiknya. Pendidikan yang baik hanya dapat terwujud manakala dilengkapi dengan guru-guru yang memiliki Ethos Keguruan Profesional yang berkualitas, kreatif, berwatak pembebas, berintegrasi tinggi, demokratis, dan tidak terjebak oleh birokrasi pemerintahan maupun politik. Sebuah harapan besar tidak cukup dengan verbalitas tetapi dibutuhkan kerja profesional, kreatifitas dan efektifitas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. (Penulis adalah staf di Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan) 
  BeritaTerkait
  • Konsolidasi Kepemimpinan Polri dan Makna Reformasi Polri Terhadap Nawacita

    3 bulan lalu

    Oleh : Firman Jaya Daeli (Mantan Tim Perumus UU Polri Dan Anggota Komisi Politik & Hukum DPR-RI)Institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Prof. Tito Karnavian, MA, Ph.D sudah sem

  • FKIP UDA Selenggarakan Seminar Ilmiah Menjadi Guru Profesional

    12 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Guru adalah profesi yang sangat mulia, guru juga adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu mengajari dan membimbing anak didiknya tanpa lelah dan keluh kesah sehingga kita bisa

  • Fahri Hamzah : Saatnya Kebebasan Pers Dianatomi

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Sudah saatnya Indonesia melakukan Anatomi Kebebasan Pers, dimana di era reformasi yang sudah 20 tahun dijalani oleh bangsa ini, kebebasan pers sangat penting untuk mervit

  • Monas Keadilan di Medan, Rahmat Shah Inspirasi Bagi Semua Pihak

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyebutkan bahwa peran tokoh masyarakat seperti Rahmat Shah merupakan satu inspirasi bagi banyak orang untuk bekerja k

  • Menyoal Kebijakan Lima Hari Sekolah

    tahun lalu

    KEBIJAKAN baru yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan Permendikbud Nomor : 23 Tahun 2017 yan menetapkan 5 (lima) hari sekolah secara nasional dan akan diberlakukan mulai bulan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb